Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiKlik
/ Home / KoKiKlik /
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Kastil dan Bunga
Little Wiltshire - - Inggris

Adakah keterkaitan antara kastil dan bunga,tentu saja ada. Kedua-duanya saling mendukung untuk menyempurnakan apiknya suatu panorama, ketika kita tengah menatap untuk mengagumi.
 

Highcliffe kastil dan bunga Rhododendrum, berdampingan sejak ratusan tahun di lokasi yang sama, di kota Christchurch ( bukan di New Zealand ) di wilayah Dorset, bagian selatan Inggris. Persis diatas tebing di depan pantai selatan berdiri tegak dan kokoh bangunan ini. Sementara bunga Rhododendrum aneka warna tumbuh subur mengitari kastil turut serta menyemarakan suasana disekitarnya. Bunga yang  mudah tumbuh dalam pot sebagai tanaman hias, atau tumbuh subur mencapai ketinggian dan meluas hingga 6 meter di alam bebas, daunnya mempunyai kemiripan dengan bunga kamboja yang banyak kita jumpai di tanah air. Termasuk bunga yang tahan terhadap cuaca 4 musim. Berbunga disaat akhir musim semi hingga awal musim panas.

Tahun 1823 seorang penulis berasal dari negara Perancis, mengeluh dan mencemaskan akan banyaknya aset sejarah yang hilang. Hal ini terjadi akibat revolusi Perancis dan atas dasar kebijaksanaan Napoleon, dalam jumlah besar menjual aset tersebut dengan harga murah kepada bangsa Inggris.
 
Salah seorang bangsa Inggris tersebut adalah Sir Charles Stuart, kemudian dikenal sebagai Lord Stuart de Rothesay. Seorang pria yang hidupnya penuh dengan mimpi, dan tak segan-segan mewujudkan impiannya itu menjadi suatu kenyataan. Lord satu ini adalah mantan duta besar Inggris untuk negara Perancis di tahun 1815-1824 dan berlanjut pada tahun 1828-1830.
 
Lord Stuart juga seorang cucu bangsawan Inggris bernama John Stuart, pemilik kastil ini. Ayah Lord Stuart yang merupakan pewaris kastil berikutnya, justru tidak berminat untuk melanjutkan tradisi bermukim di kastil seperti layaknya seorang bangsawan lainnya, sehinngga memutuskan menjual kastil tersebut pada bangsawan lain bernama James Penleaze.
 

Dibayangi masa kecil yang indah hidup mapan di lingkungan kastil, maka setelah ayahnya meninggal Lord Stuart membujuk rayu sang ibu untuk kembali membeli kastil, dan bujukan tersebut membuahkan hasil. Disamping keinginannya untuk memhabiskan masa pensiun dari karir diplomat dengan tenang dan damai. Maka setahap demi setahap, Lord Stuart membangun kembali kastil yang dinilai keelokannya sudah memudar. Berkreasi dan merealitakan impiannya menjadikan kastil yang indah dan romantik sebagai tempat hunian, merupakan ambisinya. Bahan baku bangunan, khusus didatangkan dari negeri seberang, negara Perancis.
 
Lord Stuart sendiri meninggal pada tahun 1845, kastil diwariskan pada sepupunya, mayor jenderal Edward Stuart Wortley. Generasi Wortley menetap disana hingga tahun 1950. Selanjutnya kastil berfungsi sebagai tempat penampungan anak-anak tidak beruntung. 
 

Setelah itu kastil ini seperti tak bertuan, hancur berantakan korban vandalism dan berakhir dengan kebakaran di tahun 1960. Mulai dilirik oleh seorang pengusaha pada tahun 1977 dan mengucurkan dana untuk merenovasi, tahun 1994 mulai dibuka untuk umum, setahun kemudian atas dana Heritage Fund sebesar 2.7 juta poundsterling kembali diperbaiki.
 
Sampai saat ini kastil tersebut belum seluruhnya tuntas direnovasi, pada bagian dalam terlihat akibat ganasnya si jago merah menghanguskan bangun ini dan karena lama tak berpenghuni maka banyak benda-benda bersejarah yang tak dapat diselamatkan oleh amukan api.
 

Tahun 2003 pemda setempat berinisiatif mengucurkan dana sebanyak 1.2 juta, untuk perbaikan bagian lain, yang sekarang berfungsi sebagai tempat pameran, konser musik klasik dan resepsi pernikahan.  Ketika saya menginjakan kaki disana,  beberapa hari sebelumnya terselenggara pernikahan ala Inggris yang dikenal dengan The White English Wedding. Saya tak dapat berbohong, nuansa yang masih tertinggal disana nampak sangat romantik, bunga-bunga Chrisan, lily, mawar dan freesia dominan memenuhi ruangan, tempat yang tepat untuk mengucapkan Yes, I do.
 
Sekarang tanggung jawab pemilikannya dipegang oleh pemda Dorset, dikunjungi sekitar 400.000 wisatawan, diakhir pekan turis Perancis lebih banyak nampak disini, dikarenakan posisinya berhadapan dengan beberapa kota di Perancis seperti St. Malo, Caen dan Cherbourg. Jarak tempuhnya hanya 4 jam dengan kapal bermesin standart dan 2 jam dengan kapal super cepat.
 

Dibuka untuk umum sejak tanggal 1 Februari sampai 23 Desember, harga tiket sangat terjangkau £2.50. Bila kokiers suatu saat singgah disini, jangan segan untuk mampir sejenak di tea room, sekedar mencicipi minum teh ala Inggris, dan manjakan lidah dengan sepotong kue scone berbalut cream kental dan selai strawberry, Mmmmmm....lezat.   
 
Sumber: The Dorset Magazine, Dorset life in Christchurch 2008.  

 


MODERATOR - Penanggungjawab: ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id
 

1 dari 5 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Terima Kasih kepada kokiers yg telah merespon artikel ini : Mak Z, Bebe koala mum, Nvios, PDD, Reef, Ariana, JC, LR, Dmeong, Astuti , Mba iif, Juwita.

Posted by: Little Wiltshire | Sabtu, 26 Juli 2008 | 07:24 WIB

Kastil-nya tampak megah sekaligus angker yaa.. aku suka bunga yang di foto nomer 4, warnanya bagus..

Posted by: Juwita S. | Kamis, 24 Juli 2008 | 18:30 WIB

mbak little..alur ceritanya apik sekali, bunganya juga sungguh cantik2x dan kastilnya?? kok jadi sama dengan kokonya teh la rose dan mbak dewi yach?? abis saya sering nonton film drakula juga nih...hi..hi..hi... btw kastilnya kelihatan megah.

Posted by: iif | Kamis, 24 Juli 2008 | 07:22 WIB

Little Wilthshire, Kastil di Inggris dan di eropa pada umumnya seperti benteng, bangunannya besar besar "melekat" di rumput hijau. Hm... rhododendrum ini memang beraneka warna dari putih, pink hingga ungu, tanaman perdu yang indah. Di jp ukuran bunganya ada yang besar dan kecil, memang indah dibuat sebagai tanaman pagar.

Posted by: Astuti | Rabu, 23 Juli 2008 | 03:48 WIB

untung disini gak ada menyang yah, huahaha, kalau gak kan tuh drakula bisa keluar deh.....he he he.......ssst bunga nya cantik juga ....jadi gak takut lagi deh...

Posted by: dewi meong | Selasa, 22 Juli 2008 | 19:31 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Untuk menjaga kesegaran dan kebugaran, olahraga apa yang Anda ikuti? ( */Asmod )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort