Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
Seputar KoKi
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
PENGUMUMAN RESMI KOMPAS.com
Redaksi KOMPAS.com - Jakarta

Terdapat beberapa pengumuman yang harus dicermati sehubungan pengembangan KOMPAS.com, antara lain :

Fungsi pengiriman artikel di situs KoKi akan ditutup mulai tanggal 1 Mei 2009.

Namun, artikel masih dapat dibaca hinggal tanggal 15 Mei 2009 yang kemudian semua artikel KoKi akan disimpan dalam Archive KOMPAS.com mulai tanggal 16 Mei 2009. Selengkapnya dapat dilihat pada pengumuman dibawah ini.

Dear KoKiers,

Sehubungan dengan pengembangan citizen journalism dan rencana integrasi system dengan KOMPAS.com dan juga Harian KOMPAS, kami bermaksud untuk membenahi sekaligus mengembangkan lebih lanjut proyek jurnalisme warga dan user generated content.

Saat ini ada dua situs jurnalisme warga yang dimiliki KOMPAS.com dengan brand extension masing-masing, yaitu Kompasiana dan Koki. Layaknya sebuah pengembangan, selain konsentrasi, kerja keras serta team work yang baik, faktor marketing dan promosi juga tidak kalah pentingnya. Adanya dua situs yang sama-sama berjenis user generated content dengan sebagian konten yang mirip, membuat pengelolaan dan pengembangan menjadi kurang efisien. Belum lagi aspek marketing dan promosi yang akan berlipat ganda sehingga menjadi tidak efektif.

Mengingat hal tersebut dan melalui beberapa pertimbangan, Manajemen KOMPAS.com memutuskan untuk menggunakan satu brand extension saja pada situs jurnalisma, yaitu Kompasiana. Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa mulai tanggal 1 Mei 2009, fungsi pengiriman artikel di situs KoKi akan ditutup. Situs KoKi akan tetap bisa dibaca hingga akhir 15 Mei 2009 dan kemudian akan disimpan dalam Archive KOMPAS.com (http://www.kompas.com/archieveweb/) mulai tanggal 16 Mei 2009.

Bagi KoKiers yang ingin berkontribusi berbagai tulisan dapat melakukannya di Kompasiana, dengan mengikuti system dan aturan main di Kompasiana.

Seperti disebutkan di awal, perubahan ini kami maksudkan untuk pengembangan yang lebih baik serta integrasi yang lebih erat dengan KOMPAS.com dan Harian Kompas.

Besar harapan kami apabila perubahan ini dapat dimaklumi dan didukung oleh KoKiers.

Terima kasih,

Redaksi KOMPAS.com

 

                                                                              ***************************

 

 

NOTE TAMBAHAN dari ZEVERINA  ( PRIBADI ) :

KoKiers itu tadi pengumuman resmi dari pihak Kompas.com yaaa....

SELANJUTNYA Zev  akan dilepaskan dari community. kompas.com dan ditugaskan di tempat lain, namun hingga hari ini Z belum memutuskan untuk menerima penugasan baru tersebut ataukah TIDAK (dan memilih jalan lain)  .... untuk yang satu ini biarlah menjadi urusan Z pribadi. Thank you. .... ternyata usia KoKi  tidak sampai ulangtahun keempat  yaaaa .... ya sudahlah meskipun masih 4 bulan lagi..... Z ucapkan Happy Birthday KoKiers, 24 Agustus 2009 ...... terimakasih untuk  obrolannya, untuk selengekan-nya , untuk balapannya, untuk semua konflik yang tidak indah... hahaha, semuanya  mewarnai hari-hari Z  dan menjadi kenangan tak terlupakan.

Tadi pagi ada kutipan dari seorang KoKiers via GTalk,  dia menulis begini:

"Pemberontakan telah usai tetapi petualangan baru saja dimulai..."

Hehe he gak tahu quotes dari mana...

Wokeh,  Z enggak bisa ngomong banyak, karena ini sangat emosional buat Z.....  sampai jumpa di petualangan berikutnya........ entah dimana.....

Bravo KoKiers ........ i love youuu semuanyaaaa   .....

 

Salam

Zev

 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id ; kokizeverina@gmail.com

 

 

Dear KoKiers,

Kami menyayangkan publikasi pengumuman ini yang tidak melalui ijin dari manajemen KOMPAS.com. Ini adalah lagi-lagi bentuk indisipliner dari pengelola KoKi yang sering bertindak tanpa koordinasi, dan mendahului kebijakan manajemen serta mempublikasikan hal-hal yang bersifat internal di publik.

Keputusan menghentikan KoKi tidaklah semata-mata karena adanya Kompasiana. Efisiensi dan strategi pengembangan merupakan faktor utama diambilnya keputusan tersebut. Seperti tercantum di terms of use (http://www.kompas.com/terms.php), KOMPAS.com dalam hal ini PT. Kompas Cyber Media berhak untuk tidak meneruskan atau mengubah layanan atau fitur sewaktu-waktu.

Terima kasih atas komentar dan kritikan Anda terhadap Kompasiana. Jelas masih banyak yang harus diperbaiki di Kompasiana, meskipun sebagai produk yang baru berdiri 6 bulan, sudah membuktikan pertumbuhan trafik yang pesat, seperti bisa dilihat di Alexa. Kami mohon rekan-rekan KoKiers tidak terpancing untuk melakukan "black campaign" terhadap Kompasiana atau KOMPAS.com, baik disadari maupun tidak.

Kompasiana tidak ingin mengambil alih apapun dari KoKi dan tidak bisa memaksa bila rekan-rekan KoKiers tidak ingin berkontribusi di Kompasiana. Kami juga tidak mungkin melarang rekan-rekan KoKiers bila ingin membuat komunitas baru atau bergabung di website lain, selama komunitas tersebut tidak menggunakan atau mengandung nama KOMPAS.

Mewakili seluruh jajaran KOMPAS.com, kami mengucapkan banyak terima kasih atas kontribusi KoKiers selama ini, yang turut memperkaya KOMPAS.com. Semoga perubahan ini bisa dimaklumi dan tidak ditanggapi secara negatif berdasarkan informasi sepihak.

Salam,
Edi Taslim
mewakili Manajemen KOMPAS.com

Dear KoKiers,

Menanggapi beberapa komentar yang mempertanyakan alasan penutupan KoKi, mewakili KOMPAS.com saya ingin menanggapi bahwa penutupan KoKi bukanlah keputusan yang dibuat secara instan, melainkan sudah melalui beberapa proses yang mengalami kebuntuan. Akhir kata, manajemen dan pengelola KoKi tidak memiliki kesepahaman terhadap pengembangan KoKi ke depan. Rasanya tidak tepat, kalau KOMPAS.com tidak menghargai KoKi sebagai salah satu layanan yang memberikan kontribusi berharga. Terbukti dari dukungan yang diberikan, baik yang bersifat teknis maupun pembiayaan infrastruktur, sejak awal proses terbentuknya KoKi, mulai dari rubrik Kesehatan di KOMPAS.com (dulu KCM) tahun 2006, lalu mempunyai “rumah sendiri” dengan tajuk “Community – Indonesia around the world”, dan kemudian memiliki “rumah baru” dengan logo “KoKi” disertai tulisan “Kompas Komunitas” dan “Citizen Journalism”.

Dukungan terhadap KoKi tersebut menunjukkan bahwa kami menghargai kontribusi dan keberadaan KoKi yang unik serta memperkaya KOMPAS.com secara keseluruhan. Meskipun kalah prioritas dibanding pengembangan KOMPAS.com sendiri, kami tetap berusaha memberikan pelayanan untuk KoKi, sesuai permintaan pengelola. Situs KoKi beserta seluruh fitur dan disain berikut hosting dan bandwith dikerjakan dan dibiayai oleh KOMPAS.com selaku institusi.

Layaknya produk yang bernaung dan dibiayai, serta berada dalam sebuah brand umbrella KOMPAS.com, sewajarnya bila KOMPAS.com bertanggung jawab atas keberadaan dan konten KoKi. Untuk itu beberapa ide, masukan, dan kritikan telah disampaikan kepada pengelola KoKi dengan semangat untuk membuat KoKi lebih baik lagi, sebagai salah satu layanan KOMPAS.com yang bisa dibanggakan.

Keputusan menutup KoKi sama sekali bukan keputusan yang kami ambil dengan senang hati. Kontribusi tulisan di KoKi telah menjadi keunikan dan kekayaan sendiri untuk KOMPAS.com selama 3 tahun terakhir. Bahkan ada beberapa tulisan di KoKi yang pernah diangkat dan dimuat di Harian Kompas. Itu salah satu bukti nyata bentuk kepercayaan dan apresiasi terhadap KoKi.

Namun perbedaan pandangan dan komunikasi yang sangat lemah dengan pengelola KoKi berujung pada kebuntuan. Pada akhirnya perbedaan tersebut semakin terakumulasi dan kami harus mengambil pilihan ini. Bagaimanapun juga hubungan perusahaan dan karyawan, dalam hal ini pengelola dan penanggung jawab KoKi, adalah jelas aturannya. Tidak etis rasanya bila kami harus menjelaskan secara detail mengenai perbedaan pandangan dan kurangnya komunikasi tersebut untuk konsumsi publik. Ada faktor lain penyebab penutupan ini yang sebaiknya tidak dijelaskan untuk kebaikan pengelola KoKi dan KOMPAS.com. Sangat disayangkan, karena akhirnya KoKi dan KoKiers yang terkena dampaknya.

Khusus mengenai Kompasiana. Agar lebih jelas lagi, perlu ditekankan bahwa Kompasiana tidak akan mengambil konten apapun atau anggota manapun dari KoKi. Juga tidak ada tujuan menyamakan konsep Kompasiana dengan KoKi. Tidak ada paksaan bagi siapapun untuk bergabung ke Kompasiana. Bila dulu ada kesamaan pandangan dengan pengelola KoKi, mungkin KOMPAS.com tidak meluncurkan Kompasiana pada bulan Oktober 2008, tapi cukup memusatkan perluasan dan pengembangan citizen journalism di KoKi saja. Jadi saya menghimbau agar kritik dan protes ditujukan kepada tempat yang tepat dan proporsional, yaitu kami selaku manajemen KOMPAS.com, bukan Kompasiana.

Terima kasih atas kontribusi dan loyalitas KoKiers terhadap KoKi. Semoga KoKi memberikan hikmah dan pelajaran berharga bagi kami di masa mendatang.

Salam,

Edi Taslim

mewakili manajemen KOMPAS.com

 

 

1 dari 1139 Halaman Komentar | First Prev Next Last

heheheheh , masih belom TUTUP ya ....heheheheh , masih belom TUTUP ya ....heheheheh , masih belom TUTUP ya ....heheheheh , masih belom TUTUP ya ....heheheheh , masih belom TUTUP ya ....heheheheh , masih belom TUTUP ya ....

Posted by: sirpa | Kamis, 16 Juli 2009 | 07:09 WIB

Posted by: sirpa | Kamis, 16 Juli 2009 | 07:07 WIB

LHO ...KOK MASIH BISA POSTING KOKO ?

Posted by: sirpa | Kamis, 16 Juli 2009 | 07:06 WIB

Testing ...Testing ...

Posted by: sirpa | Kamis, 16 Juli 2009 | 06:58 WIB

Testing testing

Posted by: Lizzie | Kamis, 25 Juni 2009 | 20:48 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Sebagai debut perdananya, andai KoKi Enterprise akan membuat buku, kira-kira tulisan siapakah yang menarik dan punya nilai jual? ( */ Prabu )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort