|
|
|
KoKiNegeriku
/ Home / KoKiNegeriku /
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Goyang Asoy dan Talibanisasi
Reef - Townsville, Australia Sweet Zeve and para pembaca koki dimanapun anda berada, salam damai dari Oz,
Ilustrasi di atas adalah salah satu tontonan dangdut akhir zaman di salah satu kecamatan di daerah Jawa Barat yang bisa disaksikan di youtube dan satu contoh goyang asoy yang aku saksikan sebagai referensi tulisan ini. Tentu semua aksi goyang seronok tersebut jauh sebelum UU anti pornography di syahkan akhir bulan Sepetember lalu. UU yang banyak membuat kontraversi ada yang setuju banyak juga yang menolak. Semenjak ramainya berita di media baik di Kompas.com. maupun di media lain yang aku baca hampir setiap hari menampilkan berita pro dan kontra atas UU ini. Plus reaksi pembaca berita tersebut yang sangat beragam dari halus sampai kasar dan out of topic dari subtansi yang sebenarnya.
Sementara itu dari pihak yang menolak, berbagai kekuatiran bahkan ketakutan akan menimpa mereka jika UU ini diberlakukan...hal ini sehubungan dengan apa yang tertuang di pasal 21 dan pasal 22 dari UU tersebut yang antara lain menyebutkan : peran masyarakat dalam menindak porno aksi http://kabarislam.wordpress.com/2008/09/24/inilah-isi-ruu-tentang-pornografi/ pasal ini dikuatirkan akan mendorong masyarakat awam untuk melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap siapapun yang dicurigai melakukan pornoaksi, seperti apa yang pernah terjadi di China di masa Cultural revolution yang brutal dan mengakibatkan korban ribuan nyawa.
Di salah satu pasal hanya menyebutkan : pakaian yang tembus pandang yang menampakkan ketelanjangan... tentu ini bersifat relatif, artinya setiap individu mempunyai standard sendiri-sendiri dalam melihat 'ketelanjangan' tersebut. Suara-suara seperti inilah yang lantang disuarakan oleh kalangan yang menolak UU ini baik dari gerakan feminis, organisasi perempuan, artis-artis dan mungkin para penjual dan producer film porno. Bahkan lebih ekstrim ada yang menyuarakan bahwa Indonesia pelan-pelan telah mengalami proses 'talibanisasi'. Oh No.....bayangan perempuan harus memakai burqa sehari-hari dan polisi moral yang hilir mudik dengan mata lirak-lirik tajam mencari wanita yang memakai mini skirt atau tank top dengan pentungan di tangan sungguh merupakan bayangan yang mengerikan bagi kebanyakan perempuan. Ketakutan yang berlebihan. Menurut pendapat pribadi penulis tentu jawabannya adalah TIDAK...UU ini hanya mentertibkan dan lebih mengorganisir arus pornography sehingga tidak menjarah kemana-mana dan dimana-mana. Atau secara khusus untuk melindungi kaum perempuan dari eksplotiasi seksual dan melindungi masa depan anak. Apa yang dikuatirkan bagi yang menolak UU ini adalah matinya kebebasan berpakaian dan menyeragamkan pakaian untuk seluruh wanita Indonesia sesuai agama tertentu (baca : Islam) adalah tidak benar. Menurut pandangan pribadi juga bukan seperti itu, kalau toch memang nanti pelaksanaanya bersifat memaksa maka hal ini tidak dapat dibenarkan. Bagi umat muslim memang didorong untuk berpakaian lebih islami sementara tidak ada paksaan bagi yang menolak untuk memakai jilbab misalnya. Dan tentu hal ini tidak berlaku bagi yang non muslim. Dalam agama No compuslsory in religion. Dan tindakan sewenang-wenang memaksa perempuan untuk berpakaian tertentu adalah tidak dibenarkan. Setiap individu akan bertanggung jawab atas perilakunya sendiri-sendiri dan pemerintah hanya bersifat mengingatkan dan sebagai pendorong dan bukan pemaksa, jika dalam praktekya terjadi talibanisasi, berarti memang UU ini harus ditinjau ulang.
Dear pembaca, Ilustrasi di atas adalah gambaran umum apa yang terjadi di Afganistan semasa pemerintah Taliban berkuasa....tentu bukan prospek yang menjanjikan bukan? "Asli Indonesia OOm...siiiiiiiip ..!" yang lain ikut menimpali menambah suasana makin ramai "Yang ini lain dari yang lain OOm ditanggung puaaaaaaaaaaaaassssssssss!" "Oom... "Boss... "Mas..mas mari..mari.....!" Udara makin pengap...manusia kian berjubel...namun sosok -sosok pencari nafkah tersebut nampak tidak merasa terganggu...makin berjubel manusia makin banyak duit di kantong...ahhhhhhhhhhhhhh jika tidak ada DVD yang terjual...mau makan apa keluargaku...??? Sungguh dilematis...
___________________________________ CATATAN Z : FOTO-FOTO GETTYImages
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id
|
advertisement
|
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|
|
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
© 2008 - 2009 Kompas Gramedia. All rights reserved |