|
|
|
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
SHORT-SELLING Dilarang di UK. Mahluk Apaan Itu?
WES - Australia Dear Zeverina & Kokiers Untuk sementara ini yang dilarang adalah untuk 29 financial stocks terkemuka dan tidak untuk semua listed firms.
Aku yakin negara-negara lain bakal segera mengikuti jejak ini. Bagaimana dengan Indonesia ? Entahlah, para petinggi dibidang keuangan dan ekonomi kok dengar "market crash" mereka tenang-tenang saja. Katanya fundamental ekonomi dan keuangan Indonesia cukup kuat, tidak seperti USA yang rakyat dan pemerintahnya boros. Jadi "wait and see" sajalah. Nampaknya belum kapok dapat pelajaran pahit Krisis Moneter 1997 yang juga ketika itu saat "monster Krismon" mulai menghajar Korea & Thailand serta bikin ketar-ketir Singapura & Hongkong maka para pejabat dan sebagian besar rakyat jelata (kalau rakyat sih memang betul-betul tak tahu apa-apa) masih adem ayem terpukau atas "stabilnya" nilai tukar US $ ke Rupiah yang berkisar diangka Rp. 2,000 an. Tujuannya adalah membeli kembali asset itu pada tingkat harga yang lebih rendah dan mengembalikannya kepada pemiliknya sehingga investor yang melakukan short selling itu dapat mengantongi keuntungan dari perbedaan harga (the difference) tersebut. Kalau kita kuatir saham-saham yang kita pegang (Portfolio) berkecenderungan turun, maka ketimbang menjual kembali dengan harga murah dan rugi kita tetap memegangnya namun melakukan aksi Short Selling untuk mengimbanginya atau setidaknya mengurangi jumlah kerugian yang akan datang. Dengan kata lain kita melakukan HEDGING dan praktek semacam ini pada awalnya hanya dilakukan oleh para Hedging Funds Manager (sebangsanya George Soros) sejak lama, namun belakangan ini dengan maraknya perdagangan saham/uang/komoditi melalui internet (on line) para investor menengah bahkan yang kelas teri pun (macam aku) ikut memanfaatkan Short -Selling. Short -Selling merupakan cara murah dan mudah (cost effective) dibandingkan menjual rugi Portfolio saham fisik.
Barangkali Short-Selling ibarat "pisau" disatu sisi bisa berguna untuk makan (mengupas buah) atau membela diri sedangkan disisi lain bisa mencelakakan orang lain atau bahkan dirinya sendiri. Two edged sword can kill for you or against you ! Pemegang "saham" CFD (yang sesungguhnya tidak punya saham secara fisik) bisa tetap beroleh manfaat seperti pembagian dividend dan ikut serta stock split atau dengan kata lain "memperoleh all benefit trading shares without having to physically own them". CFD juga diperdagangkan secara "margin" dalam arti CFD merupakan instrumen yang menawarkan exposure to the market dengan persentase kecil (kurang dari 10% of the price of the underlying shares). Suatu "Leverage"..................... Jadi dengan modal lebih kecil (sepersepuluh) investor berpotensi untuk melakukan trading kira-kira 10 kali lipat. Komisinya pun rendah hanya berkisar 0.25 % face value. Berbeda dengan "Futures" atau "Options" maka CFD tidak ada expiry date-nya. Selain itu oleh karena ini adalah "leverage" maka seandainya Anda memegang posisi $ 10,000 potensi kerugiannya (bila salah arah/hitung) bisa sampai 10 x lipat hingga $ 100,000. Maka investor dan trader CFD sejati, umumnya sudah mempersiapkan kemungkinan menanggung risiko 10 x lipat (keadaan terburuk). Biasa nya memasang "Stop Loss Order" sehingga kalau toh rugi masih bisa ditoleran. Lagipula CFD baru ada di UK, Belanda, Jerman, Italia, Singapura, Afrika Selatan, Australia, Kanada, New Zealand, Swedia, Perancis dan Spanyol. Mungkin juga sekarang sudah ada tambahan negara lain, tetapi yang jelas hingga kini belum ada di USA dan Indonesia. Volume-nya juga sudah menggurita menembus batas-batas negara. Kekuatan uang yang berada ditangan para investor dan funds manager kelas kakap sudah begitu besar apalagi bila bersatu - maka tidak heran Menteri Keuangan/ Ekonomi dan Gubernur Bank Sentral dinegara manapun kewalahan...................kalah "bedil" dan "amunisi" nya ! AMERIKA SERIKAT MENGUASAI 50 % DARI TOTAL GLOBAL INTERNATIONAL MARKET, SEDANGKAN AUSTRALIA KURANG DARI 2 % (baca : Dua prosen). Negara-negara lain ya masih kalah jauh dari USA. Biar dibilang sekarang negara-negara BRIC (Brasil, Russia, India, China) lagi booming, banyak duit ......... ya tetap saja duitnya mengalir ke USA ("dipinjamkan"). Duit dari Arab, Singapura, bahkan negara-negara yang teriak-teriak anti USA pun ujung-ujung secara berkelok-kelok akhirnya "parkir" di USA juga.
Biar orangnya "baik" dan beritikad "baik" kalau tidak punya cukup "uang dan bedil" ya jadi melempem, peragu dan memang tidak berdaya. Caranya ya memperkuat diri terus. Di USA pun kendali pemerintahan ada ditangan para juragan duit di Wall Street. Coba Anda teliti asset Anda sendiri..........................adakah berkurang ? Kalau rumah yang Anda diami tadinya dinilai $ 1 juta, sekarang dinilai hanya $ 800,000 berarti ada penurunan nilai asset 20%. Memang belum rugi karena belum dijual tetapi berpotensi untuk rugi bila dijual. Jadi yang mengalami penurunan asset bukan hanya investor properti saja, setiap individu yang tidak main properti pun merasa "rugi". "LEVERAGE" DAN "DERIVATIF" MEMANG MERUPAKAN CARA CEPAT MENGGELEMBUNGKAN PEREKONOMIAN/FINANSIAL, TETAPI KARENA ITU BAGAIKAN "UAP/ASAP" (terlihat tetapi tak bisa dipegang) MAKA DALAM LONG TERM SUATU SAAT AKAN TERBUKA BOROKNYA. SHORT-SELLING HARUS DIKENDALIKAN, TETAPI TAK USAH DIKAMBING HITAMKAN. Sepanjang tahun ini otoritas keuangan berbagai negara melakukan pengamanan dan paket penyelamatan, tetapi itu dilakukan secara sporadis dan cuma sekedar berupa "obat penurun panas".
Kabar terakhir mengatakan bahwa Bank-bank Sentral Jepang, Australia, Korea dan beberapa negara Eropa mulai menggelontorkan dananya untuk ikut memperbaiki keadaan - hasilnya terlihat dalam Bursa hari ini (tanggal 22 September 2008). Contoh : Jika ada kecelakaan dalam balapan mobil formula, maka sebetulnya yang berpotensi mengalami luka parah adalah para penonton dan peserta amatiran. Yang jagoan sih macam Michael Schoemaker biarpun mobilnya jungkir balik dia hanya lecet sedikit karena paham medannya, mahir mengendalikan mobilnya dan tubuhnya terlindung helm/jacket/sarungtangan/sepatu/masker.
_________________________ CATATAN Z: FOTO-FOTO AFP, REUTERS (berlangganan)
MODERATOR - Penanggungjawab KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id |
advertisement
|
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|
|
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved |