|
|
|
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Amerika: Dikemudikan Siapa?
Santiara - Zuerich John McCain, kandidat dari Partai Republik, dipastikan berduel melawan Barrack Obama dari Partai Demokrat yang usianya jauh lebih muda. McCain berusia 72 tahun, usia yang sudah senja sehingga tidak dituntut untuk produktif apalagi mikir yang berat-berat. Tetapi kuda tua dari Arizona ini memilih lain. Ia berambisi menjadi presiden Amerika yang ke 44 yang berarti siap menjalani maraton panjang melelahkan, yang selain menguras tenaga dan pikiran juga memacu degup jantung dan lonjakan adrenalin. Perjuangan Obama menduduki Oval Office juga tidak lebih ringan. Latar belakang keluarga Barry biasa-biasa saja atau bahkan -di mata banyak orang- kacau. Ia adalah produk 'patchwork family' dari beberapa perkawinan ibunya yang patah. Jika anda dibesarkan oleh seorang single parent (janda/duda), bahkan di Eropa sekalipun, anda akan mendapat sorotan. Orang akan lebih jeli melihat kelemahan dan kesalahan anda baik sebagai anak dan terlebih lagi sebagai orang tua. Inilah yang menjadi salah satu tantangan besar Obama dalam hidupnya bahkan ketika ia masih kanak-kanak. Berakhir baik bagi Obama dan keluarganya karena mereka lulus ujian hidup yang satu ini. Summa Cum Laude!
Pendidikan Harvard Obama masih dihargai lebih rendah daripada prestige McCain di kancah militer tersebut belum lagi sederet panjang pengalaman politiknya. Bagi saya perjuangan ribet Obama ketika menjadi community organizer untuk mengurusi orang-orang paling bawah (grassroot), sangat mengesankan. Namun, banyak orang dari kalangan elit menilai apa yang telah dicapai Obama biasa-biasa saja. Tidak heroic. "It's good but we are not impressed", begitu kira-kira kasuk-kusuk mereka tentang Obama, "well, not that much. Sorry." Sebisanya saya mengikuti proses dan liku-liku general election. Karena keterbatasan, saya tahunya ya cuma dari TV, koran, buku, ditambah sedikit info sambil lalu dari kontak-kontak saya di Amerika dan diskusi/argumentasi di websites lokal (Swiss dan Jerman) tentu saja. Ironisnya, di Amerika sana, jutaan orang terutama yang tinggal di rural areas tidak memiliki informasi yang cukup tentang calon-calon presidennya. Mereka malas mengikuti ulasan-ulasan politik di TV dan di koran-koran atau membaca buku yang relevan termasuk yang ditulis oleh Obama. Karena itu mereka memiliki ide kosong tentang Obama. Inilah yang merupakan celah keberuntungan bagi McCain. Sebelum itu, nama Barrack Hussein Obama pun sudah membuat jengah campur ngeri. "O gosh! This boy's biggest mistake is that his name sounds just like Osama. That's a terror enough to us." Mengingat banyak orang masih trauma dengan Oklahoma City bomb di tahun 1998. "No way! Not for another goddam 4 yours ahead". Begitulah mereka membicarakan Obama diantara kepulan debu sore sewaktu bersama truk-truk mereka meninggalkan pelataran parkir somewhere in Oklahoma. Terucap begitu ringan namun pasti. No deal. Seliat gunpalan tanah ladang pertanian yang melekat di sol boot mereka Poor Barry. A fine young man as dark and sweet as pecan brownies who dreams a dream: to become the president of the United States of America. Tidak semua orang mengerti bahwa dengan nama apapun ia disebut, mawar adalah mawar. Barry adalah Barry. Remembering the beauty of Shakespeare's mind: A rose is a rose is a rose is a rose is a rose is a rose... Meskipun Obama berkali-kali menegaskan bahwa ia adalah orang Amerika dan beragama Kristen, dan ia akan bersama Amerika the Fatherland in thick and thin, tetapi kalau orang sudah keburu berstereotipe ya repot juga.
Banyak orang Amerika sudah muak dengan perang. Mereka menginginkan tentara Amerika dikirim pulang. No more blood for oil. Obama akan melakukan ini sebagai presiden. Sebaliknya, McCain berkeras, Amerika harus mempertahankan basis-basis militer dalam jumlah besar di Middle East sebagai jaga-jaga terhadap masa depan dunia yang sudah dapat dibaca olehnya. Meskipun orang Amerika menginginkan perdamaian namun tidak sedikit dari mereka yang terus dirundung ketakutan akan keselamatan diri mereka dan keturunan mereka kelak. Untuk itu masih banyak sekali orang Amerika yang memandang pentingnya memperkuat basis-basis militer Amerika. Stabilitas adalah kata yang indah. Saya berusaha memahami. McCain adalah orang yang tegar dan jago strategi. Sejalan dengan usia dan lika-liku hidupnya, ia banyak pengalaman, penuh perhitungan. Amerika sedang berada di bagian jalan yang bercabang dan berkelok. Seseorang harus memegang kemudi untuk membuat putaran yang mulus dengan kepastian tinggi, maka akan selamat lah Amerika melampaui tebing nan terjal. Siapakah gerangan seseorang tersebut? Senator McCain, do you have enough gas? Dear Mr Obama, would you be the one who finish last? Menjawab pertanyaan yang menjadi judul artikel sederhana ini saya teringat perspective yang sangat menarik yang saya dapat dari sebuah artikel/ulasan politik enam tahun yang lalu. Anda yang rajin membaca The New York Times tentu tidak asing dengan nama Thomas L. Friedman yang pernah mendapat anugerah Pulitzer 3 kali. Dalam bukunya Longitudes & Attitudes: Exploring the World After September 11 (Farrar,Straus and Giroux, New York, 2002), Friedman menulis tentang 'American Onduty' dan 'American Online' yang meskipun kontras namun keduanya adalah sama-sama tulang punggung kekuatan Amerika terutama setelah tragedi Ground Zero (September 11). Selanjutnya, pembahasan tentang AOD dan AOL di bawah ini saya adaptasi dari salah satu kolom Friedman yang berjudul 'Powell's Perspective' di The New York Times dan juga bisa anda temukan jika anda membaca buku tersebut di atas. American Onduty percaya bahwa politik luar negeri Amerika seperti yang selama ini, akan terus ditujukan untuk menggempur dan meruntuhkan tembok-tembok yang dianggap mengganggu (Berlin Wall/DDR/USSR) dan tembok-tembok lain yang masih berdiri di negara-negara komunis Cina, Korea Utara dan Kuba. Orang-orang American Onduty adalah kalangan militer. Mereka menyukai film 'A few Good Men' (Rob Reiner, USA 1990) terutama pada scene penutup ketika marine colonel Jack Nicholson) menggertak Tom Cruise, sang navy lawyer, pada pengadilan kematian Santiago, seorang prajurit di basis militer Amerika di Cuba pada masa perang dingin. http://youtube.com/watch?v=8hGvQtumNAY&feature=related Atau bisa juga ketik A few Good Men: You can't handle the truth, nanti keluar deh berderet-deret. Mr. Nicholson menegaskan: "Son, we live in a world that has walls, and those walls have to be guarded by men with guns. Who's gonna do it? You?...Deep down, in places you don't talk about at parties, you want me on that wall. You need me on that wall." Orang-orang American Online lebih suka nonton 'You've got email' (Nora Ephorn, USA, 1998). Dalam dunia yang semakin terintegrasi ini orang menerima dan mengirim email. Krisis finance di Russia membutuhkan email, kelompok teroris memanfaatkan email, computer hackers dari Filipina dengan virus "Lovebug" yang menyerang WWW dan melumerkan 10 juta komputer dan $10 bilion dalam bentuk data, melibatkan email. Email tidak hanya mengubah jalan hidup banyak orang, ia telah mengubah wajah dunia secara drastis dan akan terus. Bagi orang-orang Onduty dunia ini dipisahkan antara teman dan musuh. Mereka berfokus pada siapa yang berada di dalam list sebagai teroris dan harus 'diurus'. Orang-orang American Online melihat dunia terbagi antara anggota dan bukan anggota network. Mereka memusatkan perhatian pada siapa yang menjadi teman untuk bekerja sama. (Thomas L Friedman, January 16, 2001, The New York Times). Saya membuat perbandingan begini: McCain adalah American Onduty. Barrack Obama adalah American Online. McCain populer di Pentagon, Obama lebih dikenal di Wall Street. Dalam kampanye-kampanye mereka, McCain menggunakan wibawa militer, kebesaran nama dan kekuatan ekonomi, Obama memanfaatkan kecanggihan websites untuk memperkenalkan dirinya, ide-ide, dan yang tidak kalah penting adalah menggalang dana. Untuk yang terakhir ini ia beberapa anak tangga lebih unggul dari McCain.
Peranan kekuatan Onduty dan Online yang nyata dengan kita sebagai orang Indonesia adalah tragedi yang menimpa kedua mantan presiden kita yang hanya secara samar tertuang dalam sejarah perjalanan RI, tapi diluaran sama sekali bukan rahasia: 1. Kejatuhan Sukarno tidak lepas dari keterlibatan CIA yang takut dengan kekomunisan Indonesia pada waktu itu (skenarionya begitu terselubung dan jitu, persis dengan skenario kejatuhan Nicolai Iocescu, Rumania tahun 1989). American Onduty in action. 2. Yang menjatuhkan Suharto pada tahun 1998 bukan kenekatan mahasiswa yang dibensini dengan darah dan air mata rakyat, bukan goyangan politisi Indonesia yang mendadak hot, bukan juga agresi militer dari luar/on duty people. Tapi global markets. Oh gosh... kalau boleh saya kasih nama mereka Gulliver of Webs...Tapi Mr Friedman lebih sopan ia cukup menjuluki mereka 'supermarket'. Whatever. Mereka adalah jutaan investor yang memutar uang mereka di seluruh dunia hanya dengan klik klik klik mouse di kantor-kantor mereka di Wall Street, Hongkong, London, Frankfurt, Zuerich... Indonesia waktu itu seperti banteng lamban karena kebanyakan tidur. Ketika bertubi-tubi dihantam Gulliver, sang banteng cuma bisa sempoyongan tanpa pertahanan. Alangkah dasyatnya Supermarkets, kekuatan yang digalang lewat websites oleh orang-orang Online. Tidak perlu menabrakkan pesawat full tank ke sebuah gedung, tidak perlu menghujani kota dengan bom seperti yang dilakukan baik oleh teroris dan onduty people untuk menghancurkan sebuah negara. Cukup dengan Supermarkets yang menggoyang dan merubuhkan saham. WorldWideWebs! Salute. May Indonesia learn the lesson. Experience doesn't teach twice. Obama bertekad untuk menarik mundur secara bertahap pasukan Amerika di Middle East dalam jangka waktu 16 bulan setelah ia terpilih menjadi presiden. Ia akan memperbanyak diplomasi dan kolaborasi internasional, bukan hanya untuk memperbaiki citra Amerika, tetapi terlebih untuk kepentingan dunia. Sebaliknya, McCain lebih terfokus pada usaha meningkatkan Inteligence Force demi meminimalis casualties dalam perang. Beberapa minggu yang lalu Iran melakukan uji coba 9 misile-nya. Kekerasan Taliban di Afghanistan terhadap penduduk sipil/non combatants semakin meningkat (mungkin berkesampatan dalam kesempitan, mengingat Bush tidak bisa berbuat banyak di moments akhir masa jabatannya). Sementara itu bayangan akan senjata pemusnah masal kimia dan biologis masih terus menghantui Amerika. Meskipun sudah tujuh tahun berlalu, banyak orang di Manhattan masih melihat asap hitam dan mencium bau mayat-mayat yang terpanggang, di sekitar mereka. Tragedi bersaudara kandung dangan trauma. "We are not gonna take it anymore" Mereka berteriak, "What are we gonna do about it?" Seperti kebanyakan orang di Eropa saya menganggap perang bukan jalan yang terbaik. Selamanya saya tidak mengingkari keheroikan Amerika dengan 'That's all, Brothers'-nya di Eropa dalam kobaran PD II. Kalau agresi membangunkan singa capek di Pearl Harbour oleh Jepang dibalas Amerika dengan 'menjatuhkan matahari' di Hiroshoma dan Nagasaki yang berarti juga mengakhiri PD II yang panjang dan melelahkan bagi Amerika setelah mengkarungi Nazi di Jerman, maka serangan terhadap Twin Towers dan Pentagon (American Online dan American Onduty, menara dua basis kekuatan Amerika), merupakan awal dari perang yang liat dan tidak pasti karena lokasi lawan dan wajahnya tidak jelas. Well, it's a war for freedom indeed. Bukankah anak-anak Amerika diajarkan untuk menolong tetangga yang kesusahan, tertindas atau dalam bahaya? Tetapi deep down in the heart tidakkah Amerika berteriak "They want war. We give them war". Kalau begitu kapan selesainya? Mungkin McCain benar bahwa Obama romantis. Menarik mundur tentara Amerika secara besar-besaran adalah tindakan gegabah. American Onduty, betapapun diingkari, akan terus diperlukan. Masalahnya sekarang adalah bagaimana mengorganisir perang dengan lebih baik? Dan apakah ada perang yang adil bagi negara yang jadi 'tuan rumah'? McCain yang moderately republican tidak sejalan dengan Rumsfeld dan Bush dan mayoritas mereka dari barisan the redneck agenda. But another four or more- years war with so many casualties on both sides? Mr McCain sure has better strategy.
Bagaimanapun juga Obama telah mengesankan saya. Mungkin karena saya menemukan diri saya sendiri lebih ke orbit online. Mungkin karena saya tinggal di Swiss yang sosialis. Mungkin cuma karena darah muda saya yang bergolak, cenderung tertantang dengan perubahan. Apapun itu saya hanya ingin, di bagian manapun dari bumi ini setiap orang dapat hidup dengan layak, tanpa tekanan, teror apalagi horor. Dimanapun kita hidup, tanah yang kita injak memang berbeda-beda dan horison yang kita pandang tidak selalu serupa, tapi langitnya kan sama, mataharinya juga sama... Dibesarkan oleh orang tua yang masa muda mereka terimbas spirit 'Woodstock- dengan semboyan 'Make Love Not War' dan kombinasi antara dandy-nya gaya hidup hippies dan seriusnya banyolan ngenes (black comedy) Charlie Chaplin, saya tidak tahan untuk tidak berimajinasi ada kedamaian di dunia sebagai buah dari toleransi, cinta, kemerdekaan, keterbukaan dan terutama kemampuan menahan diri pada setiap orang. Well, it's nice to write poetry. I know. Tugas adalah tugas. Pekerjaan berat masih bertumpuk, terbengkalai di mana-mana, Who'll clean the mess? Who'll build, maintain and tear down the walls? Who'll do the duty? Saya sudah siap untuk tidak menitikkan airmata jika Obama terpaksa berlalu seperti Kerry dan Gore. Meskipun saya tidak punya feeling yang kuat untuk Partai Republik, saya berusaha melihat di air yang jernih bahwa McCain adalah politisi yang matang, manusia dengan tingkat intelejensia tinggi, orang tua yang bijak dan punya hati . If worse come to worst, dan saya harus patah hati lagi, paling tidak McCain masih lebih baik daripada Bush. It couldn't be worse. In whichever name you may be called, Whichever prespective you may have, I greet you from Zürich Himmelblau Where my horizon is brilliant red blue, When my heart forever drums for hope, peace, happiness In the sense of your courage, conciuosness and clarity, Good bless you, Mr President.
****************
FOTO-FOTO: DIAMBIL DARI GettyImages
MODERATOR - Penanggungjawab: ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id |
advertisement
|
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|
|
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
© 2008 - 2009 Kompas Gramedia. All rights reserved |