Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Japan - Elementary School Graduation
Astuti - Osaka, Jepang

Murid murid di Indonesia baru saja masuk sekolah setelah kenaikan kelas/kelulusan dan libur panjang.  Sebagai orang tua murid (ortu) saya pernah diundang ketika anak anak lulus SD dulu.  Acaranya meriah. Bagaimana dengan di Jepang?  Nah ini ceritanya.
 
Sulit untuk menolak undangan yang disampaikan dengan tulus. Pagi di bulan Maret itu saya diundang untuk mengikuti graduation ceremony di elementary school.   Sekretaris di kantor mengatakan daijobu desu (tidak apa apa), ketika saya minta ijin ke mr. Bos untuk datang agak siang. Tidak enak saja rasanya melakukan sesuatu yang unrelated dengan pekerjaanku di sini pada hari kerja. Keinginan untuk melihat bagaimana upacara kelulusan di Jp sangat besar, apa sih bedanya dengan pesta perpisahan SD di tanah air?
 
Undangan itu datang dari Mizuo Elementary School, mungkin karena sebelumnya saya telah pernah memperkenalkan Indonesia di sekolah tersebut, dan pernah saya tulis dalam artikel KoKi berjudul ”Sehari Bersama Murid Mizuo Elementary School Osaka”:
 
http://community.kompas.com/index.php/read/artikel/22
 
Pada hari kelulusan, tepat pukul 8.30 pagi para guru dan saya sebagai pemerhati telah berkumpul di ruang guru, ada meeting singkat seperti rapat koordinasi sebelum pelaksanaan kegiatan untuk acara hari ini, rapat dipimpin oleh kepala sekolah dan wakilnya. Semua guru berpakaian hitam dengan berbagai model lengkap dengan bros atau corsage, pak guru memakai jas hitam lengkap. Saya sendiri diminta mengenakan baju tradisional, meski kukatakan bawa baju hitam formal. Ibu kepala sekolah dan ibu wali kelas 6 memakai kimono dan hakama. Instruksi hanya berlangsung 10 menit, ibu kepala sekolah juga mengucapkan terima kasih karena saya telah memenuhi undangan mengikuti acara pada hari itu.
 
Mengingat acara kelulusan SD di Jp ini berlangsung serentak pada tgl 19 Maret 2008 , maka para pejabat di bidang pendidikan di daerah tersebut harus membagi waktu. Para tamu undangan mengirimkan ucapan selamat bersifat resmi apabila tidak bisa hadir, dalam bentuk kartu dan tulisan yang dipajang di sebuah papan di salah satu dinding aula.
 

 

 
 Upacara Formal - Menghargai Institusi Pendidikan
 
Pesta perpisahan SD di Indonesia, selalu berlangsung meriah, selain pidato, pengumuman juara setiap kelas, juga pentas seni. Semua murid dari kelas 1 hingga kelas 6 hadir, sekolah memang menyelenggarakan pesta akhir tahun untuk semua anak, bahkan ada yang menampilkan acara adat, pesta bisa berlangsung dari pagi hingga sore.
 
Di Jp acara ini diselenggarakan dengan sangat formal malah menurutku seperti disakralkan, bagaimana tidak? Acara dilakukan di aula yang sudah dihias, kursi tengah depan menghadap panggung disediakan untuk kelas 6, di sayap kiri dan kanan menghadap anak anak itu adalah para guru dan tamu penting dari dinas pendidikan Jp.  Setelah itu ortu (ortu=orang tua) kls 6 ditempatkan dalam formasi huruf U, di tengahnya anak kelas 5, kelas 1 sampai 4 tidak diundang. Semua ortu datang dengan pakaian resmi warna hitam, ada yang datang bapak ibu atau salah satunya.. Tamu undangan masuk ke aula dipimpin oleh kepala sekolah tepat sebelum acara dimulai, dan semua acara berlangsung on time. Upacara formal seperti ini bahkan sudah dilakukan di Jp sejak anak lulus dari taman kanak kanak hingga perguruan tinggi!
 

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan, kemudian diikuti keluarnya sepasang demi sepasang murid kelas 6 dari sisi kiri dan kanan panggung diiringi tepuk tangan panjang para tamu, anak anak ini tentu merasa sangat bangga. Setelah duduk semua, maka acara utamanya adalah penyerahan ijazah. Nah ini menarik bagiku karena sebelum menerima ijazah dari kepala sekolah, setiap anak memperkenalkan diri dan menyebut cita citanya, ada juga yang mengucapkan terima kasih kepada ortu. Kemudian seperti biasa ada sambutan dan pesan,  

Cita Cita Anak Masa Kini
 
Bila kita mendengar apa cita cita anak jaman dulu pasti disebut yang hebat hebat di mata anak anak itu. Masih ingat? ingin menjadi dokter, insinyur, pilot, guru,perawat, tentara dsb. Tetapi mendengar cita cita anak sekarang kita akan terheran heran, bagaimana tidak? Mereka menyebut ingin menjadi pemain soccer, Golf, Base ball, dokter mata, beautycian, guru bahasa Inggris, pembuat pastry, Lawyer, artis, pelawak. Pelawak? Aneh bukan? Apa artinya? Anak anak sekarang sudah mengerti bahwa profesi tersebut merupakan penghasil uang yang besar, mungkin dipikirnya bisa seperti pemain golf terkenal Tiger Wood misalnya. Orientasinya adalah uang, mudah ditebak tayangan televisilah yang menginsipirasinya. Saya dan para guru mendiskusikan hal ini.
 
Hal ini juga sama dengan di Indonesia, tidak percaya coba tanyakan tentang cita cita kepada anak anak sekarang, sangat beragam. Si Brindil bahkan punya cita cita buka Distro, darimana punya ide seperti itu? Yang satu lagi ingin menjadi pialang saham, padahal umurnya baru ABG, kebanyakan ingin menjadi presenter, kok tidak ada yang pengen jadi anggauta DPR ya?, gajinya khan juga lumayan, bingung juga jadi ortu sekarang.  
  
 

Senioritas - Menghargai yang Lebih Tua? 

Untuk yang sudah mengenal tatakrama masyarakat Jp tentu dapat merasakan bahwa mereka sangat mengenal senioritas. Perhatikan saja apabila ada delegasi datang ke Indonesia misalnya, pasti yang muda akan melayani yang lebih senior dan yang senior akan bertanggung jawab penuh. Juga di univ, mahasiswa under graduate akan membersihkan lab, bukan hanya labnya sendiri tapi juga lab mahasiswa magister, dan doctoral, mengajak ke cafeteria, menawari coffe dsb, sebaliknya si senior akan membantu adik kelasnya, atau ketika mahasiswa tidak bisa menjawab dalam suatu sesi tanya jawab di suatu conference, prof. pasti akan memback-up, meski kadang para mahasiswa ini tidak ingin dibantu. Menurutku senioritas sangat ditanamkan dan mereka memang diajari untuk bertanggung jawab.
 
Rupanya hal itu telah ditanamkan sejak SD. Pada ceremony ini anak kelas 5 dan kelas 6 berhadapan berdialog bergantian memberi pesan. Saya berbisik: “berapa lama mereka latihan? Kok bisa teratur begitu dialognya?” Kemudian mereka saling membungkuk memberi hormat, kemudian si adik kelas memainkan ansambel flute diiringi piano dengan nada yang sangat menyentuh, dibalas dengan nyanyian perpisahan dari kelas 6. Hari itu anak anak yang mengalami kelulusan benar benar seperti hero di mata orang tua dan guru. Menurutku hal ini baik, agar anak merasa memiliki tanggung jawab ke arah masa depannya, bahwa orang tua, guru dan pemerintah menaruh harapan kepada kelanjutan generasi penerus, yang ditunjukkan dengan perhatian mereka pada acara graduation. Lagu yang biasa dinyanyikan pada saat upacara perpisahan adalah
 
"Aogeba t?toshi" dan "Hotaru no hikari" (Sung to the tune of Auld Lang Syne)
 
 

Selamat Jalan Muridku, Ganbatte o Kudasai 

Acara berlangsung padat dan singkat, selesai dalam 2 jam. Bila biasanya pada suatu upacara para tamu kehormatan dipersilakan meninggalkan ruangan terlebih dahulu, maka pada acara ini murid kelas 6 dipimpin masing masing wali kelas meninggalkan ruangan kembali ke kelas. Bpk/ibu wali kelas dengan buket bunga yang besar yang diberikan oleh wakil POMG (persatuan ortu murid dan guru) kelas 6 menunggu muridnya satu persatu di depan pintu, seolah mengatakan ”Selamat jalan anak anakku, kuantar engkau ke pintu gerbang citamu, berjuanglah”, terharu, dalam dan penuh makna. Tak heran murid murid inipun merasakan hal yang sama, terharu dan menangis, terutama murid perempuan. 


 
Terima Kasih Atas Dukunganmu Teman
 
Setelah acara selesai kami berkumpul kembali di ruang guru untuk melakukan meeting, kembali dipimpin oleh ibu kepala sekolah yang hari itu menjadi lakon utama, saya mengucapkan selamat kepada beliau, dan ia mengatakan “Saya benar benar nervous”, dan kujawab: “ Oh anda sangat lancar, semuanya berjalan baik”. Pada pertemuan akhir ini para wali kelas 6, mengucapkan terima kasih kepada semua guru karena acara telah berlangsung dengan lancar. Ini memang hasil kerja tim. Menyiapkan ruangan, melatih murid, tentu tidak sedikit yang dikerjakan.
 
Pada kesempatan itu pula ketiga wali kelas ini menyerahkan buket bunga yang mereka terima kepada calon wali kelas 6 di tahun depan, menjadi wali kelas pada tingkat menjelang lulus besar tanggung jawabnya. Kuhitung terdapat kurang lebih 40 orang guru yang mengajar anak anak dari kelas 1 – 6, dengan masing masing tingkat terdapat 3 kelas, tidak semuanya merupakan guru tetap yang berjumlah 25 orang.  


 
Menu Khusus
 
Hari kelulusan ini ditandai dengan hal-hal yang berbeda dibanding hari biasa, semuanya serba bunga. Misal di ruangan tamu dan setiap ruang kelas 6 dihiasi dengan bunga mirip anggrek putih di dalam vas bunga. Anak anak dan wali kelas memakai corsage bunga. Selain wali kelas yang diberi buket bunga, maka masing masing murid kelas 6 mendapat buket bunga kecil dan 2 buah kado. Saya masuk ke setiap kelas dan mengucapkan selamat dan berpesan agar mereka tetap belajar dengan tekun dalam mencapai cita cita yang telah diucapkan.
 
Menu makan siang hari ini khusus, bento yang cukup mahal, indah dan benar benar oishi (enak). Juga kue beras berwarna merah dan putih sebagai hidangan khusus.
 

 


Sebelum pulang, kembali murid kelas 6 berjalan mengelilingi lorong sekolah di tengah tengah orang tua dan guru yang mengucapkan selamat jalan dipimpin wali kelas.

 
Suatu pengalaman yang menarik mengikuti pesta kelulusan di Jp, sungguh berbeda, serius, formal, mengharukan dan sarat makna.
 
Salam dari Osaka
 
 


MODERATOR - Penanggungjawab: ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

 

1 dari 7 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Bu Astuti, enak ya bisa merasakan acara di Jp yang sarat makna. Kita tunggu tulisan berikiutnya.

Posted by: Lee | Jumat, 25 Juli 2008 | 13:14 WIB

>>JUWITA, pak SUMONGGO, JEJEN. Wah pict tentang bento ini rupanya justru yang menarik yaaa, jujur saja rasanya memang enak dan indah sekali susunanya a kind of art di bidang kuliner, ini memang “keahlian” orang Jepun, membuat sesuatu dengan telaten. Trims KoKonya >>BUTET, kukira juga kue mangkok ternyata bukan, rasanya garing dan manis sekali di dalamnya terisi kacang merah yang maniss. >>DEWI MEONG, anak anak memang suka kalau hadiahnya duit he he, biasanya sih diberi buku tulis kalau dapat prestasi.

Posted by: Astuti | Senin, 21 Juli 2008 | 21:09 WIB

>>JC, Prom Night segala waduh, acara seperti di Jepun ini sebetulnya lebih berkesan dan bernilai. >>BEJAN, hiks lagunya memang menyentuh yaa, >>Bung EDY, semoga dibaca oleh pendidik di Indonesia dan menjadikan inspirasi. >>ALE, YUKA, tengkyu KoKonya. >>BEBE KOALA, cita cita anak sekarang memang pragmatis, kalau bisa gampang kenapa cari yang sulit, he he lha contohnya banyak sih. >>MAMIK, betul dialognya terdengar romantis mengingatkan masa masa indah ketika mereka berada di setiap tingkat, memang acara yang cukup unik. >>Bung DIMAS, Graduation memang suatu pencapaian pada tingkat tertentu sudah selayaknya usaha seorang murid dihargai, trims KoKonya.

Posted by: Astuti | Senin, 21 Juli 2008 | 21:00 WIB

Wuah mbak Astuti, bentonya itu lho...nggak ku-ku...mau dunk

Posted by: Jejen | Senin, 21 Juli 2008 | 20:56 WIB

REEF, GREEN TEA, dulu memang dianggap anak jurusan IPA itu lebih pinter daripada IPS, bahkan anak IPA bisa memilih fakultas social. Padahal pada kenyataannya sekarang yang “mengatur negara” dan sukses justru kebanyakan dari jurusan IPS. Saat ini bahkan lebih meningkat lagi ditambah dengan kemampuan bahasa Inggris. Persaingan seperti ini memang kurang sehat. Bagaimana dengan anak yang mempunyai kemampuan yang sedang sedang saja, bahkan kurang? Pendidikan menyeluruh yang menghargai anak apa adanya, juga diperlukan. Sayangnya ortu sering memaksakan kehendaknya.

Posted by: Astuti | Senin, 21 Juli 2008 | 20:47 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Untuk menjaga kesegaran dan kebugaran, olahraga apa yang Anda ikuti? ( */Asmod )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort