|
|
|
KoKiUnek-Unek
/ Home / KoKiUnek-Unek /
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Give Up My Indonesian Passport?
Nuni Berger - Australia Dear kokiers yang baik, kali ini saya nulis artikel yang lebih berupa pertanyaan. Terus terang saja, masalah ini sedikit mengganggu saya karena bagaikan ‘kerikil dalam sepatu’ yang harus dibersihkan. Sebelumnya izinkan saya memberitahu bahwa tulisan ini bukan untuk menyudutkan pihak manapun. Sebaliknya, tulisan ini juga tidak mengharap respon yang kurang berkenan, karena niat baik menulis uneg-uneg ini demi memecahkan masalah yang mungkin juga sudah atau akan dihadapi WNI lainnya. Dan terima kasih sebelumnya atas respon positif kokiers, solusi apapun yang diberikan akan saya pikirkan dan pertimbangkan baik-2.
Demikianlah setelah menunggu agak lama tersebut, passport saya kembali diserahkan ke petugas counter oleh sang supervisor. Dan beberapa saat kemudian, kami mendapat boarding pass tersebut. Herannya mereka tidak menjelaskan apa yang terjadi. Demikianlah saat liburan berakhir, kembali check in untuk departure ke OZ, lagi-lagi saya mengalami hal serupa. Passport saya kembali bermasalah. Kembali petugas reservasi memanggil supervisor-nya. Akhirnya karena computer engga connect lagi, sang supervisor pun mencoba menelepon seseorang (sepertinya atasannya yang lebih senior). Akhirnya dari telepon tersebut mereka bisa mengeluarkan issue kartu boarding untuk saya. Dengan berani, saya menanyakan apa yang terjadi karena hal yang sama sudah terjadi di OZ saat ingin berangkat ke NZ. Voila, kali ini saya beruntung, sang supervisor menjelaskan pada saya dan suami bahwa nomer passport saya dimiliki 2 orang yang berbeda (saya dan orang lain). What? Bagai petir di siang hari saya dan suami kaget berat. Apalagi suami, kami makin kaget ketika supervisor mengatakan, kasus yg sama sering dia jumpai pada penumpang pemegang passport Indonesia, bahkan pernah katanya satu nomer dimiliki oleh 5 orang berbeda. What a nightmare is this? Bukankah nomer passport itu unik, hanya SATU NOMER untuk SATU ORANG?
Dia juga menceritakan bahwa pengalaman saya pernah terjadi pada temannya (WNI yg tinggal di OZ) dan masih terus mengalami hal serupa/pemalsuan passport plus perlakuan kurang menyenangkan dari petugas imigrasi saat kembali ke OZ sampai akhirnya dia memiliki passport OZ. Sementara masih sulit untuk saya untuk melepas status WNI dengan berbagai alasan (tapi sabar ada batasnya juga kan). Mungkinkah suatu saat UU keimigrasian di Indonesia berubah dan lebih fleksibel seperti halnya USA? Menurut suami saya, andaikan dia melepas passport USA pun masih bisa memiliki kartu permanent residence. Ah…heran juga, di lembaga yang harusnya strict seperti itu (imigrasi) masih ada tikus-2 yang mencoba mencari celah untuk hal-hal yang tidak baik (pemalsuan dokumen dll). Salam untuk semua!
MODERATOR - Penanggungjawab KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id
|
advertisement
|
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|
|
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved |