Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiNegeriku
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Soekarno Visited Elvis Presley
Iwan Kamah - Jakarta

Presiden Soekarno pernah menemui Raja Rock ‘n’ Roll. Bukan di Istana Merdeka. Tapi di lokasi shooting.  Pertemuan itu tak sepenting “Elvis Meets Nixon”, ketika Elvis sowan ke  Presiden AS Richard Nixon. Apa pentingnya Soekarno bertemu Elvis?

“Kennedy memahami jalan pikiranku”, kata Soekarno. Alasan itu dia jauh-jauh menemuinya hanya untuk membantu melakukan proyek sejarahnya: mengembalikan Irian Barat ke Indonesia. Setelah bertemu Kennedy lebih 2 jam pada hari Rabu pagi, 24 April 1961. 

Empat hari sebelum ke Gedung Putih, Soekarno mampir di Hawaii, lalu ke Los Angeles. Kebetulan Elvis sedang syuting sebuah film musikal yang sukses besar, “Blue Hawaii”, bermain dengan aktris cantik Joan Blackman. Entah apa yang membuat Soekarno tiba-tiba bertemu dengan Elvis, yang lagunya saat itu

“Are You Lonesome Tonight” bertahan lama di tahta tangga pertama lagu Amerika. 

Soekarno dengan topi safari datang dan berpose dengan Elvis yang mengenakan jas tanpa dasi bersama aktris Joan Blackman, yang menatap wajah sang raja rock ‘n’ roll itu. Mereka tertawa riang seperti sahabat lama yang lama tak jumpa. Bukan kali ini Elvis didatangi presiden raja atau presiden. 

Mengapa Soekarno bertemu Elvis? 

Pertemuan Soekarno dengan Elvis, memang tidak semashyur drama “Elvis Meets Nixon”. Disini memang Elvis yang sengaja ingin bertemu Presiden AS Richard Nixon di Gedung Putih pada Desember 1972. Kali ini beda, sepertinya Soekarno yang ingin menemuinya. Mengapa? 

Mungkin saja ini semacam PR bagi Soekarno, yang pandai menjual image, baik untuk dirinya maupun untuk Indonesia. Sering terdengar pameo, kalau Soekarno datang satu hari di suatu negara, itu sama saja 2 tahun tugas PR dubes kita di negara tersebut. 

Sosok Soekarno, seperti diakuinya sendiri, adalah sebuah teka-teki. Kadang sebuah pertanyaan yang tak punya jawaban. Dia ingin menjawab, bahwa dia bukannlah komunis dan dia juga sosok yang mengerti banyak tentang Amerika. Tidak seperti karakter tokoh-tokoh blok komunis, yang membenci Amerika sampai ke akar-akarnya. Soekarno bukan seperti itu. 

Pada tahun 1956, Presiden Eisenhower mengundangnya dengan ramah. Tapi dua tahun berselang dia dipaksa ingin digulingkan oleh pemberontakan daerah yang didukung Eisenhower. Anehnya, setelah itu Soekarno datang kembali bertemu Eisenhower tahun 1960, setelah berpidato cemerlang di PBB. Setelah itu dia ingin membuktikan bahwa dia sahabat Amerika di bawah Presiden Kennedy. Meski beberapa tahun kemudian, dia memusuhinya karena Presiden Lyndon Johnson, pengganti Kennedy, tak menyukainya. 

Baik Elvis dan Soekarno, dua-duanya menyenangi wanita cantik. Mungkin hal ini ingin dibuktikan Soekarno kepada Elvis, bahwa “we are the same barricade” dalam hal wanita. Pun, mereka berdua dipuja-puja banyak orang meski sudah tiada. 

Namun yang paling bisa dimengerti mengapa Soekarno bertemu Elvis, adalah untuk membuktikan efek kalimat “Men Want To Be Like Him and Women Want To Be With Him”, yang melekat pada julukan Elvis. Soekarno ingin sekali dipuja wanita. Seperi Elvis. 

Siapa yang raja, Elvis atau Soekarno? 

Bukan hanya Soekarno yang menemui Elvis. Raja Bhumiphol Adulyadej dari Thailand, Raja Nepal pernah ngobrol langsung dengan Elvis. Bahkan Presiden Rusia Boris Yeltsin sangat menyayanginya. Presiden AS Jimmy Carter meratapi kematiannya. Lucunya juga, Presiden George Bush pernah menemani PM Jepang Koizumi (penggila Elvis) datang Graceland, istana abadi Elvis Presley. Lebih anehnya lagi, Presiden Clinton bersumpah mengagumi Elvis. Bahkan “code name” Bill Clinton untuk Secret Service (Paspampres-nya AS) adalah “Elvis”! 

 

 

Bagi sebagian besar orang Indonesia, memang Soekarno dianggap “raja”, meski ada yang tak menyukainya. Hari ulang tahunnya dirayakan banyak orang Indonesia.  Hari lahir Elvis nyaris dinyatakan sebagai ‘public holiday’ semasa Presiden Ronald Reagan, meski yang dikabulkan hanya HUT-nya Martin Luther King, Jr. Tapi untuk Elvis, memang tidak ada perdebatan, bahwa ELVIS IS THE KING!

 

-----------------------------------------

CATATAN Asmod: FOTO GettyImages
 

 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

 

1 dari 6 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Sebenarnya kita hanya menduga-duga saja. Kita tidak pernah bisa tahu dari mana hasil kekayaan seseorang. Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Yang kita bisa nilai adalah kejadian-kejadian dan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Yang jelas, Wisma Yaso adalah milik sah Dewi Soekarno. Diambil paksa oleh pemerintah Orba untuk dijadikan sebuah museum. Tahun 1993 (?) Mordiono mengumumkan ke publik bahwa pemerintah telah memberi sejumlah uang dalam hitungan milyar kepada Dewi, sebagai pembelian gedung itu.

Posted by: Iwan Kamah | Senin, 13 Oktober 2008 | 11:50 WIB

Dik Iwan, saya juga berpikirnya secara sederhana juga, darimana datangnya kekayaan Dewi Soekarno ini padahal sebelum menikah dengan bung Karno ia hanya seorang wanita penghibur disebuah nightclub di Tokyo. Bung Karno sendiri ketika meninggal katanya tidak banyak meninggalkan warisan karena KKN dimasa beliau tidak separah dimasa orba, kecuali tidak demikian nyatanya. Wassalam.

Posted by: Mustafa | Sabtu, 11 Oktober 2008 | 11:16 WIB

Pak Mustafa yang baik, agak sulit membuktikan sesuatu dan menilainya tanpa ada parameter. Kalau saya berpikir sederhana saja. Pasti ada keterlibatan pemerintah Jepang, karena mereka sebagai tuan rumah. Apalagi Soekarno saat itu sebagai presiden sebuah negara, pasti diberi fasilitas. Jika tidak, masalah keamanan dan protokoler akan menjadi masalah. Siapapun presiden atau kepala negara yang datang ke sebuah negara, pasti diberi fasilitas.

Posted by: Iwan Kamah | Jumat, 10 Oktober 2008 | 16:41 WIB

Sdr. Iwan Kamah, saya masih menunggu bukti anda bahwa pertemuan Dewi Soekarno dengan bung Karno bukan rekayasa pemerintah Jepang. Terimakasih.

Posted by: Mustafa | Jumat, 10 Oktober 2008 | 16:21 WIB

Sdr night, anda bisa membaca tentang penyanderaan bung Karno oleh Rusia dihalaman dua di web page ini, http://community.kompas.com/index.php/read/artikel/1136. Berita ini juga diakui kebenarannya oleh seorang Kokier meresponse tulisan saya itu.

Posted by: Mustafa | Jumat, 10 Oktober 2008 | 16:14 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Sebagai debut perdananya, andai KoKi Enterprise akan membuat buku, kira-kira tulisan siapakah yang menarik dan punya nilai jual? ( */ Prabu )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort