Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
Seputar KoKi
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
KoKi in My Memory : 2005-2008
Piper - Tokyo

Kolom Juwi dengan kisah Bugz dan Me, membuat saya jadi teringat lagi kalau dulu saya pernah mengirimkan artikel untuk menanggapi kisah “Long Distance Relationship” dari Bugz-Jakarta. Nah, gara gara saya terpikir apakah si Bugz-Singapore sekarang ini sama dengan Bugz-Jakarta dulu malah membuat ingatan saya melayang layang kembali ketika saya mengenal KoKi pertama kali.
 
Tahun 2005

Seperti biasa saya membaca kolom kesehatan Kompas, ada surat dari ibu R.O-Belanda yang bersuamikan seorang dokter anestesi dan menceritakan kisah kehidupan seksualnya yang sangat menakjubkan meski di usia yang terbilang tidak muda lagi. Ibu ini malah pusing dan menanyakan ke dokter pengasuh kolom saat itu (dr. Sylvia) apakah jangan jangan ia mengalami “oversex-minded”, tapi dijawab dengan tegas saat itu bahwa tidak ada masalah sama sekali dengan kehidupan seksual ibu R.O, malah bagus dan seharusnya bisa dijadikan contoh untuk pembaca lain. Saya sendiri juga terkagum kagum dengan kisah itu, dan ternyata saya tidak sendiri ….tanggapan untuk kisah tersebut luar biasa banyaknya sampai sampai surat itu mesti ditayang ulang dan ibu R.O juga membuat kisah lanjutan yang lebih lengkap. Dari tanggapan tanggapan yang begitu banyaknya itulah akhirnya dibuat sendiri tempat khusus yang masih bernaung di bawah kolom kesehatan KCM dan diasuh oleh Zeverina, sang moderator (saat itu inisialnya: zrp). Yah, KoKiers …..ternyata memang asal muasal KoKi ya dari “arus bawah” :)

 

 

Saat itu KoKi jauh berbeda dengan penampilan KoKi sekarang. Artikel artikel yang masuk juga masih sedikit dan rata rata ditulis oleh orang orang yang tinggal di luar negeri karena mungkin akses internet lebih mudah, plus biasanya yang buka Kompas online ya memang yang tinggal di luar Indonesia untuk membunuh rasa kangen terhadap Indonesia. Topik artikelnya juga masih terbatas soal cerita kehidupan sehari hari, pengalaman pengalaman selama tinggal di luar negeri, melahirkan di luar negeri dsb menjadi topik yang sering muncul saat itu. Karena topiknya masih belum beragam, biasanya artikel juga bisa dikelompokkan dalam satu kategori dengan tema sama (“Kisah Para Perantau”, “Tak Ingin Memiliki Keturunan”, “Mencari Miss Right” dsb). Setiap artikel juga diberi sapaan pendahuluan cerita oleh Zev (Hai ..hai..hai..begitu kalimat pembukaan dari Zev) dan tanggapan untuk suatu artikel juga juga dimuat dalam bentuk artikel lagi dan dimuat di edisi KCM berikutnya. 
 
Penulis yang saya ingat sudah aktif saat itu Sarimin-san, dengan kisahnya yang menyentuh, pemuda desa yang tidak pernah terpikir sebelumnya bisa menjejakkan kaki dan akhirnya tinggal di Boston, Amerika Serikat. Kemudian tentu saja penulis kawakan bung Harry Lukman yang sudah langsung menggebrak dengan tulisannya yang secara tegas menjelaskan pilihannya untuk meninggalkan Indonesia dan memilih menetap di Amerika disertai dengan penutup kalimat yang tetap sama hingga sekarang “Greetings from the American Capital, Harry Lukman” (Ada tambahan kalimat baru di artikel terakhir bung Harry setelah Obama menang menjadi presiden, “Greetings from the American Capital where the change is coming to”). Ada juga bung Ghafur-Amerika yang bercerita tentang susahnya melanjutkan studi di usia yang sudah tidak muda lagi, pak Harsono-Vancouver yang sempat berbagi kisah khawatir dengan masa depan bahasa Indonesia, juga Bella-Findland yang selalu berbagi cerita menarik seputar kehidupan sehari harinya. Oh ya ada juga kisah curhat dari putri “Mr.Clean” yang membekas di hati saya, karena memberikan contoh idealisme seorang anak pejabat terkenal di Indonesia yang saya rasa sulit ditemui di zaman KKN seperti sekarang ini.
 
Pro dan kontra saat itu biasanya dipicu karena ada pembaca lain yang merasa isi tulisan berat sebelah, hanya menyanjung nyanjung kehidupan yang serba enak di luar negeri, ada juga yang merasa kalau yang menulis hanya memamerkan kekayaan dan kesuksesan pribadi setelah tinggal dan menikah dengan orang asing. Membicarakan dan membandingkan kehidupan di luar negeri dengan Indonesia memang menjadi topik yang seperti tidak ada habisnya. Yah itulah Indonesia, ….when love and hate collide.
 
Oh ya, di penghujung tahun 2005-2006, ada artikel yang sangat menarik untuk saya dari bung Anung Wibowo-Osaka, Jepang tentang budaya terima kasih dan meminta maaf di Jepang. Saya begitu terkesan dengan artikel ini sehingga saya save dan saya forward ke teman teman saya lewat e-mail (tentu dengan mencantumkan sumber dan nama jelas penulisnya). 
 
Tahun 2006

Awal nama Kolom Kita (KoKi) dan sekaligus masa jayanya KoKi. Semakin banyak yang bergabung dan menjadi penulis aktif di KoKi. Tidak terhitung sudah nama nama penulis aktif yang bermunculan sejak awal tahun ini. Dari pak WES-Australia dengan mentornya Mang Gonjol, pak Janto Marjuki-Swedia yang hobi berat nonton bulutangkis, Sekar-Korea (saat itu masih di Korea ya) yang cerita tidak ada angka-4 di Korea, Pak Troy-Brazil yang sangat simpatik bercerita tentang Brazil, sampai Vie-Kanada yang sibuk dengan kutu rambut dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. 
 
Mbak Arita-Swiss juga sudah muncul di tahun ini dengan artikelnya yang selalu menyentuh hati menceritakan ketegaran hidupnya, mbak LD dengan artikel yang menceritakan riset dan kegalauan hatinya karena kelak paten hasil karyanya menjadi milik Jepang meski dikerjakan oleh anak Indonesia. Begitupula Ria Coats (saat itu juga masih Coats) dengan cerita perjalanan hidupnya yang selalu lugas, jujur apa adanya, menarik dan tentu saja kontroversial dari kisah asmaranya, keluarganya, anak dan juga masa lalunya. Tidak heran saya selalu berusaha menyempatkan diri membaca artikelnya dan tidak heran pula gelar miss kontro disandang Ria hingga sekarang.  

 


 
Seingat saya di tahun ini juga ada beberapa penulis yang ternyata orang asing yang sedang belajar bahasa Indonesia dengan belajar menulis artikel yang lalu dikirimkan ke KoKi. Wah, kemana ya mereka sekarang? Apa sudah stop ya belajar bahasa Indonesia? atau mereka masih nyasar belum menemukan rumah KoKi yang baru?
 
Pro dan kontra di tahun ini topiknya beragam, penulis saling menanggapi artikel penulis lainnya dengan menulis tanggapan yang cukup panjang atau malah menulis artikel untuk dimuat di edisi berikutnya. Zev sang ibu moderator juga sudah mulai mendapat kritikan, katanya artikel KoKi monoton, membosankan, kepanjangan sehingga Zev mengusulkan untuk memunculkan KoKi sesekali saja saat ada artikel dengan tema yang menarik yang akhirnya ditentang lagi oleh pembaca lainnya. Saya rasa akhir cerita polemik ini sudah kita ketahui bersama ya.
 
Oh ya, di tahun ini juga muncul suhu kita Josh Chen yang namanya langsung saya ingat karena menurut saya ia cukup berani menuliskan namanya secara terbuka dengan artikel yang isinya protes, frustasi berat dengan PLN di Medan karena listrik mati melulu. Lalu…bagaimana ya akhirnya kisah listrik di Medan ini?
 
Di tahun ini juga akhirnya saya nulis artikel pertama saya ….ya itu buat nanggapin Bugz-Jakarta. Tapi saat itu artikel saya tidak langsung dimuat, baru 1 bulan kemudian dimuat ketika ada kisah dengan tema lagi tentang Long Distance Relationship (October 2006). Berturut turut saya menulis lagi, “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” (November 2006), dan saya menutup tahun ini dengan tulisan tanggapan untuk Chibi-Usagi, Jepang tentang membahagiakan orang tua (December 2006). 
 
Tahun 2007

Tahun ini KoKi tambah ngetop, sudah tak terhitung banyaknya penulis penulis baru yang bermunculan di samping penulis penulis lama yang masih aktif. Apalagi format KoKi tahun ini sudah ada kolom komentar yang diletakkan di bawah artikel sehingga memudahkan untuk memberi tanggapan langsung. Banyak silent readers yang akhirnya bermunculan di tahun ini, dari sekedar memberi komentar sampai akhirnya menulis artikel. 
 
Saya sendiri …...malah kebalikannya memutuskan jadi silent reader. Kesibukan saya sendiri yang meningkat plus cepatnya artikel KoKi berganti membuat saya tidak sempat lagi mengikuti dan membaca artikel satu persatu. Saya sempat menulis tanggapan untuk Umi-Qatar tentang kanker (April 2007), karena kebetulan memang nyerempet bidang penelitian saya dan terakhir saya menutup kisah tulis menulis saya di tahun ini dengan memberi tanggapan untuk ibu Rini Prasodjo-Belanda di kolom komentar. Ibu Rini berkisah tentang Bernadetta, anak Indonesia yang mempunyai suara emas dan sedang melanjutkan studi vocal di Belanda. Kebetulan saya sempat mengenalnya, Detta (begitu panggilannya) sempat belajar piano di sekolah musik dimana kebetulan saya juga mengajar, dan ia pun sempat menghadiahkan saya suara emasnya di hari pernikahan saya. Sayang, setelah menikah saya terburu buru segera berangkat ke Jepang sehingga tidak sempat lagi menghubungi Detta. Saya baru mengetahui beritanya lagi dari artikel ibu Rini tersebut dan sungguh saya berharap Detta bisa sukses dalam studinya. Ia benar benar memiliki suara malaikat.
 
KoKi berkembang terus, mulai menempati rumah sendiri dan banyak kolom kolom baru yang khusus dipisahkan. Tentu saja yang popular, Love Talk. Cerita ringan tentang cinta dalam kehidupan sehari hari selalu menarik minat siapapun yang membacanya. Kolom Love Talk ini mencapai puncak keemasannya dengan kisah petualangan cinta Lea dan J. Begitu bagusnya Lea bertutur sehingga semua orang terserap seperti magnet mengikuti cerita dari diary Lea ini, selalu dinanti nanti penayangannya, rasanya setelah kisah Lea ini belum ada penulis Love Talk lain yang memperoleh sukses sebesar Lea. Lea tidak hanya sukses membagi ceritanya, tapi juga sukses mendapatkan J …… a fairy tale ending story! Congratulations Lea! 

 


 
 

Seperti tahun tahun sebelumnya, kisah pro kontra juga selalu menyertai KoKi. Yang masih teringat kisah Harry Lukman (HL), yang sudah tidak usah diragukan kredibilitasnya, vs Caroline (CL), fisikawan yang punya cara pandang beda dengan orang awam kebanyakan. Dilihat dari siapa yang terlibat ….sudah bisa diduga, ini pertandingan kelas berat. Mereka tidak hanya asal komentar, tapi menulis artikel dengan disertai bukti, data dan pengalaman pengalaman mereka sendiri. Dan ternyata keduanya pun masih aktif menulis sampai saat ini. 
 
Meski di tahun ini saya jadi silent reader, tapi justru di tahun ini jugalah saya mengenal dua orang top di KoKi lewat jalur offline. Pertama, Ki Ageng (oh ya, saya lupa rasanya …seingat saya nama asli Ki Ageng juga sudah pernah tersebut dan bahkan ternyata yang menanyakan nama asli Ki Ageng itu mantan murid beliau sendiri di FK UGM) dan yang kedua suhu JC. Suhu JC inilah yang jadi kompor saya untuk kembali turun gunung menulis artikel, terutama artikel kesehatan. 
 
Tahun 2008

KoKi benar benar bertumbuh besar menempati rumah sendiri yang luas dan punya kamar kamar banyak untuk menampung para KoKiers dan KoKoers. Selamat untuk para penulis lama yang masih aktif berkarya dan tidak meninggalkan KoKi, selamat bergabung juga untuk pendatang baru baik yang aktif menulis maupun aktif berkomentar. KoKi lebih semarak dengan hadirnya Plux si pemerkosa lidah, bung Iwan Kamah-The Soekarno storyteller, Yanzzu si pria metroseksual (hmmm ….mulai banyak cogan cogan datang ke KoKi, saingan bung PDD dan Night), bu Srikandi yang selalu berbagi pengalaman lewat komentar komentarnya, Pak Handuk dengan kisah petualangannya mengenalkan Indonesia yang cantik, dan yang lain lain yang masih akan menambah deretan panjang kamar penghuni KoKi.
 
Saya sendiri akhirnya kembali menulis dimulai karena tidak tahan untuk tidak memberi komentar pada artikel Juwita Setiono tentang stem cell. Lagi lagi ya karena itu nyerempet bidang saya. Barulah setelah itu mulai deh sedikit sedikit di antara waktu luang kembali menulis dan menjenguk KoKi.
 
Pro kontra tahun ini sudah jelas ….masalah OOT dan banned. Sungguh saya berharap tahun 2008 ini bisa diakhiri dengan damai. KoKi milik kita bersama, kita semua yang susah payah membangun, jangan sampai kita sendiri yang menghancurkannya. Jangan ada lagi saling mencurigai antar KoKiers, gosip, saling menyerang, saling tuding, saling memaki dan jangan juga mudah diadu domba. Jangan jadikan KoKi kita arena tinju yang tidak professional. Saling berbeda itu wajar dan jika ada yang ingin diungkapkan, silahkan …tapi kemukakan baik baik, kalau perlu buatlah artikel tanggapan disertai data data yang jelas dan jujur. Tidak ada manusia yang sempurna, khilaf itu hal jamak dalam kehidupan sehari hari. Jangan sampai ada salah tak termaafkan dan semoga kita semua bisa menyongsong akhir tahun ini dengan damai sukacita. 

 


 
 

Saya juga mohon maaf jika di artikel ini ada salah penyebutan nama KoKiers, salah urutan waktu maupun banyaknya nama KoKiers aktif yang terlewat tidak tertulis di sini. Cerita ini hanya berdasarkan memori, kadang masih ada beberapa artikel yang masih bisa ketemu ketika dicari sehingga membantu ingatan saya kembali tapi ada juga yang tidak ketemu dan hanya berdasarkan ingatan saya semata. 
 
Ketika sedang mencari cari artikel lama, tanpa sengaja ketemu artikel dengan sapaan pendahuluan dari Zeverina yang lalu saya copy ke sini. Semoga bisa menjadi penyemangat untuk kerja moderator yang berat, sekaligus mengingatkan kita semua lagi betapa berharganya KoKi untuk kita semua. 
 
Rasanya plong kalau Koki sudah ter-upload hari itu, melelahkan sih, tapi bayarannya luar biasa besar, bukan dari kantor, tetapi dari Anda semua. Saya senang dipanggil Anirevez, Zeze, Zeb, atau Zevie, saya senang ketika surat Anda tak berhenti mengalir, saya senang ketika permohonan bantuan Anda terjawab, saya senang ketika Anda terhubung dengan beberapa kawan lama, saya senang ketika kolom ini memberi penghiburan di peratauan, saya senang ketika beban Anda terlepas setelah menumpahkan uneg-uneg di Koki, saya pun senang ketika pensiunan menulis begitu banyak pelajaran kehidupan yang berharga, saya bahagia ketika Anda senang bisa berbagi cerita, saya pun enggak menyesal menampik ajakan nonton, atau makan-makan karena harus mengerjakan Koki, toh hidup saya baik-baik saja. Segala keletihan dan kantuk selama 4 hari seminggu terbayar sudah, berlebih malah. Sesungguhnya, Andalah yang lebih banyak memberi. Ketika jari saya membuka kotak email, buku saya sudah sepenuhnya berada di seluruh dunia. Pelajaran luar biasa dari Anda semua. Yang suka maupun yang duka.
 
Jika Anda memilih untuk bahagia, ciptakan orang lain untuk bahagia
Jika Anda memilih untuk hidup makmur, ciptakan orang lain menjadi makmur
Jika Anda memilih untuk bijak, ciptakanlah orang lain untuk menjadi bijak.


(The law of giving, hukum memberi)”   --  Z  ---

 

                                                                    *********************


 
Salam hangat,

Piper-Tokyo

(Aduh………..saya jadi ngelantur kemana mana, padahal awalnya cuma teringat sama Bugz-Jakarta. Halo Bugz ……apa benar ini Bugz yang sama?)

 

___________________________________________________________________________________________

CATATAN Z : ILUSTRASI GAMBAR - GAMBAR : GANDALF - CHINA, terimakasih yaaaa Gand .... apakabar? hehe....  Z belum punya keberanian menyapa ( lagi ) ...

 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id 

 

1 dari 12 Halaman Komentar | First Prev Next Last

saya mulai baca koki th 2005, jadi ingat sama ibu RO......sudah lama beliau nggak menulis......ada yg tahu......di mana beliau berada???

Posted by: stephanie | Senin, 8 Desember 2008 | 17:39 WIB

Piper, kilas balik KOKinya enak di bacanya....mengalirrrr bening, jd inget ama lovetalk nya Lea...walo jarang ksh koment tp selalu tak baca, sampai@ pas 2 bln lbh gak bs OL cuma krn pingin tau kelanjutannya sampai@ nelphonin temen@...ikutan happy pas tau akhir ceritanya...sekali lg congratulations Lea....oh ya inget dulu sampai ada yg tebak tebakan Zeverina tu cowo apa cewe gituuu pokoke misteriusss...gak pernah turun gunung...skrg dah tau ternyata Mamak manisssss orangnya...thanks buat artikelnya, GBU.

Posted by: Minten | Senin, 8 Desember 2008 | 01:05 WIB

Dear Mbak Lis Dol: waduh ..saya cuma berdasarkan ingatan, lalu artikel atau nama yang saya ingat ya saya coba aja search di google. Kadang keluar link-nya dan jadinya bisa baca lagi, tapi kadang tidak keluar juga sih. Jadi yah tergantung hoki juga hehehehehe. Salam kenal dan salam hangat dari Tokyo! Dear nvios: Betul betul ...kasihan mamak kita yang pontang pantik di belakang layar. Thanks to Zev yang sudah meluangkan waktunya untuk mengurus KoKi :)

Posted by: Piper | Senin, 8 Desember 2008 | 00:42 WIB

Dear Saras: Hehehe...iya ya jangan jangan dulu KoKiersnya juga polos polos hehehehehe :) Dear bu Srikandi: Walah ...ternyata sudah dari dulu juga ngikutin KoKi! Semoga tetap terus "menjaga" KoKi ya bu dengan nasehat nasehat dan saran sarannya. Salam hangat dari Tokyo!

Posted by: Piper | Senin, 8 Desember 2008 | 00:37 WIB

Dear exki: Iya, semoga semua warga KoKi bisa selalu saling belajar dari kesalahan dan pengalaman sehingga KoKi bisa semakin maju :) salam hangat dari Tokyo! Dear Ulan dan Endang: Selamat menikmati KoKI! Salam hangat dari Tokyo!

Posted by: Piper | Senin, 8 Desember 2008 | 00:30 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Sebagai debut perdananya, andai KoKi Enterprise akan membuat buku, kira-kira tulisan siapakah yang menarik dan punya nilai jual? ( */ Prabu )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort