Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiNegeriku
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Goyang Asoy dan Talibanisasi
Reef - Townsville, Australia

Sweet Zeve and para pembaca koki dimanapun anda berada, salam damai dari Oz,
 
Liukan sensual kian memanas dan sugestive seiring dengan irama dangdut lagu "Kuda lumping". Tubuh sintal yang berbalut busana serba terbuka menambah aroma kemesuman yang sudah kental. Lirikan nakal nan mendayu sendu mampu menerbangkan alam khayali para penonton menuju sorga dunia. Pantatnya yang bulat bundar meliuk-liuk erotis sekali-kali nampak memenuhi layar. Desahan " daaang....duuuuuuuuuuuuuuut...daaaaaaaang duuuuuuuuuut.duuuuuuuuuuuuutttttt." semakin  menggoda, membisikkan erangan birahi tertahan di antara ratusan penonton yang nampak semakin ngos-ngosan menahan gejolak asmara nan liar.. Tampak pula beberapa anak kecil yang takjub memandang dengan mata kanak-kanaknya. Sementara si penyanyi semakin lepas goyangannya dan makin maut, organ intimnya digerak-gerakkan sedemikan rupa sehingga nampak persis orang sedang melakukan hubungan intim. Dan every now and then si penyanyi kenes ini menaiki sebuah kendang dan melakukan gerakan 'gergaji' . Penonton makin histeris.  Beberapa lelaki sudah naik panggung tak mampu menahan kegemasan yang terpampang di hadapannya......

 

 
 
Dear KoKiers,

Ilustrasi di atas adalah salah satu tontonan dangdut akhir zaman di salah satu kecamatan di daerah Jawa Barat yang bisa disaksikan di youtube dan satu contoh goyang asoy yang aku saksikan sebagai referensi tulisan ini. Tentu semua aksi goyang seronok tersebut jauh sebelum UU anti pornography di syahkan akhir bulan Sepetember lalu. UU yang banyak membuat kontraversi ada yang setuju banyak juga yang menolak. Semenjak ramainya berita di media baik di Kompas.com. maupun di media lain yang aku baca hampir setiap hari menampilkan berita  pro dan kontra atas UU ini.  Plus reaksi  pembaca berita tersebut yang sangat beragam dari halus sampai kasar dan out of topic dari subtansi yang sebenarnya.

Tuduhan bahwa UU anti pornography telah mematikan semangat Bhineka tunggal Ika sampai kepada tuduhan bahwa UU ini hanya menguntungkan golongan tertentu (baca : Islam) dan berupaya menyeragamkan pluralitas masyarakat Indonesia,  dalam konteks lebih luas secara perlahan menafikan golongan lain atau golongan minoritas. (baca : non muslim).  Aksi unjuk rasa terjadi di mana-mana yang pada intinya menghimbau pemerintah untuk meninjau ulang UU ini. Namun seperti kata pepatah The show must go on...maka akhir bulan September tahun 2008 UU anti pornography resmi disyahkan setelah terkantung-katung selama beberapa tahun, walau harus lewat insiden wakil dua partai melakukan walk out.
 
Berbicara masalah pornography memang tiada habisnya malah boleh dibilang sangat mengasyikkan.....yang menjadi masalah adalah : konteks yang bagaimana yang masuk dalam kategori sebagai pornography???  Menuurt UU ini definisi pornography adalah : "Materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, skesta, ilustrasi, foto, suara, gambar begerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalu berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum yang dapat membangkitkan hasrat seksusal dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat".
 
Tubuh-tubuh telanjang yang meliuk-liku penuh gairah di tayangan filem biru...tentu termasuk pornography, lalu bagaimana dengan tubuh-tubuh telanjang di masyarakat primitif seperti yang terdapat di sebagian daerah di Papua? pornographykah.?? dan seperti ilustrasi di atas, goyang asoy dangdut, apakah termasuk pornoaksi?  membaca seluruh isi UU pornography memang terkesan ada ketidak tegasan batas antara mana yang pornography dan mana yang tidak, disebutkan di salah satu pasal, bahwa demi kepentingan seni, upacara adat maka batasan seksualitas longgar.  Jadi....???
 
Pihak yang mendukung UU ini merasa  sudah saatnya pemerintah mengatur derasnya arus pornography maupun pornoaksi lewat media audio visual ataupun media baik cetak maupun lewat internet, demi menyelamatkan generasi muda dari pikiran-pikiran yang menjurus urusan arus bawah yang nyata-nyata telah menyebabkan hal-hal negatif di masyarakat, banyaknya perkosaan di kalangan remaja hanya menegaskan akibat dari bebasnya arus pornography dalam kehidupan sehari-hari. 

Sementara itu dari pihak yang menolak, berbagai kekuatiran bahkan ketakutan akan menimpa mereka jika UU ini diberlakukan...hal ini sehubungan dengan apa yang tertuang di pasal 21 dan pasal 22 dari UU tersebut yang antara lain menyebutkan : peran masyarakat dalam menindak porno aksi http://kabarislam.wordpress.com/2008/09/24/inilah-isi-ruu-tentang-pornografi/  pasal ini dikuatirkan akan mendorong masyarakat awam untuk melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap siapapun yang dicurigai melakukan pornoaksi, seperti apa yang pernah terjadi di China di masa Cultural revolution yang brutal dan mengakibatkan korban ribuan nyawa.

Apakah UU pornography di Indonesia akan juga mengatur cara berpakaian terutama kaum wanita untuk bepakaian sopan dan tidak mengundang gairah lelaki?? Dengan kata lain kenapa harus pihak perempuan? kok bukan kaum laki-laki??  karena tentang hal ini juga tertuang di pasal lain di UU ini,  walau tidak secara eksplisit namun ada beberapa pasal yang mengatur tentang eksplotasi tubuh yang dianggap pornoaksi, lalu berpakaian yang bagaimanakah yang dianggap bisa mengundang gairah lelaki??  Memakai tank top apa dianggap mengundang gairah? lalu masih bolehkan memakai bikini jika sedang berenang di pantai?  wah jangan-jangan lagi berbikini ria ujug-ujug sepasukan orang dengan wajah beringas akan menggebuki dan memaksa siapa saja yang berbikini untuk segera menutup auratnya. Ketakutan yang berdasar. 

Di salah satu pasal hanya menyebutkan : pakaian yang tembus pandang yang menampakkan ketelanjangan... tentu ini bersifat relatif, artinya setiap individu mempunyai standard sendiri-sendiri dalam melihat 'ketelanjangan' tersebut. Suara-suara seperti inilah yang lantang disuarakan oleh kalangan yang menolak UU ini baik dari gerakan feminis, organisasi perempuan, artis-artis dan mungkin para penjual dan producer film porno. Bahkan lebih ekstrim ada yang menyuarakan bahwa Indonesia pelan-pelan telah mengalami proses 'talibanisasi'. Oh No.....bayangan perempuan harus memakai burqa sehari-hari dan polisi moral yang hilir mudik dengan mata lirak-lirik tajam mencari wanita yang memakai mini skirt atau tank top dengan pentungan di tangan sungguh merupakan bayangan yang mengerikan bagi kebanyakan perempuan. Ketakutan yang berlebihan.
 
Yang menjadi pertanyaan : Benarkah dengan diresmikan UU anti pornography dan pornoaksi Indonesia menuju proses talibanisasi..??

Menurut pendapat pribadi penulis tentu jawabannya adalah TIDAK...UU ini hanya mentertibkan dan lebih mengorganisir arus pornography sehingga tidak menjarah kemana-mana dan dimana-mana. Atau secara khusus untuk melindungi kaum perempuan dari eksplotiasi seksual dan melindungi masa depan anak. Apa yang dikuatirkan bagi yang menolak UU ini adalah matinya kebebasan berpakaian dan menyeragamkan pakaian untuk seluruh wanita Indonesia sesuai agama tertentu (baca : Islam)  adalah tidak benar. 

Menurut pandangan pribadi juga bukan seperti itu, kalau toch memang nanti pelaksanaanya bersifat memaksa maka hal ini tidak dapat dibenarkan. Bagi umat muslim memang didorong untuk berpakaian lebih islami sementara tidak ada paksaan bagi yang menolak untuk memakai jilbab misalnya. Dan tentu hal ini tidak berlaku bagi yang non muslim. Dalam agama No compuslsory in religion. Dan tindakan sewenang-wenang memaksa perempuan untuk berpakaian tertentu adalah tidak dibenarkan. Setiap individu akan bertanggung jawab atas perilakunya sendiri-sendiri dan pemerintah hanya bersifat mengingatkan dan sebagai pendorong dan bukan pemaksa, jika dalam praktekya terjadi talibanisasi, berarti memang UU ini harus ditinjau ulang.
 
Sesosok tubuh yang rapat tertutup dari ujung rambut dan ujung kaki, dan hanya nampak segaris jaring halus yang memperlihatkan sepasang matanya, tertaih-tatih berjalan. Keringat mengucur deras membasahi bajunya yang lebar, pandangan mata menjadi kabur tidak bisa melihat jelas, ingin rasanya ia segera berlari secepatnya menuju rumahnya dan segera melepas segala beban yang nempel ditubuhnya untuk sejenak menikmati kebebasan dan membiarkan udara yang sejuk mengelus setiap pori-pori...namun apa daya, rumah masih jauh di mata, kepala kian pening.....ingin rasanya ia melepaskan jubah tebalnya namun matanya takut terhadap sosok-sosok lelaki yang mengaku sebagai polisi moral yang siap memukulnya jika dia berani melepas jubah berat yang menghambatnya untuk bernafas..... aaaaaahhhhhhhhhh berat nian jadi perempuan...

 

 

Dear pembaca,

Ilustrasi di atas adalah gambaran umum apa yang terjadi di Afganistan semasa pemerintah Taliban berkuasa....tentu bukan prospek yang menjanjikan bukan?
 
Indonesia..kemanakah negeri ini akan kau bawa....??? memeloti liukan goyang asooyyyyy yang membius sukma nmaun melemahkan iman atau meng-copy model talibanisasi di Afganistan....??? Aku pribadi TIDAK MEMILIH dua-duanya...masih banyak alternatif yang lebih manusiawi tanpa merugikan pihak-pihak yang bukan menjadi target UU..so win-win solution and yat I still agree dengan UUP...diatur dan bukan dipaksa. 
 
"Jighi...Jighi Oom...hot...hot...!" teriak beberapa penjual  DVD porno bajakan di salah satu aisle di pertokoan Glodok.

"Asli Indonesia OOm...siiiiiiiip ..!" yang lain ikut menimpali menambah suasana makin ramai

"Yang ini lain dari yang lain OOm ditanggung puaaaaaaaaaaaaassssssssss!"

"Oom...

"Boss...

"Mas..mas  mari..mari.....!"

Udara makin pengap...manusia kian berjubel...namun sosok -sosok pencari nafkah tersebut nampak tidak merasa terganggu...makin berjubel manusia makin banyak duit di kantong...ahhhhhhhhhhhhhh jika tidak ada DVD yang terjual...mau makan apa keluargaku...???

Sungguh dilematis...

 
Salam manis,
Reef Australia.

 

___________________________________

CATATAN Z : FOTO-FOTO GETTYImages

 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

 

1 dari 17 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Mba Reef, yang membuat saya lebih 'gelo, nelongso, gemes, campur aduk'... adalah ketika kita menyadari adanya bisnis raksasa triliunan rupiah dibalik pornografi dan pornoaksi, seperti publishing, media house, showbis, night life style dengan bisnis esek-eseknya, wis jan pokoke oaaakeh tenan, you name it.. Dan mereka pun tidak ingin 'ladang uang' mereka menguap begitu saja. Terutama pada captive dan potential market Indonesia, yang sangat huge, mostly miskin dan bodoh . Hik.. hik.. hik.. Gusti duh Gusti.. (God bless u n your family, mba Reef. Salam.)

Posted by: Is | Rabu, 26 November 2008 | 08:50 WIB

*Chrissy, Is : *chrissy : helo mate...matur nuwun yo dah mampir n baca tulisanku...I really appreciate that..*Is : terimakasih apresiasinya..btw...yang pro UUP kan bukan hanya orang pemerintahan saja kan..? lha wong aku juga pro kok....sekali lagi terimakasih partisipasinya..maaf telat merespon...salam kenal. Reef

Posted by: Reef fm Oz | Selasa, 25 November 2008 | 14:41 WIB

Namun saya pun menyadari selalu ada pro

Posted by: Is | Senin, 24 November 2008 | 12:47 WIB

Namun saya pun menyadari selalu ada pro

Posted by: Is | Senin, 24 November 2008 | 12:40 WIB

Hehe.. jangan-jangan anda mencurigai saya orang pemerintah, orang partai ato lebih 'gokil' lagi anggota FPI. Pastinya ngga lah yaoou. Saya rakyat kecil, independen dan swasta. Kompas pertimbangan saya hanyalah nalar akal sehat, hati nurani dan empiris. UUAPP adalah 'master piece' karya anak bangsa ini yang patut diacungi jempol. Namun saya pun menyadari selalu ada pro

Posted by: Is | Senin, 24 November 2008 | 12:38 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Sebagai debut perdananya, andai KoKi Enterprise akan membuat buku, kira-kira tulisan siapakah yang menarik dan punya nilai jual? ( */ Prabu )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort