|
|
|
KoKiKlik
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Pasar di Berbagai Negeri
Awwal, La Rose, Sukabridge - Lizzie, Wenny, JC
Hello lagi Mamak Presiden, KoKiers – KoKoers....
Kali ilang kedunge, pasar ilang kumandange (sungai kehilangan mata airnya, pasar hilang keramaiannya) – Joyoboyo
Ide tulisan tentang pasar ini sebenarnya sudah lamaaaaa sekali, dan justru yang memberikan ide pertama kali kalau tidak salah adalah si Lizzie, tapi setelah semua mengirim foto-foto ke dia, tulisan juga, eeeehhh...malah dikirim semua ke saya, diminta saya yang edit foto, nambahi tulisan ini itu, dsb.....lha kok malah ketiban sial ya.....
Seperti yang pernah dituliskan oleh Joyoboyo, dan banyak dipercaya bahwa ramalan beliau ini tepat dan medeni, disebutkan bahwa pasar (tradisional) suatu hari akan kehilangan gaungnya, kehilangan keramaiannya....apakah benar demikian?
Dikutip dari Kompas Cetak tanggal 8 Juli 2008:
Mata para pedagang pasar sembab menahan haru. Namun, tangan mereka terkepal ke atas, sebuah semangat baru menggelora di dada. Pada Kongres Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia atau FOPPI I, Senin (7/7), para pedagang bertekad bersatu memperjuangkan nasib mereka yang kini kian tertindas.
Kongres para pedagang pasar tradisional itu berlangsung di Lantai II Plaza FOPPI di Jalan Sultan Hasanuddin, hanya beberapa puluh meter dari Terminal Blok M, Jakarta Selatan. Meski disebut plaza, tempat ini hanya berupa bangunan mungil dua lantai kontras dengan keberadaan beberapa gedung mal besar yang sudah lebih dulu ada di kawasan itu. Yang terasa istimewa, plaza ini adalah hasil jerih payah swadaya para pedagang pasar yang tergusur oleh proyek peremajaan Pasar Blok M.
Masih ditambah lagi tulisan terakhir dari Bung Samuel Mulia di KoKi, walaupun bagian bawahnya tidak spesifik tentang pasar, ternyata pasar ini memang banyak menginspirasi orang.
Definisi pasar seingat saya pelajaran waktu SD dulu adalah: tempat kegiatan dan bertemunya penjual dan pembeli, dalam melakukan transaksi jual – beli. Pasar sendiri menurut Wikipedia dibagi menjadi 2 yaitu: pasar tradisional dan pasar modern.
Pasar tradisional: merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual dan pembeli secara langsung. Bangunan pasar biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los, dan dasaran terbuka. Kebanyakan yang diperjualbelikan adalah kebutuhan sehari-hari, buah, sayur, daging, kain, dsb. Pasar seperti ini banyak ditemukan di Indonesia. Diperkirakan ada 13.000 lebih pasar di seluruh Indonesia, dan sekitar 15 juta orang tergantung hidupnya dari aktifitas pasar.
Pasar modern: definisi pasar modern sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional, bedanya hanya di beberapa hal yang cukup signifikan. Yaitu: tempat yang jauh lebih bersih dan rapi dibanding pasar tradisional. Bahkan pasar tradisional sering disebut dengan istilah pasar becek yang menggambarkan situasi dan kondisi di pasar tsb yang becek, bau, selalu kotor dan basah. Perbedaaan berikutnya tentu saja masalah harga, di pasar modern, harga lebih mahal sedikit dari pasar tradisional dan masih lebih murah daripada di supermarket.
Makin banyak pasar modern di sekitar Jakarta, pelopor pertama sepengetahuan saya adalah Pasar Modern BSD, yang benar-benar asik untuk dikunjungi, bersih, besar, apik, tertata rapi dan yang paling penting bisa untuk sekaligus sarana “rekreasi” mingguan bersama keluarga di Minggu pagi. Sarapan yang beragam ada di sana, sungguh asik dijelajahi. Kemudian ada Sinpasa Pasar Modern di Gading Serpong dan terakhir menyusul adalah Pasar Modern yang ada di Serpong Plaza. Dan ada lagi di Cibubur, dan beberapa tempat lain lagi, silakan ditambahkan bagi yang mengetahui.
Belanja di pasar modern jauh lebih mengasikkan dibanding di pasar tradisional, terutama dari segi kenyamanan dan kebersihan. Sungguh asik sekali....
Bagaimana pengalaman Anda semua berbelanja? Yang saya tahu, pasar di Holland sana, buka di hari-hari tertentu saja, yang dikenal sebagai hari pasaran, persis seperti di kota-kota pesisir utara Jawa, dan kota lain di pelosok Indonesia yang masih menganut hari pasaran.
Daripada terlalu panjang, mari kita nikmati saja foto-foto asik pasar dari berbagai penjuru negeri, mulai Asia, Eropa dan Amerika. Apakah ramalan Joyoboyo benar-benar terbukti? Semoga jangan....pasar masih merupakan simbol interaksi manusia paling hakiki, urusan perut, urusan dapur...walaupun memang di dunia modern ini modernisasi dan sentuhan modern di sana sini tak terhindarkan.....
Pasar di Okinawa by Awwal
Pasar di New York by Lizzie
Pasar di Holland by La Rose
Pasar di kotaku sangat kecil, adanya hanya setiap hari Sabtu saja (seminggu sekali) kalau di Den Haag, Groningen, Amsterdam, lumayan besar deh pasarnya ada yang tiap hari kayak di Amsterdam (Pasar Albert Cuyp) ada juga kota yang hanya dua kali dalam seminggu.
Pasar di kota-kota besar sangat komplit ada macam-macam bumbu dan sayuran dari Asia, sedangkan di kotaku tinggal nggak ada tuh sayuran atau bumbu Asia, kalau aku perlu harus ke kota besar, makanya kalau kebetulan aku pergi ke kota besar belanja bumbu dapur yang aku perlukan sekaligus banyak atau cukup beli bumbu jadi.
Hanya sekarang aku masak tidak serajin dulu waktu aku masih baru datang ke Belanda, aslinya waktu aku di Indonesia memang nggak bisa masak, karna tinggal di Belanda jadi aku bisa masak (terpaksa deh..hihihi) berhubung aku diajak kolaborasi cerita tentang pasar, ide yang bagus pikirku daripada berantem saling bersaing antar Kokiers lebih baik berkarya bersama,jadi aku pergi ke pasar hari Sabtu padahal aku nggak pernah ke pasar kecuali kalau aku memang lagi pengen makan ikan Makrel dimakan sama colo-colo..lekker.(lain kali aku akan cerita tentang ikan Makrel)
Pasar di Surabaya by Sukabridge
Waktu Wenny ngajak bikin tulisan tentang pasar yang terlintas dipikiranku langsung Pasar Kembang, pasar tradisonal yang deket dengan rumahku. Pasar Kembang jalan raya, antara Jl. Kedungdoro sama Jl. Diponegoro. Pasar ini bangunannya terdiri dari 2 tingkat, yang bawah dipakai buat jualan bahan pokok, sayuran, ayam, daging, buah, banyak asal kebutuhan sehari-hari. Sedangkan di tingkat 2, di buat sebagai bioskop namanya Pasar Kembang Cineplek (gak tau masih jalan apa gak, soalnya gak pernah naik ke lantai 2). Dulu, sebelum dijadikan bioskop lantai 2 ditempati pedagang sepatu sama baju, kira-kira ada 6-8 kios yang di sana, seiring sepinya pembeli kios- kios yang di atas kukut (soalnya kalu mau beli sepatu ma baju orang-orang daerahku lebih suka belanja ke Pasar Turi dekat juga cuma sekali angkot).
Penjual daging sapi dijadikan satu tempat, ditaruh di ruang kaca, kira-kira ada 20 penjual, penjual ikan trus tempat penjual ayam kampung serta pemotongannya ada di bagian belakang pasar. Ditengah-tengah pasar ada penjual segala macam, mereka jualan diatas bedak, mulai sayuran, kue, bumbu, tempe, kalu ayam ditaruh di meja, bukan dibedakan yang bergandengan. Sedangkan dipinggir-pinggirnya dibangun kios-kios, yang diisi penjual sembako, baju, buah-buahan, snack. Di bagian depan pasar yang jual kebanyakan para penjual buah-buahan, sama kembang (kembang buat org mati+buat pernikahan), selain jualan kembang para penjualnya juga jual perlengkapan buat orang mati seperti kain kafan dan sebagainya, di samping itu juga ada org yg jualan barang-barang dr tanah liat yg di bakar, kek celengan. Oh,ya di pasar ini juga ada buat pedagang daging babi, tempatnya jauh dari penjual daging sapi jadi gak mungkin keliru, ada 4 kios, tapi waktu aku ke sana cuma ada 2 kios. Di bagian depan pasar juga ada took emasnya, dulu sebelum dibangun kios-kios baru di depan, bagian depan samping digunakan sebagai tempat sampah, setelah adanya renovasi, tempat sampah cuma ada di bagian belakang samping pasar.
Para pedagang selain jualan di dalam pasar, banyak yang berjualan di jalan raya sepanjang pasar kembang sehingga bikin macet. Mereka rata-rata tidak mau masuk ke dalam pasar alasannya sepi. Mereka yang berjualan diluar ini jualan denagn H2C (harap-harap cemas) soalnya terkadang satpol PP ma Polisi ngadakan obrakan (waduh gak tau aku bhs indonesianya apa). Kalu Polisi yang ngadakan mending barang2dagangan cuma di buang di sebrang jalan yang ada tamannya,sehingga masih bisa diambili. Kalu satpol PP, langsung diangkut ke truk. Jadi kalau ada ombarkan para penjual itu lari ke daerah Wonorejo, gang-gang di dekat pasar kembang.
Pasar becek ala HK by Wenny - Kowloon
Ide nulis pasar ini datang lantaran jumlah pasar tradisional/pasar becek yang ada kayaknya sudah menurun. Pamornya pun kalah dengan supermarket dan hypermarket. Dan karena ini kolaborasi bersama dari beberapa negara maka aku ngga akan panjang kasian yang baca ^.^
Tentunya seperti di tempat-tempat lain pasar tradisional ialah tempat jual-beli sayur mayur dan livestocks dari unggas-2an, ikan-2an dan daging-2an. Di sini pun demikian cuma yang sedikit beda dengan yang di JKT (perbandingan dilakukan dengan JKT karna aku ngga pernah hidup didaerah lain) adalah kebersihan & keteraturannya, cmiiw.
Di Jakarta dulu, walaupun pasarnya becek asli becek dan tidak teratur aku termasuk yang suka pergi ke pasar. Di sini pun demikian, dari pergi kepasar belajar bahasa sini jadi lebih mudah (setidaknya soal nama sayur dan buah-buahan). Yang dijual di pasar di HK bisa dibilang sangat beragam walaupun hampir 95%nya adalah hasil export cuma soal rasa emang beda, bawang merah di sini tidak sepedes bawang merah yang ada di JKT, kentang lebih mudah lunak apalagi buah-buahannya beda sekali (tidak seenak yang di JKT dulu)...
Pasar di HK biasanya berlokasi di bangunan bertingkat yang dikelola pemerintah maka kadang diatas pasar juga ada perpusatakaan, gedung olah raga dan kantor pemerintah lainnya. Ini dikarnakan lahan datar di HK yang tidak seberapa jadi penggunaan lahan yang mesti selalu ke atas. Ada banyak juga toko-toko sekitar pasar yang disewa oleh para pedagang sayur atau buah atau daging (penjual unggas hidup sedikit sekali yg berada di luar pasar demi kesehatan) sehingga jalanan pun menjadi seperti pasar.
Pasar yang ada di gedung biasanya tertata rapi kalau yang besar, tiap lantai untuk sejenis atau 2 jenis barang saja tapi kalo yang kecil bisanya tiap barisnya untuk tiap barang yang jelas sebisa mungkin dipisahkan agar tidak terjadi kemungkinan virus cross contamination. Itu sebabnya penjual unggas selalu dipisahkan bagiannya. Dan akan ada saat di mana bagian unggas tutup sehari penuh karna bagiannya mesti dicuci bersih, aku lupa dan tidak yakin seminggu sekali atau sebulan sekali karna aku sudah jarang sekali ke pasar beberapa tahun belakangan ini.
Penjual makanan jadi/restoran-restoran pasar akan dapat ditemukan di pasar-pasar yang besar dan biasanya di lantai paling atas pasar. Penempatan bagian pasar biasanya yang paling dasar yang basah hingga yang kering. Kalau pasarnya kecil, pintu masuk yang paling dekat dengan tempat pengiriman barang akan ditempati oleh ikan, daging dan unggas-unggasan. Pasar selalu memiliki banyak pintu masuk tergantung bentuk pasarnya, kalau pasarnya segi lima akan ada lima pintu masuk di tiap sisinya. Jika pasarnya memanjang akan ada beberapa pintu masuk di sisi yang panjang itu.
Saat ini penjual-penjual pasar mesti bersaingan dengan superstores yang biasa dimiliki oleh perusahaan-perusahaan konglomerat. Pernah ada protes besar dari penjual daging yang paling umum dijual di HK karna harga jual yang diberikan oleh superstores ke pembeli jauh lebih murah dari harga daging yang mereka beli dari wholesaler. Namun karna sering pula terjadi peristiwa-peristiwa ditemukannya bahan kimia yang (dapat) membahayakan kesehatan pada barang-barang yang dijual disuperstores maka tidak sedikit pembeli yang tetap setia berbelanja di pasar traditional.
Dan hal lain yang terkesan mengancam pasar dari kepunahan di HK adalah pembangunan. Banyak pasar yang telah lama dibangun dan menempati daerah strategis, pasar-pasar jaman dulu memiliki arsitektur yang unik dan tidak menjulang tinggi seperti bangunan-bangunan lain. Maka pemerintah dengan alasan pembangunan sering kali membongkar dan membangun gedung pasar baru yang lebih menguntungkan pemerintah karna rent yang bisa dihasilkan. Pasar lama di Wanchai saat ini sedang dibongkar setelah banyak tentangan dilakukan oleh warga dan organisasi-organisasi yang peduli tentang asitektur gedung dan gedung-gedung kuno. Banyak pihak yang ingin the old Hong Kong to be preserved...dan aku termasuk di sana.
Mudah-mudahan saja generasi setelahku masih bisa melihat pasar dan merasakan langsung pengalaman pergi ke pasar bersama mama, nenek atau mungkin kakek- neneknya. Semoga!
Pasar di Serpong by JC
Referensi: http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/places-of-interest/beringharjo/ http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar http://64.203.71.11/kompas-cetak/0504/25/metro/1705852.htm
MODERATOR - Penanggungjawab: ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id
|
advertisement
|
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|
|
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved |