Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiInfo
/ Home / KoKiInfo /
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Kartu Pos dan Senior Citizen
Laila Nurhayati - Singapura

Dear Zev dan teman2

Tadi pagi aku buka kotak pos rumahku. Eh,ternyata di dalamnya ada kartu pos unik seperti ini.

 

 

 

Wah, memang Pemerintah Singapura pintar sampai ke detail. Iklan ini ekonomis dan kreatif. Mungkin biaya membuat kartu pos dan mengirimkannya ke rumah2 lebih murah daripada memasang iklan di koran.

Memang, akhir2 ini apa2 makin mahal aja.

Walau bagaimanapun juga kami tetap berusaha bersyukur, karena masih ada yang lebih kurang beruntung dari kami.

Anyway, ada yang tertarik ingin apply CV untuk mengisi lowongan tsb?

 

                                                                 __________________


 
Senior Citizen Corner

Proporsi manusia lanjut usia (manula) di negara Singapura cukup tinggi. Hal itu mungkin karena makin banyak warganya yang memilih menikah pada usia yang lebih tua dan memiliki anak yang lebih sedikit. Tapi semenjak tiap warga negara Singapura yang punya anak bakal dapat tunjangan buat anaknya dari pemerintah,mungkin keadaannya akan berubah.
 
Di Singapura, penyelenggaraan jaminan sosial diselenggarakan oleh CPF (Central Provident Fund). CPF memberi jaminan untuk pensiun/jaminan hari tua,dll.

Nah...aku salut juga dengan para manula di sini, karena banyak dia antara mereka yang menghabiskan masa tuanya masih dengan semangat dan sehat. (Ingat Lee Kuan Yew?Dia masih sehat kan? walau Bapak Soeharto sudah meninggal.Oops, umur di tangan Tuhan). Manula di sini masih giat bekerja terutama bekerja yang kurang membutuhkan keahlian khusus seperti sopir taksi, pedagang, petugas kebersihan di restoran atau mall, petugas keamanan di mall,dll. Hmm...sisanya mereka mengasuh cucu2 mereka.he3.

 

 


 
 

 

Di lantai dasar blok rumahku ada senior citizen corner (tempat ngumpulnya warga manula). Kondisi fisik tempatnya sederhana,dan agak terbuka. Di sini disediakan kursi2 untuk tempat ngobrol, ada alat2 latihan kebugaran, mesin penjual minuman dingin, ada juga yang bertanam tanaman obat2an di dekat ruang itu. Kadang-kadang suka ada pembagian sumbangan untuk manula yang kurang mampu juga di sini. Biasanya para manula yang tidak punya kegiatan khusus ngobrol2 di sini. Mungkin mereka tinggal menghabiskan uang CPF mereka yang udah dikumpulkan selama 55 tahun. Ada yang menghabiskannya dengan suka minum2 (minuman keras,kopi,dll), masang toto (berjudi), tapi ada pula yang menghabiskannya dengan menyalurkan hobi mereka seperti memelihara burung, berdagang,dll.

 

 


 
 

 

 

Kalau di Indonesia,manulanya (yang sukses lho waktu mudanya,tinggal di kota) mungkin bisa pulang kampung, beli sawah,bercocok tanam di sawah,memelihara ternak,dsb. Berbeda banget dengan di Singapura,karena wilayahnya yang kecil, tanah muahal dan gak sembarangan orang bisa punya tanah.Makanya sebagai gantinya disediakanlah Senior Citizen Corner ini di blok ini.
wallahu'alam.

Mohon dikoreksi kalau salah.

Salam dari Negeri Merlion,

 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

 

1 dari 3 Halaman Komentar | First Prev Next Last

selaen itu di bawah/lantai dasar blok apt juga ada study corner..tapi nggak semua blok tiap lantai dasarnya ada fasilitas2 tsb. Biasanya lantai dasar blok juga sering digunakan warga untuk acara2 khusus..seperti pesta pernikahan..pertunangan..ulang tahun..acara kematian, dll.

Posted by: Lasary | Rabu, 10 Desember 2008 | 18:12 WIB

Hebat yah...

Posted by: Juwita S. | Rabu, 10 Desember 2008 | 14:18 WIB

lagi mikir..gimana nantinya kalo saya udah penyot dan keriput..mh..kalo tinggal di Sing sich enak ada citizen corner..bisa pake oblong, kipas-kipas, minum kopi O, kaki satunya ditekuk ke kursi. ngobrol ngalor ngidul, main mahjong

Posted by: Anton Kuningan | Rabu, 10 Desember 2008 | 08:22 WIB

Laila Nurhayati: great stories....thanks for sharing ya....

Posted by: Josh Chen | Selasa, 9 Desember 2008 | 09:06 WIB

Kayaknya seekor lalatpun sulit hidup di negeri singa ini.. kalok aku makan2 di food court terbuka , tak ada sekor lalat yg berterbangan liar diatas meja...sampai heran aku dibuatnya. Memang Singapore itu patut ditiru dalam hal menjaga kebersihannya.. Great article , Laila !

Posted by: sirpa | Selasa, 9 Desember 2008 | 03:02 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Sebagai debut perdananya, andai KoKi Enterprise akan membuat buku, kira-kira tulisan siapakah yang menarik dan punya nilai jual? ( */ Prabu )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort