Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiNegeriku
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Huh, Mutilasi!
Ria Wassef - Kansas, Amerika

Sejarah kriminalitas di Indonesia dengan korban yang dipotong potong atau mutilasi terjadi di tahun 1978, dimana korban Ir Nurdin Koto, diketemukan di kali kresek . Dilanjutkan dengan penemuan mayat terpotong 13 di jalan Sudirman era tahun 1980 an ?. Pelaku pembunuhan maupun korban sampai saat ini belum terungkap, beberapa dugaan sudah mengacu tetapi tetap kepolisian menemui jalan buntu.

Kasus mutilasi sempat hilang dari sejarah kriminalitas di Indonesia selama 8 tahun hingga pada tahun 1998, 3 orang manusia diketemukan mati tepotong potong menjadi 165 bagian. Setahun kemudian kasus nyonya Diah yang dimutilasi oleh suaminya sendiri. Tahun 2007 diketemukan 5 kasus mutilasi yang rata rata korbannya adalah wanita seperti kasus Samini yang dibunuh suaminya karena tidak mau bertobat dan Umi yang dibunuh kekasihnya karena hamil 7 bulan.

Puncaknya di tahun 2008, hingga tulisan ini aku tulis, sudah lebih dari 5 kasus korban mutilasi.

Bulan Januari

Atikah, menjadi korban mutilasi kekasihnya karena si kekasih tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya menghamili korban hingga hamil 4 bulan. Setelah dipotong potong, jasad korban di buang di tempat sampah.

Di Bekasi Trade Center, diketemukan tubuh seorang anak laki laki umur 9 – 12 tahun tanpa kepala yang teronggok didalam kardus.

April 2008

Seorang pendatang yang baru beberapa hari menjejakkan kaki di Jakarta, Eka Putri asal Brebes menjadi korban mutilasi. Mayatnya terpotong 10 dan dilempar keluar oleh seorang wanita dari taxi.

Bulan Mei 2008

Warga Bojong gede menemukan sebuah kepala korban mutilasi, sedangkan potongan tubuh lainnya tidak diketemukan. Korban tersebut berjenis kelamin pria.

Sesosok anak laki laki umur 9 – 12 tahun diketemukan di terminal pulogadung, Jakarta Timur. Mayat itu ditemukan tanpa menggunakan busana dan dieprkirakan menjadi korban sodomi.

Bulan Juli 2008

Di Brebes, diketemukan mayat terpotong yang ditempatkan dalam 3 wadah terpisah.

Heri Santoso, ayah satu anak, diketemukan terpotong potong menjadi tujuh bagian di jalan raya Kebagusan ragunan. Motif pembunuhannya masih diselidiki oleh kepolisian.

Dari data data diatas bisa disimpulkan bahwa para korban mutilasi sebagian besar berdomisili di Jakarta dengan Bekasi dan tempat pembuangan sampah sebagai tempat favorit membuang jasad korban. Hal ini juga dikuatkan dengan fakta mengenai banyaknya bayi bayi hasil korban aborsi yang dibuang di TPA tersebut.

Para pelaku mutilasi diatas juga bukan pembunuh serial (serial killers). Dalam studi-studi kriminologi, serial killers dapat dilakukan oleh para pembunuh visioner sebagai tanggapan atas bisikan atau khayalan untuk menghilangkan nyawa orang, pembunuh berorientasi misi, pembunuh hedonistik atau pembunuh berorientasi kekuasaan.

Konteks terjadinya pembunuhan dengan mutilasi di atas lebih ditandai oleh adanya semacam "peranan korban" dalam mencetuskan kekerasan, seperti bergaul yang mengundang kecemburuan, cinta segitiga, penyimpangan sexual, mengajukan tuntutan yang sulit dipenuhi atau meminta dinikahi pelaku. Beberapa riset kriminologi membuktikan tentang cukup tingginya frekuensi pembunuhan terhadap perempuan yang dilatarbelakangi pertengkaran sepele, ketidakakuran dalam pernikahan atau pesengketaan seksual.

Dengan begitu, mutilasi merupakan ungkapan emosionalitas yang diwujudkan dengan kekejaman luar biasa, terutama terhadap korban yang tak terlindungi, karena keluarganya jauh atau sudah dianggap mandiri di luar tanggung jawab keluarga.
Oleh karena itu, pelaku adalah orang biasa bukan psikopat, alsannya adalah karena pelaku sadar telah melakukan pelanggaran karenanya ia mencari cara untuk menghilangkan jejak. Psikopat justru tak akan melakukan tindakan mutilasi, karena psikopat tidak mengenal korbanya.

Maka modus operandinya pun tidak terlalu rumit atau tidak melalui perencanaan yang rinci, sehingga tak jarang meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri polisi ataupun mengabaikan adanya saksi-saksi yang di kemudian hari ternyata dapat memberikan informasi tentang pelaku.

Salah satu faktor lain yang memicu meningkatnya kasus mutilasi di Indonesia adalah  status perekonomian yang tidak menentu Hal ini terlihat dari beberapa kasus yang menimpa perempuan yang meminta pertanggung jawaban, pelaku yang merasa pendapatannya tidak cukup untuk melakukan tindakan aborsi atau bertanggung jawab memberi nafkah kepada si perempuan dan calon bayinya mengambil jalan pintas.

Akankah kasus ini akan segera menyurut ? Saya prediksikan akan terus bertambah sepanjang tahun 2008. Karena para pelakunya masih banyak yang berkeliaran bebas dan belum tertangkap. Ditambah dengan  situasi perekeonomian yang makin membuat masyarakat mengalami tekanan kejiwaan yang sangat dalam.

Tabiik...

 

***********************

 

CATATAN Z:  FOTO-FOTO DIAMBIL dari GettyImages

*) Terimakasih kepada Gandalf  The Grey yang membantu Z mengedit foto-fotonya.... kalau mau protes, silakan kepada yang bersangkutan, hahaha.....

 

MODERATOR - Penanggungjawab: ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

1 dari 7 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Ria, medheni tenan. Tapi si Rian yg pelaku pembunuhan Hery apa bukan serial killer tuh, secara dia juga ditengarai udah ngebunuh 4 orang lain yg mayatnya dia kubur di pekarangan rumah ortunya di Jombang? di koran ditulis kalau Rian ini banyak teman, tapi emang dia suka ngaku2 anak kiai, punya usaha di Australia, dsb padahal ternyata bohong aja. Ah medheni lah pokoke..

Posted by: Mpiet | Senin, 28 Juli 2008 | 09:04 WIB

Ria, abis nonton pilem horor yaaah..? duh aku sendiri masih inget tuh mayat yang dipotong 13 yang ditaroh di jalan sudirman depan Mama Terate(situkang ramal)/ Hotel Kartika Chandra (kalo gak salah), kalo si Ryan tuh bukannya cemburu tapi emang mau menguasai harta orang tsb. Tapi kalo si Ryan ketemu gw pasti dia kagak cemburu deh..sueeer...pasti dia jinaaak..hehehe

Posted by: RF | Minggu, 27 Juli 2008 | 07:54 WIB

mutilasi ngeri yaw hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii merinding

Posted by: suika-nagoya | Sabtu, 26 Juli 2008 | 19:43 WIB

tetanggaku juga sering melakukan mutilasi, aku sering memergokinya, tiap pagi pasti aku mendengar rintih kesakitan dari para korbanya. Ya maklumlah karena tetanggaku berprofesi jadi penjual ayam goreng. hehehehehehe

Posted by: kuaikuai | Jumat, 25 Juli 2008 | 18:22 WIB

Bedanya orang gila ama psikopat apasih, mbak ?? Kok aku jadi bingung ?? Renatan dibilang gila, tetapi masih boleh keliaran dimana-mana. Nah si Ryan dibilang psikopat juga tetap sama kondisinya. Tolong jelasin ya biar gak bingung jelasin ama ponakan yang dirumah.

Posted by: Lee | Jumat, 25 Juli 2008 | 13:03 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Untuk menjaga kesegaran dan kebugaran, olahraga apa yang Anda ikuti? ( */Asmod )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort