Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiUnek-Unek
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Give Up My Indonesian Passport?
Nuni Berger - Australia

Dear kokiers yang baik, kali ini saya nulis artikel yang lebih berupa pertanyaan. Terus terang saja, masalah ini sedikit mengganggu saya karena bagaikan ‘kerikil dalam sepatu’ yang harus dibersihkan. Sebelumnya izinkan saya memberitahu bahwa tulisan ini bukan untuk menyudutkan pihak manapun. Sebaliknya, tulisan ini juga tidak mengharap respon yang kurang berkenan, karena niat baik menulis uneg-uneg ini demi memecahkan masalah yang mungkin juga sudah atau akan dihadapi WNI lainnya. Dan terima kasih sebelumnya atas respon positif kokiers, solusi apapun yang diberikan akan saya pikirkan dan pertimbangkan baik-2.

Berikut ini kronologis kejadiannya, saat ingin melakukan check in di bandara Melbourne Agustus 08 kemaren untuk liburan ke NZ saya mengalami sedikit masalah, entah mengapa computer di counter Qantas Air tidak connect dengan passport saya. Petugas reservasi sepertinya mengalami kesulitan, hingga meminta tolong supervisor-nya untuk menyelesaikan masalah tsb. Supervisor menanyakan passport lama saya, untung saya membawanya karena ada di amplop bersama booking tiket dan passport yang baru. Hampir sekitar 1 jam saya, suami dan anak menunggu proses check in yang harusnya cepat itu. Untung antrian lagi tidak ramai, karena kami tiba lebih awal. Saya melihat passport saya dibawa ke kantor mereka oleh seorang petugas. Karena bingung, saya pun mencoba bertanya kepada petugas counter dan dijawab sopan olehnya bahwa tidak ada hal serius tentang passport saya, saya dan keluarga tetap bisa liburan ke NZ.

Demikianlah setelah menunggu agak lama tersebut, passport saya kembali diserahkan ke petugas counter oleh sang supervisor. Dan beberapa saat kemudian, kami mendapat boarding pass tersebut. Herannya mereka tidak menjelaskan apa yang terjadi.

Demikianlah saat liburan berakhir, kembali check in untuk departure ke OZ, lagi-lagi saya mengalami hal serupa. Passport saya kembali bermasalah. Kembali petugas reservasi memanggil supervisor-nya. Akhirnya karena computer engga connect lagi, sang supervisor pun mencoba menelepon seseorang (sepertinya atasannya yang lebih senior). Akhirnya dari telepon tersebut mereka bisa mengeluarkan issue kartu boarding untuk saya. Dengan berani, saya menanyakan apa yang terjadi karena hal yang sama sudah terjadi di OZ saat ingin berangkat ke NZ. Voila, kali ini saya beruntung, sang supervisor menjelaskan pada saya dan suami bahwa nomer passport saya dimiliki 2 orang yang berbeda (saya dan orang lain). What? Bagai petir di siang hari saya dan suami kaget berat. Apalagi suami, kami makin kaget ketika supervisor mengatakan, kasus yg sama sering dia jumpai pada penumpang pemegang passport Indonesia, bahkan pernah katanya satu nomer dimiliki oleh 5 orang berbeda. What a nightmare is this? Bukankah nomer passport itu unik, hanya SATU NOMER untuk SATU ORANG? 

Demikianlah, permasalahan yang baru kali ini saya hadapi. Perlu diketahui, passport saya adalah perpanjangan dari passport lama, passport ini dikeluarkan KJRI Melb Maret 2007 silam. Passport baru ini pertama kali saya gunakan saat mudik ke Jakarta Oktober 2007. Herannya saat mudik ke Jakarta tersebut tidak ada masalah apa-apa baik saat check in di Melb (untuk berangkat) dan Cengkareng (untuk kembali ke OZ). Baru kali ini kasus itu muncul. Masalah ini sudah saya utarakan dengan beberapa teman di sini. Beberapa teman menyarankan hal yang berbeda, ada yang menyarankan give up Indonesian passport seperti dirinya, yang sekarang lebih mudah bepergian ke lain negara tanpa susah dengan birokrasi.

Dia juga menceritakan bahwa pengalaman saya pernah terjadi pada temannya (WNI yg tinggal di OZ) dan masih terus mengalami hal serupa/pemalsuan passport plus perlakuan kurang menyenangkan dari petugas imigrasi saat kembali ke OZ sampai akhirnya dia memiliki passport OZ. Sementara masih sulit untuk saya untuk melepas status WNI dengan berbagai alasan (tapi sabar ada batasnya juga kan).

Mungkinkah suatu saat UU keimigrasian di Indonesia berubah dan lebih fleksibel seperti halnya USA? Menurut suami saya, andaikan dia melepas passport USA pun masih bisa memiliki kartu permanent residence.

Ah…heran juga, di lembaga yang harusnya strict seperti itu (imigrasi) masih ada tikus-2 yang mencoba mencari celah untuk hal-hal yang tidak baik (pemalsuan dokumen dll).

Salam untuk semua!

 

 

MODERATOR - Penanggungjawab KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

 

 

1 dari 23 Halaman Komentar | First Prev Next Last

cegah tangkal aja bisa ketemu samoai beberapa nama dan nomor yang sama mbak, namanya juga iming-iming bukan imigrasi, asal ada iming bisa miring sampai kloning, padahal harga komputer datanyanya lebih mahal daripada harga di pasaran lho ..

Posted by: mister | Selasa, 14 Oktober 2008 | 19:36 WIB

lgsg lapor ke KJRI yg di aussie ttg kejadian yg mbak nuni alami, terus apply pasport baru namanya ditambah dgn nama belakang suami, krn saya di US kebetulan nama di PR saya ditambah nama belkang suami u memudahkan pengrusan dokumen

Posted by: dewi-midwest | Sabtu, 4 Oktober 2008 | 11:56 WIB

Mbak, passport itu ibarat tanah air kita. Dimana tanah air kita adalah dimana cinta kita berada. Semoga masih kuat menghadapi dunia yang penuh cocoba ini. Mungkin mbak bisa konsultasi ttg ini ke pihak yang berkompeten. Have a nice day...

Posted by: anak bintang | Senin, 29 September 2008 | 05:58 WIB

NUNI, baru dengar pengalaman seperti ini, cukup mengagetkan. semoga cuma kasus khusus. Sudahkah diselesaikan di KBRI sana? Btw KoKo di sini kok jadi melebar kemana mana yaa? Salam.

Posted by: Astuti | Senin, 29 September 2008 | 05:34 WIB

yuka : husssss ..... pelcur engga pelacur sama2 mns ja kan?, pokoknya selama engga mengganggu kan engga apa2 uiiiiiii, wakakkaaaaa ....... Itsme : aku tahu ada yg begitu tapi cuekin aja itu kan suka2 rmk uiiiiiiiiiiiiiiiiii, yg penting engga mengganggu itsme kan, yg rugi kan mrk sendiri, aku juga ada beberapa kenalan yg begitu, gonta ganti cowo, berani mati, nipu sana nipu sini, aku sendiri pernahkena tipu : kasih uang rp gbr pak soeharto katanya dah engga laku lagi di ind, tapi engga di kembalikan, nyatanya masih bisa di tukar di BI ampe sekarang tapi aku cuikin itu urusan mrk bodoh amat, tuhan yg bisa menghukumnya uiiiiiiiiiiiiiiiiii ..... nvios : tull ind paling mak nyut kalau ada duit hidup kaya raja, tapi kalau engga ada duit hidup kaya gembel hik .... hik ..... cis .... cis ... ckckckck ........kasihan, wakakaaa. Mat soleh : wouw consultant memang kristis2 n ketus2 kaya platuklan wakakaaaaa, itu fotonya kayanya pemain sepak bola di eu n sekarang menikah ama bekas miss belgia, ja kan? Memang pasport l/n lebih aman, aku sendiri wkt terbang pakai pasport ind engga bisa di scaner, musti ketik2, lama nugguny, ngeselin uiiiiiiiiiii .......gubraaaak ..... gubriiiikkkkk ..... up to all that is life many problem n money .... money .... no money nodong ...... dooorrrrrrrrrrr ...... wakakkakaaaaaa

Posted by: aloha | Minggu, 28 September 2008 | 20:38 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Zev, saya ikutan nyumbang polling ya… Kenapa sih KoKiers bisa terkenal? ( */Silvia U )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort