|
|
|
Kolom Fotografi
/ Home / Kolom Fotografi /
Jangan Salahkan Kamera!
Gandalf The Grey - Middle Earth Fotografi merupakan gabungan antara seni dan teknologi, anda bisa membeli kamera DSLR mahal dan mempelajari buku manualnya sampe hapal nglotok luar kepala, termasuk juga teori-teori di belakangnya, tapi belum tentu menghasilkan foto yang artistik dan mengagumkan, sebaliknya jika anda hanya bermodal jiwa seni tapi tidak mau mempelajari teknologi kamera maka hasilnya juga kurang maksimal. Secara gampangnya kamera DSLR paling mahal yang berteknologi terbaru dan berkualitas terbaik tidak otomatis membuat pemakainya menjadi fotografer handal, malah biasanya foto bisa jadi menarik karena dibuat dengan peralatan biasa yang cukup baik, tidak perlu mahal tapi menggunakan kreatifitas tinggi. Sebagai contoh saya pamerkan foto yang semua diambil dengan kamera saku PS (Point and Shoot) Canon Powershot A570IS dengan teknik sederhana dan objeknya juga biasa. Tidak perlu mempelajari apa itu format RAW dan cara memprosesnya atau setting fine tuning White Balance yg njelimet sampe angka Kelvin (nanti jadi eyel-eyelan malah kena banned...) Bukannya tidak berguna tapi kalau sudut pengambilan dalam memotret dan framing-nya saja tidak nyeni / tidak ada sense of art atau kombinasi setting ISO, apperture dan speed masih tidak optimal (seperti yang diajarkan pak Janto) maka si RAW dan si Kelvin ini tidak akan membuat foto jadi bagus. Foto pertama saya beri judul 'Hai Z...' (mana hai.. hai.. hai...-nya?) objeknya biasa saja, tentu semua kokier hampir tiap hari melihat tombol keyboard (kan baca koki biasanya di komputer) settingnya mode Av, fokus manual, f2.6, speed 1/40, ISO 80, editing dengan software gratisan FastStone. Perhatikan DOF yang saya mainkan sehingga hanya tombol Z yang fokus tajam sedang lainnya kabur membuat Z jadi lebih menonjol, ups maksudnya tombol Z... (jangan berpikiran yang aneh-aneh yak!) Lalu darimana efek lampu di bawah tombol keyboard? Sebenarnya tombol keyboard itu berwarna putih, bukan hitam, tapi dibalik warnanya / di-invert / efek negatif dan dirubah ke greyscale, jadilah seakan-akan bagian bawah keyboard bersinar (hallo, mbak penggemar foto hitam-putih...)
Foto kedua saya beri judul 'Black Hole' objeknya berupa lensa kamera yang memantulkan bayangan lampu gantung di atasnya, bagai lubang hitam yang menelan segala materi, mode M / Full Manual, fokus manual, f7.1, speed 2 detik, ISO 80, pake tripod, editing dengan software gratisan FastStone. Di sini DOF saya set selebar mungkin agar semua pantulan bayangan jelas dan tajam tapi akibatnya speed harus pelan hingga 2 detik (maklum malam hari) jadi memerlukan bantuan tripod agar tidak goyang.
Seperti yang saya bilang tadi, fotografi adalah seni jadi biarpun anda meniru setting kamera saya tepat sama dengan objek yang sama belum tentu hasilnya akan sama, masih banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, kalo tidak percaya monggo silahkan dicontek boleh kok, tapi kalo hasilnya tidak sama ya jangan salahkan saya dan jangan salahkan kamera... Gotta blame it on something? http://www.youtube.com/watch?v=NwrL9MV6jSk
MODERATOR - Penanggungjawab KoKi: ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id
|
advertisement
|
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|
|
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved |