|
|
|
KoKiKlik
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Kastil dan Bunga
Little Wiltshire - - Inggris Adakah keterkaitan antara kastil dan bunga,tentu saja ada. Kedua-duanya saling mendukung untuk menyempurnakan apiknya suatu panorama, ketika kita tengah menatap untuk mengagumi. Highcliffe kastil dan bunga Rhododendrum, berdampingan sejak ratusan tahun di lokasi yang sama, di kota Christchurch ( bukan di New Zealand ) di wilayah Dorset, bagian selatan Inggris. Persis diatas tebing di depan pantai selatan berdiri tegak dan kokoh bangunan ini. Sementara bunga Rhododendrum aneka warna tumbuh subur mengitari kastil turut serta menyemarakan suasana disekitarnya. Bunga yang mudah tumbuh dalam pot sebagai tanaman hias, atau tumbuh subur mencapai ketinggian dan meluas hingga 6 meter di alam bebas, daunnya mempunyai kemiripan dengan bunga kamboja yang banyak kita jumpai di tanah air. Termasuk bunga yang tahan terhadap cuaca 4 musim. Berbunga disaat akhir musim semi hingga awal musim panas.
Tahun 1823 seorang penulis berasal dari negara Perancis, mengeluh dan mencemaskan akan banyaknya aset sejarah yang hilang. Hal ini terjadi akibat revolusi Perancis dan atas dasar kebijaksanaan Napoleon, dalam jumlah besar menjual aset tersebut dengan harga murah kepada bangsa Inggris. Dibayangi masa kecil yang indah hidup mapan di lingkungan kastil, maka setelah ayahnya meninggal Lord Stuart membujuk rayu sang ibu untuk kembali membeli kastil, dan bujukan tersebut membuahkan hasil. Disamping keinginannya untuk memhabiskan masa pensiun dari karir diplomat dengan tenang dan damai. Maka setahap demi setahap, Lord Stuart membangun kembali kastil yang dinilai keelokannya sudah memudar. Berkreasi dan merealitakan impiannya menjadikan kastil yang indah dan romantik sebagai tempat hunian, merupakan ambisinya. Bahan baku bangunan, khusus didatangkan dari negeri seberang, negara Perancis. Setelah itu kastil ini seperti tak bertuan, hancur berantakan korban vandalism dan berakhir dengan kebakaran di tahun 1960. Mulai dilirik oleh seorang pengusaha pada tahun 1977 dan mengucurkan dana untuk merenovasi, tahun 1994 mulai dibuka untuk umum, setahun kemudian atas dana Heritage Fund sebesar 2.7 juta poundsterling kembali diperbaiki. Tahun 2003 pemda setempat berinisiatif mengucurkan dana sebanyak 1.2 juta, untuk perbaikan bagian lain, yang sekarang berfungsi sebagai tempat pameran, konser musik klasik dan resepsi pernikahan. Ketika saya menginjakan kaki disana, beberapa hari sebelumnya terselenggara pernikahan ala Inggris yang dikenal dengan The White English Wedding. Saya tak dapat berbohong, nuansa yang masih tertinggal disana nampak sangat romantik, bunga-bunga Chrisan, lily, mawar dan freesia dominan memenuhi ruangan, tempat yang tepat untuk mengucapkan Yes, I do. Dibuka untuk umum sejak tanggal 1 Februari sampai 23 Desember, harga tiket sangat terjangkau £2.50. Bila kokiers suatu saat singgah disini, jangan segan untuk mampir sejenak di tea room, sekedar mencicipi minum teh ala Inggris, dan manjakan lidah dengan sepotong kue scone berbalut cream kental dan selai strawberry, Mmmmmm....lezat.
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id |
advertisement
|
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|
|
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved |