|
|
|
KoKiInfo
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Rahasia Membaca Cepat
Juwita S - Sydney Seringkali kita merasa tidak mempunyai cukup waktu untuk membaca begitu banyak bahan bacaan yang menarik. Koran, majalah, novel, buku yang bisa mencapai ratusan halaman, berita terkini di internet, email dan tentunya semua artikel di KoKi yang harus-mesti-wajib dibaca karena isinya menarik.
Saat ini saya sedang membaca dua novel. Satu dalam bahasa Inggris dengan judul "Hit" karangan Tara Moss dan satu lagi novel berbahasa Indonesia berjudul "Sydney Darling Harbour" karya Yunisa.
Pagi dan sore saya wajib membaca berita online (paling tidak dari 3 websites). Di dalam tas tersedia majalah "Reader's Digest", ini penting karena saya sering mampir ke resto setelah selesai kerja dan harus menunggu sampai makanan pesanan selesai, daripada bengong kan lebih baik membaca. Akhir pekan saya membeli majalah mingguan yang biasanya saya baca habis sebelum akhir pekan berlalu. Masih ada lagi, buku "Guinness World of Records 2009" dan "The Anzacs" (Peter Pederson).
Yang paling tidak boleh terlewatkan adalah 'klik' ke KoKi. Kalau bisa begitu saya duduk di depan komputer, saya tidak klik ke mana2 lagi selama 2 jam nonstop, membaca semua artikel. Setelah itu saya membaca email 'forward' ("Hati2.....Jangan Makan Kulit Apel..!!", "God says", "Membaca kode ban") dan dilanjutkan membaca Newsletter dan surat2 lain yang dikirim per post.
Saya senang membaca, jadi saat-saat membaca sungguh saya nikmati. Rileks, santai dan pikiran ini bisa terbang bersama imajinasi yang disampaikan oleh si penulis.
Tetapi tidak selalu saya bisa santai membaca, seringkali waktu terbatas. Kalau sudah begini biasanya saya 'kalap' membaca ini dan itu secara kilat.Apakah rekan KoKiers sering merasa kekurangan waktu untuk membaca? Bagaimana kalau kita mencoba menerapkan teknik membaca cepat dan kilat supaya dengan waktu yang terbatas kita bisa membaca sebanyak mungkin.
Teknik Membaca Cepat dan Kilat
Kecepatan membaca seseorang adalah antara 150 – 220 kata/menit. Ini kecepatan rata2. Dengan menerapkan teknik membaca cepat, kita bisa membaca 2 sampai 5 kali lebih cepat. Dasar dari teknik membaca cepat ini adalah: Membaca dan mengambil inti dari bacaan. Biasanya dalam satu alinea, intinya berada di kalimat pertama dan/atau di kalimat terakhir dari alinea tsb.
'Scanning' dan 'Skimming'
Langkah pertama adalah dengan teknik 'Scanning', yaitu: Membaca sepintas kilas. Seperti kalau kita sedang berada di Mall kita biasanya 'scan' atau melihat sekilas semua toko yang ada di lantai tersebut dan mendapatkan gambaran kira2 ada toko apa saja di lantai tsb.Langkah berikutnya adalah 'Skimming', yaitu: Menyaring kata2 dalam satu artikel.
Membaca cepat merupakan suatu ketrampilan jadi kita perlu latihan.
Rekan KoKiers siap untuk latihan membaca cepat? Yuk, kita bersama-sama mencoba teknik Scanning dan Skimming ini.
Sebagai contoh, saya ambil satu alinea dari artikel La Rose, http://community.kompas.com/read/artikel/675 (Terima kasih, LR)
Baca ini keras2, bersuara:
"Apalagi saat sedang (sesudah) melakukan sex dengan mantan kita rasanya jadi gimaanaaa.. gitu.. hahaha..melebihi waktu sebelum ”break-up” cieeee..malah lebih romantis, lebih menikmatinya, lebih..seeer..seeran..pokok sangat berbeda banget dibandingkan waktu masih bersamanya dulu deh." Sekarang, baca dalam hati, mulut harap komat kamit, tanpa suara:
"Apalagi saat sedang (sesudah) melakukan sex dengan mantan kita rasanya jadi gimaanaaa.. gitu.. hahaha..melebihi waktu sebelum ”break-up” cieeee..malah lebih romantis, lebih menikmatinya, lebih..seeer..seeran..pokok sangat berbeda banget dibandingkan waktu masih bersamanya dulu deh."
Lanjut, baca dalam hati, mulut jangan komat kamit yaa.. 'mingkem!'
"Apalagi saat sedang (sesudah) melakukan sex dengan mantan kita rasanya jadi gimaanaaa.. gitu... hahaha..melebihi waktu sebelum ”break-up” cieeee..malah lebih romantis, lebih menikmatinya, lebih..seeer..seeran..pokok sangat berbeda banget dibandingkan waktu masih bersamanya dulu deh."
Berikutnya: Scanning dan Skimming – Mata bergerak cepat, perhatikan huruf yang di-bold saja:
"Apalagi saat sedang (sesudah) melakukan sex dengan mantan kita rasanya jadi gimaanaaa..gitu.. hahaha..melebihi waktu sebelum ”break-up” cieeee..malah lebih romantis, lebih menikmatinya, lebih..seeer..seeran..pokok sangat berbeda banget dibandingkan waktu masih bersamanya dulu deh."
Nah, kita baru saja membaca cepat. Bagaimana.. terasa lain kan kalau kita 'scan' dan 'skim' saja dibandingkan kalau kita membaca per-kata. Arti dari tulisan tetap kita serap dalam waktu yang lebih singkat.
Contoh di atas paling tidak sudah dipraktekkan oleh Raras dan begini komentarnya: "wadooooowww!!.. itu ngasi contoh kalimatnya apa ga ada yang lebih hot yaaaa??? Jadi ta sekalian ngumpet di gudang aja bacanya…"
(Mudah2an setelah keluar dari gudang Raras sudah ahli membaca cepat)
Kalau rekan KoKiers belum merasakan hasilnya, coba latihan lagi.. tapi jangan ngumpet rame2 di gudang yaa..
Salam, Juwi.
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id
|
advertisement
|
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|
|
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
© 2008 - 2009 Kompas Gramedia. All rights reserved |