Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
Article
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
SQ: Seksual Quotient atau Spiritual Quotient?
Srikandi - Bogor

Dear Zeverina dan KoKiers,

Salam sejahtera, kita bertemu lagi dalam lanjutan artikel saya, jika anda belum membaca artikel terkait bisa membuka dulu dan membacanya,  “Sex, tak hanya saling menggesek kulit” http://community.kompas.com/read/artikel/1712  dan “Sex, untuk Kesehatan dan Kecantikan” http://community.kompas.com/read/artikel/1774

Saya ingatkan lagi kepada para pembaca, saya nulis artikel ini bukan karena saya seorang ahli, boro-boro pakar, karena saya juga masih harus banyak belajar dan belajar lagi, karena ilmu pengetahuan terus berjalan tiada hentinya, untuk itu, saya banyak belajar dari pelbagai sumber, dan membaca banyak buku-buku untuk mengumpulkan pengetahuan kejiwaan tentang hubungan seks ini demi kesehatan lahirbatin / jiwaraga.

Ada semangat dari seorang sahabat yang selalu mengingatkan bahwa “seorang penulis adalah pengumpul pengetahuan, sekaligus menyebarkannya kembali dalam bentuk karya orsinil dari kumpulan pengetahuannya itu” dengan ingatan seperti itu, maka saya berani menulis artikel demi artikel supaya banyak orang ambil manfaatnya.

Saya berharap para KoKiers yang belum menikah atau belum mempunyai pasangan, tidak men ‘tabu’ kan diri untuk membacanya, saya mendapat beberapa email yang mengatakan, “maaf bu srikandi, saya tidak koko di artikelnya karena saya ‘kan belum nikah, jadi tidak berani membacanya”.  Saya tahu, banyak dari kita yang merasa ‘risih’ untuk membicarakan masalah seks, dan akhirnya anak-anak kita belajar dan mendapat informasi yang dia dapat sekenanya saja dari lingkungan. Padahal jika kita telaah membicarakan ‘kecerdasan’ seks itu, hal yang sangat penting.! sebab itu kebutuhan dasar dari manusia yang sudah dari alam, hanya seiring dengan jalannya waktu tentu kebijaksanaan dalam melakukannya harus ada.

Baiklah, kita mungkin risih membicarakannya, tapi tidak salah untuk membacanya, maka kita lihat angka setiap bahasan artikel seks selalu tinggi seperti dua artikel saya sebelumnya, angka yang membuka mencapai ribuan orang hanya dalam bebrapa hari saja.

SQ adalah Seksual Quotient atau Spiritual Quotient ?

SQ bukan saja merupakan singkatan dari Spiritual Quotient yaitu kecerdasan spiritual, Tetapi juga merupakan kepintaran Seksual (Seksual Quotient) ‘kan singkatannya sama, maka SQ tergantung mana yang sedang kita bicarakan, sesuai dengan persamaan dari huruf S yang berasal dari kata Spiritual, juga bisa dari kata Seks. Jelas SQ ini sama-sama penting untuk dipelihara, dan dibina perkembangannya pada diri seseorang.

Sejak zaman purba kegiatan seksual ini sudah berkembang dengan canggih, bahkan ketika obat antibiotik dan lainnya, belum ditemukan untuk memberantas penyakit-penyakit kelamin yang bermunculan, tetap saja manusia melakukannya, walaupun ancamannya (bisa kematian) yang  tidak sepadan dengan kenikmatannya. Mereka tahu berbahaya tetapi dorongan seksual tetap memberi pengaruh yang kuat, mengalahkan nalar, maka untuk kenikmatan sejenak, ancaman beribu rasa sakit dikesampingkan atau dilupakan.

Untuk meredam segala penyakit kelamin, dan seks bebas dengan sembarangan, maka kita butuh ‘ kecerdasan Seksual’’. Banyak ahli jiwa menyimpulkan bahwa, Seseorang yang bisa memadukan keharmonisan Spiritual dan Seks nya maka akan menjadi orang yang harmonis jiwa raganya. Mengapa bisa demikian...?, sebab ini juga relatif karena semua inteligensi ini komponen untuk menerangkan/ mempelajari supaya lebih jelas dari sesuatu dan menyadarkan kemanusiaan seseorang.

Manusia bukan binatang. Jadi level biologis dari binatang harus di transformasi ke relasi manusiawi, ada komitmen bersama. Alasan tidak bisa bahagia tanpa seks kalau tidak ada pasangan yang cocok, itu alasan yang dibuat-buat. Seseorang yang punya respek pada dirinya,  tidak ingin berbuat dengan sembarang orang saja, atau hanya sembarang melakukannya dimana aja dan kapan aja. (kayak iklan coca cola, ya hahahaha)

Melihat dari analogi bisa dikatakan,  kecerdasan Seksual berdasarkan dari :

mengenal dan merasakan, serta bertindak sesuai dengan keadaan yang seharusnya” Jika melihat secara objektif sebenarnya, kecerdasan seksual lebih dulu berkembang pada mahluk hidup, baik manusia maupun hewan.

Kita ingat film berjudul “Blue Lagoon” yang dibintangi aktris cantik Brook Shilde, film yang melejitkan namanya, dimana diceritakan sepasang anak manusia yang terdampar berdua dipulau terpencil, dan beberapa tahun kemudian, setelah cukup dewasa mereka secara naluri melakukan hubungan seks yang mereka sama-sama tidak tahu dan tidak pernah ada informasi, serta tiada contoh bagaimana cara melakukannya. Tetapi mereka bisa melakukannya dan akhirnya membuahkan seorang bayi. Nah disini kita bisa simpulkan, Kepandaian melakukan hubungan seks seseorang tidak perlu ada yang mengajari, sebab kegiatan itu merupakan suatu dorongan yang paling kuat dalam kehidupan kita. 

Kecerdasan Spiritual baru berkembang belakangan, kata lain muncul ketika manusia berjalan dengan umurnya dan pengalaman hidupnya. Sedangkan insting seksual manusia terbentuk dari alam. Jadi seksual inteligensi sudah ada dimanusia sendiri dan kongkret. Maka sudah waktunya kita membahas seksual inteligensi sebagai komponen yang penting: pencerminan diri dan kemudi kepribadian dalam kehidupan dengan dasar penelitian dan wawasan.

Dalam melakukan hubungan seks penting sekali, melatih emosional inteligensi, yaitu bagaimana kita dalam bergaul dengan orang lain, itu juga empati: dalam artian menyelami suatu perasaan sehingga seolah dialami sendiri, merasakan dan mengenal dari perasaan-perasaan terhadap  yang orang lain rasakan dan berreaksi yang sesuai. Ini bukan berarti bahwa kita harus menaklukkan atau iba dengan perasaan orang lain. Tetapi pakai perasaan untuk menyelami.

Seksual inteligensi berjalan sering dengan emosional inteligensi sebagai pencerminan diri, registrasi dan interpretasi dari perasaan diri sendiri, langkah ke dua itu kekuatan untuk mengendalikan perasaan dan merubahnya menjadi positif.

Difinisi Kecerdasan Seksual dengan kata lain mengembangkan ‘ketabahan’ hati dan emosi didalam permainan seks, dimana  kita bisa menyesuaikan reaksi kepada yang lain, yang mana kita bisa merasa bahagia dan juga keinginan membahagiakan pasangan kita, atau yang kita sama-sama senang hati dalam melakukannya, sehingga muncullah rasa sayang dan kebersatuan batin yang dalam pada saat melakukan hubungan seksual.

Lelaki yang seksual inteligensinya tinggi mengarahkan dengan sadar perhatian mereka ke proses dari bercinta, menyerahkan jiwaraga sepenuhnya, dan nikmatinya selama/ pada waktu proses ini dan bukan ke efek yang terakhir atau orgasme. Sudah jelas ini bisa terjadi kalau cinta sayangnya dalam, dan sekaligus merasakan cinta sayang dari pasangannya. Disinilah ketika emosi berisi ego lebih dominan, maka bsia terjadi proses bercinta menjadi gagal. Emosi ego itu perasaan dimana kita ada perasaan yang tidak berkenan atau menganjal maka proses bercinta menjadi ritual yang ‘membosankan’ atau ‘keterpaksaan’.

Aksi reaksi dalam percintaan ini dengan pasanganya, bisa terjadi  pada tingkat level yang tinggi dan ini akan terjadi, karena dalam percintaan proses ini ego mampu menyingkir dulu,  jadi yang ada keseluruhannya adalah kasih sayang yang dalam.  Bilamana ini semua ada dan terjadi dalam pasangan bercinta, maka proses ini bisa berjam-jam atau seharian pun tidak mendapat problem. Dalam banyak survey tentang ejakulasi dini, bukan karena organ atau alat kelaminnya yang bermasalah, tetapi kejiwaannya yaitu relasi pasangan berada dalam ‘kronis problem’. 

Pijat sensual yang bisa dilakukan sendiri atau berpasangan

SQ termasuk didalamnya, bagaimana kita mencari jalan untuk menangulangi ‘kelemahan’ kita, kelemahan karena faktor usia, sudah jelas sangat memperngaruhi daya tahan tubuh, tapi bukan berarti gairah seks hilang, sebab gairah jika dibina akan ada seumur hidup kita. Dan faktor jangka waktu dalam kebersamaan / pernikahan pasti mempengaruhi intensitas hubungan, perasaan jenuh karena rutinitas.

Banyak mitos berkata, ukuran alat kelamin berhubungan dengan kepuasan seks, Ada pendapat yang mengatakan kepuasan yang diberikan seorang pria pada pasangannya diukur dari besar kecilnya alat kelamin (penis) pria tersebut. Apakah pendapat tersebut benar adanya? Tentu saja hal itu tidak benar.!  Karena kepuasan dalam melakukan hubungan intim, sebenarnya tidak ditentukan oleh besar kecilnya alat kelamin seorang pria. Pendapat bijaksana: mengatakan: “Semua anggota tubuh seseorang, bisa menjadi alat untuk memuaskan seksual pasangannya”. Menurut jajak pendapat, kepuasan wanita lebih ditentukan oleh kepintaran seorang pria dalam pemberian pemanasan (rangsangan seksual) dan menguasai (tau) daerah erotis pasangannya.

Pijat sensual yang bisa dilakukan sendiri atau berpasangan, Pada saat inilah, Anda sebagai pasangan tidak ada lagi rasa sungkan dalam saling merangsang sebagai pasangan suami istri, dan hindari sikap ‘ngebos’ dari salah satu pihak. Jangan salah seorang dari pasangan merasa sudah seharusnya pasangannya melakukan rangsangan. Perlu Anda ingat tercapainya orgasme (kepuasan seksual) adalah tanggung jawab Anda berdua.

Perineum. Inilah bahasa latin untuk area selangkangan. Arena ini dipercaya merupakan daerah super sensitif bagi seorang pria, titik tersebut terletak di antara anus dan kantung kemaluannya. Dalam pengobatan China khususnya ilmu akupunktur daerah ini dipanasi oleh moksa (cerutu terbuat dari daun tumbuhan Mei) untuk menambah kekuatan seksual pria, terutama yang sudah bermasalah seperti ejakuasi dini, sulit ereksi dan sebagainya.

Di bawah daerah ini terdapatlah kelenjar prostat, rangsangan di daerah ini bisa Anda lakukan sendiri untuk pengobatan, (pijatlah dengan gerakan melingkar dengan sedikit tekanan) atau dilakukan oleh pasangan Anda sebagai pengobatan sekaligus sebagai rangsangan untuk memulai hubungan intim.

Caranya: Letakkan kedua jari Anda di belakang kantung buah zakar, tekan sebentar, terus lepaskan (waktu/ ritmennya) Anda atur sendiri, yang penting tekanan demi tekanan jangan terputus harus berirama yang mendatangkan kenyaman, maka jangan menekan terlalu keras tapi harus mantap sehingga terasa ditekan. Ulangi teknik tekan-lepas ini selama beberapa kali. Rangsangan pada daerah ini membuat pria orgasme dengan berkepanjangan, maka persiapkan untuk istri dimulai, jika Anda ingin orgasme bersama.

Pijatan pada batang penis dan kepalanya, untuk lebih efektif perhatikan refleksi organ yang ada didaerah batang kemauan lelaki ini, 
 
 

 

Hangatkan 1-2 sendok makan minyak bulus atau minyak zaitun (bisa dibeli di toko obat atau supermarket). Hirup napas panjang serta gosok telapak tangan, kemudian telan napas dan tahan. Setelah dirasa telapak tangan menjadi panas hembuskan napas serta ambil minyak hangat tersebut dilulurkan pada batang penis sambil dipijat perlahan (jangan terlalu lama, bisa menyebabkan lecet) dengan posisi telapak tangan kiri Anda menyangga/mengengam (jempol ada di bagian atas, empat jari pun ujungnya di atas batang penis sementara tangan kanan memegang pangkal batang (diantara jari telunjuk dan jari tengah), biarkan beberapa saat jangan pakai celana dalam dulu (10- 15 menit) jika memungkinkan keadaannya batang penis bisa dijemur di sinar matahari  pada pagi

Pijatan pada “Topi penis” (bagian bulat kepala penis) lebih jelas pada pria yang sudah disunat. Dan, ada keuntungan ganda selain faktor kebersihan. Seorang pria yang disunat merasakan kenikmatan dan lebih sensitif jika bagian kepala penis ini dirangsang, dan Bagian ini hampir sama sensitifnya dengan klitoris pada seorang wanita.

Caranya: genggam dengan nyaman batang penis. Bila suka, balurkan sedikit minyak pijat. Lalu, bergeraklah ke atas, sentuh dengan mantap. “Begitu Anda mencapai ‘mahkotanya’, buka tangan Anda, hingga bagian telapak tangan bertumpu pada bagian bulat yang merupakan topi dari penis tersebut. bagi seorang istri yang mahir memainkan jari jemarinya, maka pria yang menjadi pasangannya akan merasakan kenikmatan rangsangan yang luar biasa. Maka dengan kejadian ini, mana ada pria yang tahan untuk memendam libidonya untuk segera melakukan hubungan intim dengan wanita yang mahir ini.

Perhatian untuk para istri, marilah kita sama-sama maju dalam kemahiran / kecerdasan seksualitas, agar suami-suami kita bisa sehat lahirbatinnya untuk terus menjadi suami yang setia karena tidak ada lagi ‘kambing hitam’ untuk meraih kepuasan diluar diri kita, dengan alasan masalah seks.

Jika masih diberi umur untuk terus menulis, saya akan lanjutkan untuk menulis artikel, Meningkatkan kemampuan, mengatasi kelemahan seksual  dan meningkatkan  libido pria dan wanita, dengan berbagai cara, baik secara meditasi, pijatan, ramuan herbal dan sebagainya.

Salam sukses dan salam bahagia untuk Zeverina dan semua warga KOKI

Srikandi – Bogor

Bahan : berbagai sumber dan buku-buku koleksi pribadi

 

__________________________________________

CATATAN Z : ILUSTRASI FOTO-FOTO GETTYImages

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

  

1 dari 9 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Pak handuk, walah tulisan makin merangsang hahahaha setuju deh, ntar saya bikin yang buat yg jomblo yah, krn ternyata kokiers banyak yg msh jomblo, jadi banyak order by email supaya saya bikin tulisan khusus utk jomblo beneran yg msh single atau jomblo kepaksa karena lagi jauh sama pasangan.

Posted by: srikandi | Selasa, 6 Januari 2009 | 11:19 WIB

Bu srikandi, sudah lama tidak bersua, Selamat tahun baru, Selamat Suro, Eidul Adha, Natal (pilih sendiri ya....) Semoga di tahun yang baru tulisan Bu Sri semakin merangsang

Posted by: Handuk | Selasa, 6 Januari 2009 | 10:55 WIB

lama gak dibuka, wah udah nambah lg namnya, si yanzzu bilang sebg perabot, si PDD bilang pisang, skg kpanji bilang bazoka waduh ini mah galak amat serem euy..! mending tetap dipangil burung aja yg bisa hidup dan berkicau kalau dijemur hahahaaa.

Posted by: srikandi | Selasa, 6 Januari 2009 | 10:44 WIB

HORRAAAASS TULANG.Naboto auk ,Ahaa nan marjolok-jolok disarawa mu Bahh !! Alak kita bahh..Biado..?? Hepeng mangatur nagaraon.Bahh ..Innalum di Asahan .Inang-Inang Naboru ,Alak kita Naboru Takashima mulak tu bagas..Damai Tulang .Marjeges Bah..

Posted by: KPanji | Rabu, 24 Desember 2008 | 04:34 WIB

Sri saya baca artikel ini ,udah dini hari.tiba2 ngakak2 tidak terkata..tentang teknik2 jemur bazoka..hiikkzz Tetapi Sri hati2 klo jemur Mam;V .takut2 ular kepala dua itu...?? nyelonong masuk..Habiiss !! Izinkan saya copy..ya//Teruskan perjuangan anda...

Posted by: KPanji | Rabu, 24 Desember 2008 | 04:15 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Sebagai debut perdananya, andai KoKi Enterprise akan membuat buku, kira-kira tulisan siapakah yang menarik dan punya nilai jual? ( */ Prabu )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort