Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
What"s the G20?
Fatso - Sydney

Menjelang pemilihan Presiden AS yang ke-44 ini kita telah banyak dibuat tersenyum-senyum oleh berita-berita mengenai kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh orang-orang yang menduduki posisi penting di AS. Beritanya mulai dari tidak dikenalnya nama Sarkozy, sang Presiden Perancis (jangan-jangan nama Amrozi malah sudah langsung dikenal), hingga tidak tahunya bahwa Afrika itu nama suatu benua. Tapi sebelumnya yang lebih mengagetkan adalah bocoran berita yang dimuat koran The Australian bahwa Presiden Bush tidak tahu G20 itu apa.

Adanya berita ini sendiri dibantah oleh kedua belah fihak, baik dari kantor Perdana Menteri Australia Kevin Rudd maupun fihak AS. Konon saat Kevin Rudd mengusulkan pada Presiden Bush agar diadakan pertemuan antar kepala negara G20 untuk mengatasi krisis keuangan dunia tersebut, didalam ruangan hanya ada dia dan seorang pencatat nota. Kalau sang pencatat nota yang membocorkan, maka itu masalah berat dan dia bisa berurusan dengan polisi. Sebaliknya jika bocoran keluar dari mulut Kevin Rudd, maka konsekuensinya akan berat karena ini menyangkut masalah hubungan dengan pemimpin-pemimpin dunia dalam tahun-tahun mendatang. Demikian reaksi dari fihak Oposisi.

Sebelum menyinggung G20, kita mulai dari nomor yang lebih kecil, yaitu G7 dan G8.

G7 atau Kelompok Tujuh adalah rapat antara Menteri-menteri Keuangan dari kelompok yang tergabung dalam tujuh negara-negara maju. Terbentuk pada tahun 1976 saat Kanada bergabung dalam Kelompok Enam (G6) yang terdiri atas: Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS. Menteri-menteri Keuangan dari negara-negara ini bertemu beberapa kali dalam setahun untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan ekonomi.

 

 

G8 atau Kelompok Delapan adalah suatu forum internasional antara pemimpin-pemimpin dari negara-negara yang tergabung dalam G7 ditambah Rusia. Uni Eropa juga terwakili dalam G8, tapi tidak bisa menjadi tuan rumah. Urutan untuk menjadi tuan rumah adalah Perancis, AS, Inggris, Rusia, Jerman, Jepang, Italia dan Kanada. Jepang telah menjadi tuan rumah pada tahun 2008 di mana Australia, Indonesia dan Korea Selatan menerima undangan kehadiran untuk pertama kalinya.

 

 

G20 adalah suatu forum non-formal yang mengetengahkan diskusi yang konstruktif dan terbuka antara negara-negara maju dan negara-negara pasar baru dalam masalah sekaitan dengan kestabilan keuangan dunia untuk membantu pertumbuhan dan pengembangannya diseluruh dunia. Dalam hal ini G20 atau Kelompok Ekonomi 20 diwakili 19 negara-negara terbesar dunia ditambah dengan Uni Eropa. Yang menjadi anggota adalah para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari masing-masing 19 negara tersebut ditambah dengan Ketua Bergilir Uni Eropa dan Bank Sentral Eropa (ECB).

 

 

 

Kelompok Ekonomi 20 ini merupakan negara-negara yang termasuk paling penting dan berpengaruh di dunia dan jelas punya mandat karena mewakili 90% GNP, 80% perdagangan dunia dan 2/3 penduduk dunia. Ke-19 negara-negara tersebut adalah Argentina, Australia, Brasil, Kanada, RRC, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Mexico, Rusia, Saudi Arabia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris dan AS.
 
 

Dari peta tersebut terlihat bahwa ketiga anggota NAFTA telah terwakili, sedangkan Amerika Selatan diwakili oleh dua negara terbesarnya Brasil dan Argentina. Benua Afrika diwakili oleh negara yang memiliki ekonomi termaju, Afrika Selatan. Asia diwakili Jepang, Korea Selatan, RRC, India, Indonesia, Saudi Arabia dan Turki. Oseania diwakili oleh Australia, sedangkan sisa negara-negara lainnya merupakan sisa anggota G8.

Ketua G20 bergilir tiap tahunnya dan dipilih dari kelompok negara-negara dalam wilayah yang berbeda. Pada tahun 2008 bertindak selaku tuan rumah adalah Brasil dengan rapat yang diadakan di São Paulo pada tanggal  8–9 November 2008. Rapat ini merupakan persiapan bagi pertemuan darurat kepala-kepala negara G20 di Washington D.C. dalam minggu berikutnya dengan harapan bisa dihasilkan regulasi-regulasi baru bagi sistem keuangan dunia.

Pada rapat selama dua hari ini para pejabat mendiskusikan bagaimana pengaruh kemunduran ekonomi telah mempengaruhi negara-negara mereka dan bagaimana caranya masing-masing pemerintah bisa mengkoordinasikan respons dan usaha-usaha stimulus.

Brasil dan banyak negara berkembang ingin diikutsertakan pada rapat-rapat negara-negara maju tempat mana krisis belum lama ini dimulai. Banyak negara berkembang juga menginginkan adanya restrukturisasi IMF dan Bank Dunia hingga mereka dapat memberikan suara dalam pemberian keputusan yang berarti diubahnya sistem yang telah diciptakan di Bretton Woods.

Negara-negara dari pasar baru telah menderita selama krisis dikarenakan terjadinya pelarian modal ke tempat-tempat yang lebih aman, hancurnya bursa saham dan mata uang lokal yang terdepresiasi terhadap dollar AS.

Diberitakan bahwa RRC akan memberikan stimulus senilai 4 triliun yuan (A$ 885 miliar) untuk memompa pertumbuhan ekonominya saat mana dunia sedang menuju resesi. Dana sebesar ini merupakan seperlima GDP yang dihasilkan RRC tahun lalu dan akan semuanya dihabiskan pada tahun 2010. Ini merupakan hasil kelanjutan rapat di São Paulo di mana telah dihasilkan suatu pernyataan bersama yang menyatakan bahwa mereka siap untuk “segera” bereaksi dalam menanggulangi kemunduran ekonomi. IMF memperkirakan bahwa RRC memberikan kontribusi sebanyak 27% bagi pertumbuhan ekonomi dunia tahun lalu. Gubernur Bank Sentral RRC mengatakan bahwa meningkatkan pembiayaan didalam negeri merupakan cara yang terbaik bagi RRC dalam menghindari resesi dunia yang berkepanjangan.

Perhatian sekarang akan terpusat pada pertemuan darurat pemimpin-pemimpin negara G20 dengan sebagai tuan rumah Presiden George W Bush pada tanggal 15 November 2008 yang diharapkan untuk menelorkan usulan-usulan terinci sebagai usaha langkah-langkah penyelamatan ekonomi dunia dari resesi yang berkepanjangan.

Sumber: Berbagai situs di Internet

 

_______________________________

CATATAN Z: FOTO-FOTO GettyImages

 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

 

 

1 dari 7 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Awam tentu berharap banyak pada para pemimpin. Kalau pengetahuan umumnya kurang, apalagi tentang bidang yang seharusnya menjadi fokus perhatiannya..yah...kecewa sekali kita mendengarnya. Tapi kalau gak baca artikel2 yang menambah wawasan semacam ini, apa bedanya kita dengan Mrs.Palin, si cantik yang kurang 'berisi' itu? Terima kasih pencerahannya Mr. Fatso...

Posted by: Ami | Rabu, 12 November 2008 | 16:27 WIB

UHS: Maklum lahh, kerjaaan jeng Itsme kan "tukang jahit", jadi suka ngukur ngukur getooo....

Posted by: Penyanyi Dangdut | Rabu, 12 November 2008 | 07:26 WIB

presiden yg terlalu memikirkan dirisendiri dan rakyatnya serta maunya menteror negeri orang untuk kepentingan negaranya biasa lupa hal2 yg dianggap tidak penting

Posted by: palawija | Rabu, 12 November 2008 | 05:42 WIB

JC, bukannya kita bagiannya C-166 mengingat kebanyakan bukan jadi pejabat negara?

Posted by: Fatso | Rabu, 12 November 2008 | 02:02 WIB

Bung PDD, Tahu yang itu lebih bermanfaat untuk kehidupan daripada G20.

Posted by: Fatso | Rabu, 12 November 2008 | 02:01 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Sebagai debut perdananya, andai KoKi Enterprise akan membuat buku, kira-kira tulisan siapakah yang menarik dan punya nilai jual? ( */ Prabu )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort