|
|
|
Seputar KoKi
/ Home / Seputar KoKi /
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Bertemu Papa dan Mama di KoKi
Yunisa - Singapura Hai hai hai Zeverina dan KoKiers di 166 negara... Waduh, judulnya nggak nguatin yah... Habis lagi bingung mau kasih judul apa, dan "secara" kopdarnya sudah lewat beberapa bulan... moga-moga tidak basi ceritanya untuk dimuat di KoKi... Well, ceritanya Yunisa Nov-Des sempat kopdar bersama beberapa KoKiers... Untuk yang Desember, Mbak Dewi - Kuching sudah melaporkan (link: http://community.kompas.com/read/artikel/1975)-- dan saya nggak tau apakah "buto" bakal ngamuk kalau foto kopdar rame-rame di Taman Anggrek (yang memuat full frontal wajahnya) dimuat di sini hehehe Yang saya maksud dengan "Papa" di KoKi adalah Ki Ageng dan "Mama" adalah Juwita. Karena secara umur beliau-beliau memang angkatan orang tua saya hehe. (Dan perhatian mereka kepada saya, persis plek dengan orang tua saya sendiri). Ki Ageng - the best story teller Pertemuan pertama saya dengan Ki Ageng terjadi pada hari Jumat 7 Nov 2008 pukul 21.00. Beberapa hari sebelumnya saya sempat janjian dengan Queenerva - siapa tau dia bisa ketemuan bareng juga, tapi sayangnya dia tidak bisa. Pertemuan kedua dengan Ki berlangsung pada hari Selasa, 18 Nov 2008.
Saya belajar banyak dari ngobrol bersama Ki Ageng. Termasuk pelajaran sejarah yang tidak diajarkan zaman saya sekolah SD-SMU dulu. Belum pernah dalam seumur hidup, saya bertemu dengan sosok pria gentleman yang tidak kehabisan topik ngobrol dalam waktu hampir 5 jam dan topiknya sama sekali tidak membosankan untuk saya. Memang kata banyak orang (termasuk Suhu JC), saya adalah anak yang meriah, ceriwis, pandai bergaul... tapi sebenarnya jujur saja, kalau lagi nggak mood atau capek, saya mengharap lawan bicaralah yang bisa membuat saya merasa "excited" dengan topik pembicaraan... Dan itu sangat-sangat jarang terjadi... Cita-cita saya kalau sudah tua adalah seperti Ki Ageng, mengabdikan diri untuk organisasi kemanusiaan dunia hehe (Amin!). Pada pertemuan pertama, saya membawakan novel kedua Sydney Darling Harbour yang pada pertemuan kedua ternyata "sedang dibaca oleh nyonya saya, padahal saya baru baca beberapa bab," kata Ki Ageng. Dan beliau membawakan oleh-oleh selendang hijau dari Kamboja untuk saya. BTW: Z udah nguber Pak Haryono itu novel yg diumpetin? Well, can't wait for another chance to meet up with Ki Ageng in the future! Wah Ki, saya masih utang oleh-oleh Sydney sama novels Schoolaholic Princess ya... piye iki, gimana ini... kantor pos di Sg masih pada antre gara-gara penggantian Ez-link card (kartu MRT-bus). Juwita yang keibuan Pertemuan saya dengan Juwita (yang seperti Avy, tidak mau dipanggil Tante hihihi) terjadi karena saya memenangkan quiz mengarang 30 kata deskripsi Sydney Romantic Getaway dari sebuah radio di Singapura (lah jelas menang, kan tinggal comot adegan dari novel sendiri hehe).
Itu aja deh, petualangan kami tidak usah diceritakan di sini, nanti ada yang sirik :P Salam dari yang minggu depan ke Pekanbaru, Jakarta n Yogya, Yunisa
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id ; kokizeverina@gmail.com
|
advertisement
|
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|
|
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
© 2008 - 2009 Kompas Gramedia. All rights reserved |