Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Sydney Mardi Gras 2009
Night versi 3.1 - dan Juwita, Sydney

Nonton Mardi Gras
(Night versi 3.1)

Weekend ini ketawa abis....., ngakak liatin kelakuan orang parade..., yang pria jadi cantik, yang wanita jadi ganteng. Pada seksi abis....

Pada 7 maret 2009 bertepatan dengan Mardi Gras di Syney..., sebuah tragedi pilu berpuluh-puluh tahun silam tentang perjuangan hak-hak gay dan lesbian yang saat dulu dianggap kriminal. ... Meskipun saya harus akui kejadian saat itu memang tidak mudah bagi gay dan lesbian dimana ketika mereka menuntut haknya justru saat itu banyak yang ditangkap dan kehilangan pekerjaan karena orientasi seksnya...

Dari sudut pandang agama memang gay dan lesbian tidaklah benar, tapi jangan tanya saya opiniku, yang kutahu hanya komunitas gay dan lesbian di Sydney adalah terbesar kedua setelah San Fransisco. Kali ini niatku sih cuma bagi-bagi cerita tentang Mardi Gras yang kutonton saja...

 

 

Pada foto pertama ini pria bertubuh kekar dan besar ini tampak begitu pede dengan penampilannya... Tadinya saya sungkan meminta fotonya tapi kelakuannya begitu pede selalu memamerkan pahanya dan berjalan dengan gaya feminim yang lucu membuatku tertawa terus..., kebetulan saya nongkrong di coffee shop tepat duduk di depannya. Angin semilir terus mengibarkan roknya...

 

 

Nah pada foto kedua jelas Lady Boy asal Thailand... Trio ini sempat menarik perhatian banyak orang... Aduh saya uda seram aja mau fotonya, takut diperkosa hikz... Ketiganya begitu pede banget terus meliuk saat di foto, ada pose mereka nungging juga sih saat di foto tapi karena blur jadi saya tampilkan foto paling representatif ini saja...

 

 
Nah kali ini foto ketiga adalah trio cewek cakep... Saya ngga tau apakah mereka cewek normal atau lesbian..., yang saya tau hanya cewek cakep jadi saya minta ijin aja untuk fotoin mereka, lumayan untuk nambah koleksi foto dimasa tuaku ketika pensiun... Saya sudah mulai ngebayangin masa pensiunku duduk di kursi malas sambil minum teh mengenang masa mudaku sambil ngeliatin foto cewek-cewek cakep (kalimat macam apa ini?).

 

 

Nah foto keempat nih gokil juga...., pria berkostum wanita, tapi berbulu dan brewokan... Belum ditambah payudara karet yang dikenakan dengan sengaja menyembulkan nipple... Tuh harga payudara palsunya seharga 2 dolar, ada yang mau beli?

 

 

Parade ini apakah bisa merusak generasi berikutnya juga...? Gadis-gadis belia yang manis ini tampak sedang bersolek, kuminta aja mereka berpose untuk di jepret hape-ku. Wah kalo ada yang bilang pergeseran orientasi seks bisa karena faktor lingkungan, gadis yang keliatan mungkin (menurutku) belum 17 tahun ini gimana ya.... Untuk ini no comment...

 

 

Jika kasusnya di Indonesia, ada parade begini palingan polisinya cuma jagain (langkah antisipasi kali-kali aja FPI bakalan ikutan ngeramein). Nah kalo di parade ini, lihat aja polisinya ikutan nge-DJ. Kalo ngga percaya liat aja tulisan di mobilnya, ini bukan polisi jejadian lho.... Ampun DJ, matiin lampunya sebentar donk....

 

 

Nah kali ini keramaian di jalan. Ngga ada yang spesial sih, cuma pria dan wanita berpakaian minim menari dan berhebohan di jalan... Tadinya saya mau nunjukin foto yang lebih ekstrim pria memakai g-string plus celana dalam putih transaparan, sumpah saya sampai ngakak liat betapa pedenya mereka...

 


  

Nah foto terakhir nih yang menurutku paling menarik, tidak seperti foto lainnya yang saya mintain modelnya untuk berpose..., kali ini nemu dijalan langsung kusambar aja... Abis gimana ngga langsung nyambar, tuh kostum binatang asli transparan dan tipis, bagian nipple cewek diberi hiasan metal gitu... Aduh jantungku langsung berdebar-debar liatnya, ya iyalah kalo uda ngga berdebar artinya uda mangkat donk...

Sekian liputan kali ini..., kalo mau tau sejarah dan lainnya silahkan kontak ke Juwita saja...

Cheers, Night.

 

 

                                                                         *******************************


Gay Power
(Juwita S.)

Pada tahun 1969, polisi menggerebek Stonewall Inn di Greenwich Village, New York. Stonewall Inn adalah bar bagi kelompok gay. Waktu itu polisi NYCPD menangkap 21 orang. Hal ini membuat kelompok homoseksual marah, mereka mengadakan kerusuhan dan aksi huru hara sebagai protes selama beberapa hari.

Kejadian tersebut menjadi awal mula pemberontakan Gay Power secara international.

 

 
Mugshot seorang homoseksual yang ditangkap polisi (1969). Protes di Sydney (1978)

Tahun 1978, memperingati 9 tahun kejadian penangkapan kaum homoseksual di Stonewall Inn, sekitar 500 orang berkumpul di Townhall – Sydney, untuk mengadakan protes.

Pada tahun yang sama, 1978, Mardi Gras pertama di Sydney diselenggarakan. Sekitar 1000 orang menari-nari di area Oxford Street. Perayaan yang hingar bingar berakhir ketika polisi menyita sound-system dan truck yang akan digunakan sebagai sarana pidato.

Kerumunan yang semakin ramai meneruskan acara pawai sepanjang jalan Kings Cross. Di sana polisi menutup jalan dan menangkap puluhan peserta pawai.

 

 

Beberapa hari berselang, aksi protes berlangsung di beberapa lokasi. Mereka menuntut agar kaum homoseksual yang ditangkap pada perayaan Mardi Gras dibebaskan. Sekitar 600 orang mengadakan aksi protes di Brisbane dan Melbourne dan sekitar 2000 orang berkumpul di Sydney mengadakan protes besar2an. Pada kesempatan itu puluhan peserta protes ditangkap dan dipenjarakan. Tahun berikutnya, 1979, semua kaum homoseksual yang ditangkap dibebaskan.

Tahun 1979 merupakan tahun “kemenangan” bagi kaum gay dan lesbian. Setiap tahun kaum gay dan lesbian mengadakan pawai yang sangat hiruk pikuk.

Tahun ini diperkirakan  300.000 + 1 (KoKier: Night) penonton memadati jalan2 di pusat perkotaan Sydney untuk menonton parade. Kendaraan berhias berjumlah 135 buah dengan jumlah peserta pawai 10.000 orang.

Ini ada beberapa foto dari peserta pawai. Sebelum dan sesudah dandan..

 

 

 

 

 

Bagaimana? Apakah kita harus menilai baik buruknya seseorang karena mereka gay, lesbian atau lempeng? Menurut saya sih, asal mereka bahagia dengan hidupnya dan tidak mengganggu lingkup sosialnya, ya kita tidak perlu repot menghakimi.

Salam, Juwita.

 


MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id ; kokizeverina@gmail.com

 

1 dari 15 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Hahah lihat Pic pertama Gemezzzz deh aw Hahah pengin nyubit tuh mas eh Mbak dink hahah(soale biasanya lebih suka dipanggil Mbak)hahahmenurut Suika mau lesbi-gay gak masalah buat melihat/menjadikan seorang teman asal selama tidak mengganggu saya pribadi Ok bangets..malah kemarin saat Wedding nya Suika di Solo yang menjadi staf buat dandanin (make up) ada bbrp Banci nya juga hahah malah lucu...pengantinnya cuma dua(aku dan My Love)tp yg make-up-in Lima orang Hahaha..malah bancinya genit suka nggodain My Love pakek bahasa indonesia and jawa yaaaah mn My love mudeng hahaha..Mbak Juwi and Night tengkiyu atas artikelnya..apik komplit ..dan pic2nya lucu lucu pula hahaha

Posted by: Suika.Cantik | Sabtu, 14 Maret 2009 | 21:36 WIB

itu lady boy lebih 'uuhhh' dr gw deh kayanya... hwahahahahaha....

Posted by: viena | Sabtu, 14 Maret 2009 | 18:57 WIB

@Juwita, thx utk infonya. Aku jadi semakin paham mengapa teman2xku di sini lebih memilih diam ketika mardi gras, halloween dan sinterklaas semakin dibelokkan maknanya. Mungkin itulah yg bikin aku jadi pengen utk paling nggak menyerukan di sini utk mencoba memaknai/memahami hari-hari khusus itu bukan dari film-film ala Hollywood. Info ttg mardi gras bisa dgn mudah diklik di wikipedia. Mungkin kalo diizinkan teman aku akan meminjam foto2x mereka di beberapa kota di Eropa (termasuk Venice) utk suatu kali ditampilkan di sini. Btw, kalo pawai utk kaum gay, di beberapa negara Eropa secara khusus diselenggarakan pada summer.

Posted by: kita | Kamis, 12 Maret 2009 | 18:53 WIB

William, thanks for your comment.. good points there.

Posted by: Juwita S. | Kamis, 12 Maret 2009 | 06:36 WIB

kita, thanks ya.. yang aku tau Mardi Gras adalah sarana yang dipakai oleh kaum homoseksual untuk melakukan protes dan untuk mengutarakan opini mereka.. ya dalam bentuk pawai/parade sambil membawa banner2 dan poster bertuliskan pesan2 yang ingin mereka sampaikan. Sejak tahun 1979, parade ini semakin glamorous, semarak dan diterima oleh masyarakat, tidak ada lagi penangkapan2 oleh polisi, malahan polisi ikut menjaga keamanan supaya parade berlangsung dengan tertib.

Posted by: Juwita S. | Kamis, 12 Maret 2009 | 06:34 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Sebagai debut perdananya, andai KoKi Enterprise akan membuat buku, kira-kira tulisan siapakah yang menarik dan punya nilai jual? ( */ Prabu )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort