Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Unik, Pelucuran Buku Ala Tung Desem dan James Bond
Hartati Nurwijaya - Megara-Yunani

 “Human beings, who are almost unique in having the ability to learn from the experience of others, are also remarkable for their apparent disinclination to do so.”

~ Douglas Adams (Penulis Komik, 1952-2001)

 Dari kejauhan di laut lepas tampak seorang gadis pirang langsing berpakaian gaya cat woman warna merah terang  berdiri tegak diatas jet ski  sambil  membawa tas transparan ala spionase (tas yang biasa para bandit gunakan menyimpan uang). Jet ski cepat itu mirip sekali yang biasa digunakan James Bond  dalam adegan di film-filmnya.

Seketika jet ski mendekat ke kapal perang Royal Navy dan si gadis pirang naik ke atas dek kapal sambil menyerahkan tas kepada Sebastian Faulks.  Isi tas dibuka dan muncullah buku seri terbaru James Bond yang dikeluarkan dalam 21 bahasa pada tanggal 28 Mei 2008 lalu.

 

 

Sebastian Faulks adalah penulis yang dipilih oleh ahli waris Ian Flemming untuk menulis seri terbaru lanjutan petualangan agen 007. “Devil May Care” ditulisnya dalam waktu 6 minggu dan sejak dikeluarkan  kamis lalu buku ini sudah masuk daftar best seller di amazon.com British.

Di lain tempat,  sore  ini saya dikejutkan oleh berita di Star TV saluran televise nasional Yunani. Berita sore jam 20.00 ( sore sebab  musim panas matahari terbenam sekitar jam 21.00) memperlihatkan helicopter yang membawa Tung Dusem mengeluarkan uang kertas dari sebuah tas hitam.

 

Ratusan orang berlari di lapangan sepak bola untuk menyambut uang yang berterbangan. Dikatakan oleh penyiar Star TV bahwa Tung Desem adalah seorang penulis yang sedang meluncurkan bukunya terbaru. Dan impian Tung Desem untuk membagikan uang kepada rakyat Indonesia dengan cara tersebut. Namun sayang oleh penyiar disebutkan lokasinya di Jakarta, padahal tepatnya di Serang.

 

 

Terlepas dari ide unik  penerbit buku novel James Bond, Harry Potter atau pun Tung Desem untuk memperkenalkan buku keluaran terbaru pada masyarakat. Acara launching buku  merupakan saat penting yang merupakan  salah satu kunci sukses lakunya buku di pasaran.

Sudah pasti saat diadakan launching buku dan media menyebar luaskannya, maka masyarakat mendapat informasi terbitnya buku tersebut. Ide- ide unik dalam meluncurkan buku ke pasar tentu saja akan mendapat kesan tersendiri dan menimbulkan curiosity (keingintahuan yang tinggi). Penasaran melihat keunikan launching bukunya,  besar kemungkinan akan menarik masyarakat untuk membeli segera bukunya.

Di lain pihak, banyak penulis yang tidak mampu mengeluarkan biaya untuk mengadakan acara peluncuran buku. Akibat tidak ada dukungan biaya promosi dari penerbit atau pun penulisnya sendiri hidup kembang kempis.

Beberapa waktu lampau saya pernah ditawari beberapa potong kue coklat di toko buku di Athena. Sebelumnya saya berpikir, “kok tumben nih toko buku baik hati menyediakan kue?” Biasanya hanya air dan kopi yang selalu tersedia gratis. Setelah saya amati, ternyata disamping piring kue yang disajikan ada sebuah buku resep kue yang baru saja terbit. Jadi kue yang disajikan di toko adalah asli buatan penulisnya dan merupakan caranya meluncurkan buku.

Steven Blood seorang penulis naskah buku anak-anak, melelang naskahnya berikut hak ciptanya melalui e-bay di internet untuk mencari penerbit yang terbaik.  Ada juga beberapa penulis atas izin dari penerbit melakukan promosi dengan cara memberi akses gratis beberapa halaman isi buku bahkan ada yang satu bab untuk didownload.

Di Indonesia sendiri saya melihat penerbit besar selalu memberi dukungan promosi dengan cara launching buku di mall dan resensi di media massa. Sedangkan penerbit menengah dan kecil, mulai merambah masuk ke kampus-kampus. Dan juga melakukan diskusi dan bedah buku di tempat-tempat yang gratis atau pun dengan cara win-win solutions.

Pengalaman pribadi, ketika meluncurkan buku pertama Perkawinan Antarbangsa; Love and Shock. Saya dan EO bergerilya mencari sponsor, sebab sesuai perjanjian dengan penerbit tidak ada bantuan dana promosi buku. Saya memilih tempat di Blizt dengan asumsi bahwa sasaran pembaca buku kami adalah anak muda dan remaja yang belum menikah.

 

Semuanya itu merupakan cara-cara unik dari sekian cara untuk mempromosikan buku agar menarik minat pembeli. Mungkin di masa datang akan muncul ide unik lain yang mungkin bisa disebut ide gila cara meluncurkan buku.

Megara, Juni 2008. 

 

 
MODERATOR: ZEVERINA

Pembaca KCM entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi pengalaman seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

1 dari 2 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Aku pribadi kurang sreg liat cara launching buku kayak gini....thanks for sharing Hartati Nurwijaya...

Posted by: Josh Chen | Sabtu, 7 Juni 2008 | 01:03 WIB

Kalau untuk promosi ajja udah ngeluarin bermilyar-milyar, untungnya entar berapa iya???

Posted by: butet | Jumat, 6 Juni 2008 | 23:49 WIB

salam persahabatan infonya bagus buat para penulis.semoga sukses dengan buku-bukumu.Ditunggu peluncuran bukumu berikutnya

Posted by: ivarksd | Jumat, 6 Juni 2008 | 22:35 WIB

Wakakakaka...bener,aku juga lihat acara promosi ala Tung yg nyebarin duit di TV - Jepang. Bermodal banget,sampe saya ditanya teman orang Jepang dan LN,aku hanya senyum-senyum getir...

Posted by: RYc no mama | Jumat, 6 Juni 2008 | 18:52 WIB

Saya kira, Tung hanya cari sensasi. Dia pikir segalanya bisa dibayar dgn uang, termasuk harga diri rakyat yg dipermainkan dgn membagi-bagi uang seperti itu. Selamat buat didikan pak motivator!

Posted by: jagoanpatas | Jumat, 6 Juni 2008 | 17:52 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Sebagai debut perdananya, andai KoKi Enterprise akan membuat buku, kira-kira tulisan siapakah yang menarik dan punya nilai jual? ( */ Prabu )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort