Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiLife
/ Home / KoKiLife /
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
The Right Man at The Right Place
Miedy Bishop - San Diego

Sejak masih di Indonesia, saya sudah memutuskan untuk benar-benar mengikuti prinsip “The Right Man at The Right Place”. Bagi saya, penting jika seseorang itu bekerja di bidang yang benar-benar sesuai dengan keahliannya, terlebih lagi yang sesuai dengan apa yang dicita-citakan.

Kamis  ini merupakan hari pertama saya kerja di PetSmart.  Hanya part time dengan bayaran yang kecil (walaupun jumlahnya kalau dirupiahkan tetap lebih besar gaji saya dulu waktu masih di Indo… Hehehe).

Tapi, pastinya akan berkesan karena ini merupakan pekerjaan saya yang pertama di Amerika Serikat.

Oh..oh. Apakah ini berarti saya tidak memegang prinsip yang sudah lama saya tanamkan ke diri saya? Bahkan ketika saya masih sangat kecil. Betapa gemarnya saya membayangkan karir atau hidup macam apa yang ingin saya jalani ketika menjadi dewasa.

Prinsip itupula yang membuat saya kuliah dan belajar Jurnalistik. Ya, bekerja di media merupakan mimpi saya sejak masih kecil. Pekerjaan pertama saya adalah menjadi seorang wartawan.

Saya beruntung diajak kerja sebuah media cetak ketika saya sedang magang. Ketika teman-teman saya, sepupu-sepupu saya, bahkan tante dan oom saya kesulitan mencari pekerjaan, di usia 21 tahun, saya sudah punya pekerjaan tetap, dengan gaji yang lumayan. Mimpi saya telah jadi kenyataan.

Tapi, saya tahu di hidup ini kita harus menentukan pilihan. Sesuatu yang tidak pernah saya rencanakan sebelumnya. Saya memilih meninggalkan pekerjaan yang telah menjadi identitas saya, supaya saya bisa bersama seseorang yang kini menjadi suami saya.

Bersama suami juga merupakan salah satu mimpi saya yang paling gila dan rasanya susah untuk menjadi kenyataan. Saya ingin bisa bersama dengan seseorang yang bisa mengerti saya, yang percaya dengan mimpi dan cita-cita saya. Siapa sangka, seseorang itu tinggal di benua yang berbeda.
 
Tapi, begitu pindah ke sini, saya tiba-tiba tersentak. I’m not the right man (I am a woman, by the way) at the right place anymore.  Saya tahu kemampuan saya berbahasa Inggris masih kurang jadi tidak mungkinlah kembali menekuni profesi jurnalistik.

Oh, No. Apa yang akan saya lakukan di sini? Saya takut kehilangan identi diri yang telah saya bangun sejak sekian lama.

Thank God, saya masih dipercayakan koran tempat saya kerja dulu untuk sekali-kali menulis artikel, so I don’t really leave my dream job completely. Walaupun terus terang, saya masih suka envy dengan kawan-kawan di Indonesia yang menekuni profesi yang SANGAT saya cintai tersebut.

Masih jelas di ingatan saya, rasa bangga saat memperkenalkan diri sebagai "wartawan" selama empat tahun. Hanya empat tahun. Waktu yang sangat singkat untuk seseorang yang sangat mencintai profesi tersebut untuk pensiun.

Saya memutuskan untuk sedikit flexible dengan prinsip saya. Akhirnya sampai pada kesimpulan, jika saya tidak bisa menggunakan skills saya di sini, harapan saya, setidaknya saya bisa bekerja di bidang yang saya sukai. Ah, life seemed gonna get better again soon.

Nah, sewaktu browsing di segala macam situs yang memuat segala macam lowongan pekerjaan, sampailah saya di iklan yang dipasang PetSmart. Mereka ternyata sedang mencari Pet Specialist untuk bekerja di Pets Hotel, milik mereka. Kriterianya hanya satu, MENCINTAI BINATANG!

Yes! That sound like me! I LOVE animals
! Karena di sini kami hanya tinggal di apartemen dan kondisi keuangan yang masih pas-pasan, kami belum bisa mempunyai binatang peliharaan. Jadi, kalau kebetulan rindu ingin bermain dengan anjing, saya biasanya ke dog park. Bisa mengelus kepala anjing sekali saja, rasanya senang sekali. Biarpun lagi bad mood bisa kembali tersenyum lagi.

So, saya memutuskan untuk apply di Pets Hotel kira-kira sebulan yang lalu. Seminggu kemudian, saya dihubungi dan dibuatkan janji untuk wawancara.

Saya bertemu dengan salah seorang supervisor bernama, Joanna. Sebelum wawancara, saya diajak staff yang lain keliling Pets Hotel. Dia menjelaskan 95 persen pekerjaan di sini adalah “cleaning all the time” dan hanya 5 persennya bermain dengan para anjing atau kucing.

Selagi berkeliling, para anjing peliharan yang sedang dititip di sana terus mendekati saya. Mereka terus-terusan menjulurkan kepala dari balik jeruji, seakan-akan ingin mengucapkan selamat datang atau hanya ingin sekedar menyapa. I know that at the time that I want to work here.

Selanjutnya, tahap wawancara. Joanna tanya kenapa saya ingin bekerja di sini dan apakah saya tidak keberatan dengan prinsip kerja mereka.  Para anjing yang ramah dan terus menggoyangkan ekor mereka membuat saya tidak ragu-ragu menjawab," Tidak. Saya tidak keberatan sama sekali."   Dan ini memang jawaban saya sejujur-jujurnya.

Kemudian seorang supervisor yang lain (saya lupa namanya) juga mewawancarai saya.  Katanya, mereka juga sedang membuka lowongan untuk posisi cashier di PetSmart. Saya bilang saya tidak punya pengalaman berurusan dengan cash. Lagipula saya lebih suka dealing langsung dengan binatang peliharaan, termasuk reptil sekaligus.

Selanjutnya, Joanna datang lagi. Dia mengatakakan sebelum saya secara resmi diterima, saya wajib memasukkan hasil Drug Test (mereka yang bayar tentunya). Kata dia, hasilnya akan mereka terima Jumat nanti, dan dia akan menelpon saya.di hari itu juga. Dia juga bilang kalau dia tidak telpon, saya dipersilahkan menelponnya.

Begitu keluar dari PetSmart, saya langsung ke klinik untuk drug test tadi. Hampir saja terlambat karena klinik ditutup jam 5 sore dan tes terakhir hanya sampai 4.30, sedangkan saya tiba di sana 4.15 sore.

Kemudian, the waiting game was begun. Pas hari Jumat, Joanna tidak menelpon. Akhirnya saya yang menelpon. Kata Joanna, dia belum menerima hasilnya, makanya dia tidak menelpon.

Beberapa hari kemudian, Joanna menelpon, katanya dia sudah menerima hasil drug test saya, tapi mereka punya tawaran lain. Mereka ingin saya menjadi cashier. Saya bilang bukannya saya keberatan (padahal iya), tapi saya tidak punya pengalaman dengan cash sebelumnya, apalagi ini American money yang sampai sekarang masih bikin pusing kepala. Joanna bilang tak usah khawatir karena nanti akan di-training. Joanna bilang nanti akan ada manager lain yang menelpon bernama Judy.

Hari demi hari berlalu, dan seseorang yang bernama Judy belum juga menelpon. Akhirnya, prinsip saya mulai melemah. Mulai kepikiran untuk kerja apa saja, yang penting punya kerjaan. Mulai nyari lowongan kerja di lain tempat tapi sebatas kirim resume saja.

Atas saran dari suami, saya menelpon Judy. Katanya dia ingin menelpon saya, tetapi sampai saat ini dia belum menerima hasil drug test saya! (padahal menurut Joanna mereka sudah terima). Dia bilang beri waktu beberapa hari lagi.

Selagi menunggu, saya terus melihat lowongan pekerjaan, bahkan akhirnya sign up di sebuah temporary agency.  Terus terang, saya mulai capek menunggu kabar dari PetSmart.

Akhirnya, setelah beberapa hari berlalu, saya kembali menelpon mereka. Saya memutuskan, jika mereka masih tak punya jawaban, sudah saatnya saya untuk move on.  Kata Judy, dia barusan akan menelpon saya.  Dia bilang semua file saya sudah lengkap tapi dia sedang meeting.  Dia janji telpon setelah itu.

Sempat kepikiran, ah janji lagi, janji lagi.  Tapi, dia benar-benar telpon!  Katanya saya akan mulai kerja Kamis ini, dua hari pertama adalah training dan paperwork. Dia tahu kalau awalnya saya apply untuk Pet Care Specialist. Katanya, kalau nanti mereka buka lowongan di bidang tersebut, saya bisa transfer.

Nah, ketika tengah menunggu kabar dari PetSmart, saya sebenarnya sempat apply di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang entertainment. Tugas karyawannya mewawancarai (atau survey) orang soal film macam apa yang paling dinanti. Saya sendiri sudah pernah mengikuti survey mereka.  

Bagi penggemar film seperti saya, terlibat dalam survey ini sangat menyenangkan. Ah, dunia film merupakan mimpi saya yang lain. Di saat waktu senggang saya sering menuangkan ide-ide saya dalam bentuk naskah film atau screenplay. Iya, saya memang suka banget dream big... Hehehe.  

Sebenarnya sejak pindah ke AS, saya sudah tertarik kerja di perusahaan entertainment tersebut. Selain itu iklan lowongan pekerjaan mereka terus muncul di sejumlah situs. Tapi, saat itu saya belum punya work permit, jadi terpaksa keinginan saya harus ditunda dulu.

Eh, begitu permit tiba, giliran iklan tersebut menghilang tanpa jejak dan baru muncul lagi  sewaktu saya lagi menunggu jawaban dari PetSmart. Saya kemudian apply, karena siapa tahu PetSmart tidak akan pernah memberikan jawaban.

Eh, hari ini dapat telepon dari seseorang bernama Josh. Katanya dia sudah menerima resume saya dan ingin mewawancarai saya Sabtu ini. Ditambahkannya lagi, ini pekerjaan yang flexible dan biasanya semua karyawannya sudah punya pekerjaan yang lain.

Sampai saya menulis artikel ini, saya belum tahu kalau saya diterima. Harapan saya, kalau mereka nantinya mau memperkerjakan saya, jadwalnya tidak bertubrukkan dengan PetSmart.

Nah, kalau dipikir-pikir. Saya sama sekali tidak beralih dari prinsip sebelumnya. I am still the right man (woman) at the right place! saya suka dengan film dan mungkin dalam waktu dekat ini bisa kerja di bidang entertainment.

Saya suka binatang dan mulai Kamis ini akan bekerja di toko yang menjual segala macam-macam peralatan, makanan, aksesoris dan sebagainya untuk binatang peliharaan. Bahkan, kalau nantinya ada lowongan untuk Pet Care Specialist, saya diperbolehkan transfer. Everything seemed gonna work out just fine!

Satu hal yang pasti, saya yakin ini adalah awal dari sesuatu yang besar dan saya akan terus berusaha dan bermimpi. Finger crossed!

 

 

MODERATOR - Penanggungjawab: ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

 

1 dari 7 Halaman Komentar | First Prev Next Last

With a dream in your pocket,and hope in your heart,you have a good start.Well.....good luck mbak...

Posted by: Nh Luqman | Selasa, 22 Juli 2008 | 15:06 WIB

Setuju sekali, WesCov ;)

Posted by: MajFrukt | Selasa, 22 Juli 2008 | 11:44 WIB

Nice Miendy, it's ok to have big dreams coz without dreams, there is no hopes!

Posted by: WesCov-CA | Selasa, 22 Juli 2008 | 03:29 WIB

Miedy, good on you..

Posted by: Juwita S. | Senin, 21 Juli 2008 | 08:04 WIB

Miedy, you go girl...jangan takut when there's a will there's a way. Bener juga kata Phie networking kudu. waktu pertama saya disini udah puluhan lamaran saya kirim kepengen punya kerjaan seperti kerjaan saya diJkt dulu, uh cape deh. Akhirnya saya dapet kerjaan yang mirip bukan dari hasil kirim lamaran tapi hasil dari networking. Tapi ternyata saya udah mencintai bidang baru yang saya baru lirik semenjak disini yg totally different sama bid saya diJkt dulu, walaupun harus mulai dari awal lagi, tapi sekarang saya enjoy dibidang yang baru. Kalo mau sukses sih tergantung sama orangnya, kalau kamu giat dan pantang menyerah, someday you'll achieve what you want. Good luck to you.

Posted by: Dch | Senin, 21 Juli 2008 | 02:49 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Sebagai debut perdananya, andai KoKi Enterprise akan membuat buku, kira-kira tulisan siapakah yang menarik dan punya nilai jual? ( */ Prabu )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort