Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
SHORT-SELLING Dilarang di UK. Mahluk Apaan Itu?
WES - Australia

Dear Zeverina & Kokiers
 
Email address ini hanya untuk Zeverina.
 
Sekonyong-konyong dilayar Komputerku ada "Flash berita" dari FSA (Financial Services Authority) UK (Inggeris) sbb: "We will not be accepting any new SHORT POSITIONS or increasing SHORT POSITIONS on any UK financial companies listed at............".

Untuk sementara ini yang dilarang adalah untuk 29 financial stocks terkemuka dan tidak untuk semua listed firms.

Callum McCarthy, chairman FSA mengemukakan alasan pelarangan "SHORT-SELLING" sebab dia melihat adanya bahaya dalam suatu trading system yang membolehkan financial institutions menjadi sasaran dan subjek tekanan keras dari Short -Selling.
 
Pelarangan ini langsung disusul pengumuman US financial regulator, yaitu Securities and Exchange Commission (SEC) yang juga membatasi Short -Selling. Hari ini Australia (ASIC) juga melarang Short Selling terhadap 24 perusahaan finansial.

Aku yakin negara-negara lain bakal segera mengikuti jejak ini.

Bagaimana dengan Indonesia ?

Entahlah, para petinggi dibidang keuangan dan ekonomi kok dengar "market crash" mereka tenang-tenang saja. Katanya fundamental ekonomi dan keuangan Indonesia cukup kuat, tidak seperti USA yang rakyat dan pemerintahnya boros. Jadi "wait and see" sajalah.

Nampaknya belum kapok dapat pelajaran pahit Krisis Moneter 1997 yang juga ketika itu saat "monster Krismon" mulai menghajar Korea & Thailand serta bikin ketar-ketir Singapura & Hongkong maka para pejabat dan sebagian besar rakyat jelata (kalau rakyat sih memang betul-betul tak tahu apa-apa) masih adem ayem terpukau atas "stabilnya" nilai tukar US $ ke Rupiah yang berkisar diangka Rp. 2,000 an.
 
SHORT-SELLING itu mahluk "jahat" apaan sih, sampai-sampai ditakuti dan dilarang otoritas keuangan negara adidaya ???
 
Short -Selling adalah suatu teknik yang memungkinkan investor meminjam suatu asset (saham, mata uang atau kontrak) dari investor lainnya untuk kemudian menjual asset tersebut karena diprediksi harganya dipasar uang & modal bakal turun.

Tujuannya adalah membeli kembali asset itu pada tingkat harga yang lebih rendah dan mengembalikannya kepada pemiliknya sehingga investor yang melakukan short selling itu dapat mengantongi keuntungan dari perbedaan harga (the difference) tersebut.
 
Sistem Short -Selling ini lazim digunakan oleh para investor untuk melindungi Portfolio (saham-saham yang dimiliki investor) terhadap gelojak pasar yang bergelora.

Kalau kita kuatir saham-saham yang kita pegang (Portfolio) berkecenderungan turun, maka ketimbang menjual kembali dengan harga murah dan rugi kita tetap memegangnya namun melakukan aksi Short Selling untuk mengimbanginya atau setidaknya mengurangi jumlah kerugian yang akan datang.

Dengan kata lain kita melakukan HEDGING dan praktek semacam ini pada awalnya hanya dilakukan oleh para Hedging Funds Manager (sebangsanya George Soros) sejak lama, namun belakangan ini dengan maraknya perdagangan saham/uang/komoditi melalui internet (on line) para investor menengah bahkan yang kelas teri pun (macam aku) ikut memanfaatkan Short -Selling.

Short -Selling merupakan cara murah dan mudah (cost effective) dibandingkan menjual rugi Portfolio saham fisik.
 
"SHORT-SELLING" MERUPAKAN SUATU CARA MEMPEROLEH KEUNTUNGAN DARI TURUNNYA HARGA, JADI MERUPAKAN KEBALIKAN DARI "LONG POSITION" YANG MENGHARAPKAN KEUNTUNGAN DARI NAIKNYA HARGA !
 
Short -Selling dituding ikut andil atas runtuhnya saham HBOS sebelum diselamatkan oleh Llyods TSB.

Begitu pula ambruknya Lehman Brothers dan goncangnya perusahaan asuransi raksasa AIG sebelum ditolong oleh Federal Reserve dicurigai karena keduanya dijadikan target Short -Selling.
 
Padahal sebenarnya Short-Selling bukan penyebab tunggal atas kejatuhan pasar saham/uang/modal secara global. Bahkan Alistair Darling menegaskan bahwasanya tidak ada yang salah dari instrument Short-Selling itu sendiri. "Short-Selling bahkan dapat membantu penyediaan dana dan likuiditas bagi perusahaan-perusahaan."
"Yang salah itu tingkah serakah pelaku-pelakunya (ini tentunya salahnya otoritas pengawas yang tidak becus mengendalikan atau bahkan bersekongkol dengan pelaku) yang memanipulasi keadaan pasar sehingga membuat situasi yang sulit menjadi kian rumit memburuk."

Barangkali Short-Selling ibarat "pisau" disatu sisi bisa berguna untuk makan (mengupas buah) atau membela diri sedangkan disisi lain bisa mencelakakan orang lain atau bahkan dirinya sendiri. Two edged sword can kill for you or against you !
 
Short -Selling menjadi kian populer terutama sejak diperkenalkan CFD (Contract For Difference) di UK (Inggeris) oleh Brian Keelan dan John Wood. CFD diibaratkan sebagai "cermin" dari performance suatu saham atau Index.

Pemegang "saham" CFD (yang sesungguhnya tidak punya saham secara fisik) bisa tetap beroleh manfaat seperti pembagian dividend dan ikut serta stock split atau dengan kata lain "memperoleh all benefit trading shares without having to physically own them".

CFD juga diperdagangkan secara "margin" dalam arti CFD merupakan instrumen yang menawarkan exposure to the market dengan persentase kecil (kurang dari 10% of the price of the underlying shares). Suatu "Leverage".....................

Jadi dengan modal lebih kecil (sepersepuluh) investor berpotensi untuk melakukan trading kira-kira 10 kali lipat. Komisinya pun rendah hanya berkisar 0.25 % face value. Berbeda dengan "Futures" atau "Options" maka CFD tidak ada expiry date-nya.
 
Menarik ? Eits......nanti dulu, CFD tidak cocok untuk semua orang. Sangat risky dan mendebarkan (buat yang "jantungan"). Jelas tidak untuk investor naif dan pasif ("buy and forget investor") atau investor yang memegang long term position. Setiap hari Anda memegangnya dibebani bunga (bila posisi "long" atau "beli").

Selain itu oleh karena ini adalah "leverage" maka seandainya Anda memegang posisi $ 10,000 potensi kerugiannya (bila salah arah/hitung) bisa sampai 10 x lipat hingga $ 100,000.

Maka investor dan trader CFD sejati, umumnya sudah mempersiapkan kemungkinan menanggung risiko 10 x lipat (keadaan terburuk). Biasa nya memasang "Stop Loss Order" sehingga kalau toh rugi masih bisa ditoleran.

Lagipula CFD baru ada di UK, Belanda, Jerman, Italia, Singapura, Afrika Selatan, Australia, Kanada, New Zealand, Swedia, Perancis dan Spanyol. Mungkin juga sekarang sudah ada tambahan negara lain, tetapi yang jelas hingga kini belum ada di USA dan Indonesia.
 
Instrumen dan sistim perdagangan di Bursa Saham/Uang/Komoditi sudah sedemikian canggihnya dan begitu banyak bermunculan PRODUK DERIVATIF, seperti OPTIONS, FUTURES, WARRANTS dan lain-lain (termasuk CFD).

Volume-nya juga sudah menggurita menembus batas-batas negara. Kekuatan uang yang berada ditangan para investor dan funds manager kelas kakap sudah begitu besar apalagi bila bersatu - maka tidak heran Menteri Keuangan/ Ekonomi dan Gubernur Bank Sentral dinegara manapun kewalahan...................kalah "bedil" dan "amunisi" nya ! AMERIKA SERIKAT MENGUASAI 50 % DARI TOTAL GLOBAL INTERNATIONAL MARKET, SEDANGKAN AUSTRALIA KURANG DARI 2 % (baca : Dua prosen). Negara-negara lain ya masih kalah jauh dari USA.

Biar dibilang sekarang negara-negara BRIC (Brasil, Russia, India, China) lagi booming, banyak duit ......... ya tetap saja duitnya mengalir ke USA ("dipinjamkan"). Duit dari Arab, Singapura, bahkan negara-negara yang teriak-teriak anti USA pun ujung-ujung secara berkelok-kelok akhirnya "parkir" di USA juga.

Nah, sekarang market USA crash (Lehman Brothers, dll bangkrut) ya negara-negara itu pada "nangis tua" atau setidaknya "nangis bombay". Sudah merasakan dirugikan pun lihat saja mereka tetap saja penasaran kirim duit ke USA, habis masa mau taruh duit di Sudan atau Uganda ?
 
Siapapun yang jadi Presiden/Perdana Menteri dinegara manapun terpaksa harus tunduk pada "kekuatan uang dan bedil".

Biar orangnya "baik" dan beritikad "baik" kalau tidak punya cukup "uang dan bedil" ya jadi melempem, peragu dan memang tidak berdaya. Caranya ya memperkuat diri terus.

Di USA pun kendali pemerintahan ada ditangan para juragan duit di Wall Street.
Dalam tulisan terpisah akan aku kupas mengenai Inside Story ini.
 
TERJADINYA CRASH MAYORITAS ORANG DISELURUH JAGAT MENDERITA PENURUNAN KEKAYAAN/ASSET BIARPUN BELUM BERARTI "RUGI" SECARA FISIK. Warren Buffet pun (orang terkaya didunia) mengalaminya.

Coba Anda teliti asset Anda sendiri..........................adakah berkurang ?

Kalau rumah yang Anda diami tadinya dinilai $ 1 juta, sekarang dinilai hanya $ 800,000 berarti ada penurunan nilai asset 20%. Memang belum rugi karena belum dijual tetapi berpotensi untuk rugi bila dijual.

Jadi yang mengalami penurunan asset bukan hanya investor properti saja, setiap individu yang tidak main properti pun merasa "rugi".
 
Demikian pula dengan Bursa Saham/Uang/Komoditi, biarpun Anda tidak berkecimpung dibidang itu Anda pasti akan kena imbasnya setidaknya karena perekonomian lesu maka omzet dan laba Anda menurun bila berbisnis atau Anda dipecat atau tak memperoleh bonus akibat kondisi perusahaan tempat Anda bekerja menurun.
 
Hasil riset beberapa tahun y.l. menunjukkan 51% orang Australia dewasa memiliki saham perusahaan publik baik secara langsung maupun tidak.
Oleh karena itu situasi pasar saham diikuti, diamati dan diusahakan terus menerus penangkalnya.
 
AKHIRULKATA, PENYEBAB CRASH ADALAH KARENA MEMANG SUDAH SIKLUS GRAFIKNYA (setiap Boom diikuti Bearish dan kemungkinan Crash).

"LEVERAGE" DAN "DERIVATIF" MEMANG MERUPAKAN CARA CEPAT MENGGELEMBUNGKAN PEREKONOMIAN/FINANSIAL, TETAPI KARENA ITU BAGAIKAN "UAP/ASAP" (terlihat tetapi tak bisa dipegang) MAKA DALAM LONG TERM SUATU SAAT AKAN TERBUKA BOROKNYA.

SHORT-SELLING HARUS DIKENDALIKAN, TETAPI TAK USAH DIKAMBING HITAMKAN.

Sepanjang tahun ini otoritas keuangan berbagai negara melakukan pengamanan dan paket penyelamatan, tetapi itu dilakukan secara sporadis dan cuma sekedar berupa "obat penurun panas".

SEPERTINYA SUDAH WAKTUNYA OTORITAS PEREKONOMIAN/KEUANGAN SELURUH DUNIA SALING BAHU MEMBAHU MENYELAMATKANNYA.

Kabar terakhir mengatakan bahwa Bank-bank Sentral Jepang, Australia, Korea dan beberapa negara Eropa mulai menggelontorkan dananya untuk ikut memperbaiki keadaan - hasilnya terlihat dalam Bursa hari ini (tanggal 22 September 2008).
 
Jangan ada yang bersikap masa bodoh, karena effeknya akhirnya akan menimpa ke negara itu juga.

Contoh : Jika ada kecelakaan dalam balapan mobil formula, maka sebetulnya yang berpotensi mengalami luka parah adalah para penonton dan peserta amatiran. Yang jagoan sih macam Michael Schoemaker biarpun mobilnya jungkir balik dia hanya lecet sedikit karena paham medannya, mahir mengendalikan mobilnya dan tubuhnya terlindung helm/jacket/sarungtangan/sepatu/masker.
 
 
Regards
 
WES, Australia

 

_________________________

CATATAN Z: FOTO-FOTO AFP, REUTERS (berlangganan)

 

MODERATOR - Penanggungjawab KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id

 
 

1 dari 7 Halaman Komentar | First Prev Next Last

ya, memang bidang apapun selalu ada siklusnya; masa mau bullish terus. menangis dan tertawa memang silih berganti terjadi.

Posted by: anie | Rabu, 8 Oktober 2008 | 15:20 WIB

wach ternyata pa Wes pemain juga yach....lumayan juga artikelnya maksih buat nambah wawasan sy yg baru mau coba-coba ikut etrading.... pa Wes mana tuilisan kokilove-nya...? salam kenal

Posted by: masto | Rabu, 8 Oktober 2008 | 11:43 WIB

Short selling sudah dilarang selama bulan Oktober 2008, tapi indeks saham masih bisa turun lebih dari 10% hari ini. Turun banyak sekali, tapi transaksi saham tidak disuspensi..

Posted by: BM | Senin, 6 Oktober 2008 | 16:13 WIB

enak niyy kebut jalanan sepiii oiiiii

Posted by: RF | Rabu, 1 Oktober 2008 | 08:59 WIB

aduh, walau udah baca bolak balik, naik turun aku masih ga ngerti. kayakna aku harus buat list pertanyaan nih... tulungggg

Posted by: anak bintang | Selasa, 30 September 2008 | 21:50 WIB

Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
advertisement
Polling
Zev, saya ikutan nyumbang polling ya… Kenapa sih KoKiers bisa terkenal? ( */Silvia U )





Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort