|
|
|
KoKiSport
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Becky Hammon
Fatso - Australia Satu cabang olahraga yang saya jarang lewatkan dari dulu untuk ditonton pada tayangan TV Sabtu sore adalah tayangan kompetisi bola basket putri antar klub Australia karena saya tahu kualitas para pemain yang sedang bertanding adalah salah satu yang terbaik di dunia. Tim bola basket putri Australia Opals berhasil menjadi juara dunia pada tahun 2006 dengan mengalahkan tim bola basket putri Rusia dalam pertandingan final di mana tim Rusia sebelumnya berhasil mengalahkan tim AS dalam pertandingan semifinal. Sekarang dalam partai final bola basket putri Olimpiade Beijing 2008 untuk ketiga kalinya berturut-turut akan kembali berhadapan tim Australia melawan tim AS yang saya rasa diatas kertas akan dimenangkan lagi oleh tim AS. Pada pertandingan-pertandingan sebelumnya dalam Olimpiade Beijing 2008 ini Opals tidak pernah terkalahkan, walaupun awal-awalnya menang dengan kurang begitu meyakinkan melawan tim-tim yang jauh lebih lemah seperti halnya tim dari Belarus dan Brazil. Satu pertandingan yang saya rasa paling menarik adalah pertandingan antara Opals melawan tim Rusia pada babak pendahuluan di mana tim Australia pernah ketinggalan angka yang cukup jauh dari tim Rusia pada babak kedua dan itu terjadi setelah masuknya seorang pemain Rusia bernama Hammon.
Dari nama dan penampilan fisiknya saya bisa menduga bahwa Hammon asal AS. Dalam 26 menit bermain Rebekka Linn Hammon menghasilkan 20 angka yang membuat defisit bagi tim Australia dari keadaan unggul 14 – 6 pada babak pertama menjadi ketinggalan 25 – 37 pada akhir babak kedua. Saat itu Becky merupakan penggerak tim Rusia dalam melancarkan serangan dan saat ada kesempatan lemparan bola tiga angkanya sangat sering dengan jitu menghunjam memasuki jaring. Sesuai dengan posturnya yang tidak tinggi maka posisi yang diperankan Becky bagi tim Rusia adalah sebagai seorang pemain ‘point guard’ yang tugas utamanya adalah membagi bola, mengatur irama penyerangan dan melancarkan tembakan saat keadaan memungkinkan. Peran ini bagi Opals salah satunya dipegang oleh Kristi Harrower yang merupakan pemain bertubuh terpendek dengan tinggi badan hanya 163 cm.
Ternyata Becky merupakan suatu kontroversi karena walaupun karirnya cukup baik sebagai seorang pemain WNBA, tapi dia tidak pernah terpilih mewakili AS dalam Olimpiade. Segala usaha sudah diupayakan oleh Becky agar terpilih dalam tim Olimpiade AS tapi dia tetap dinilai tidak cukup baik dimata tim seleksi bola basket AS dengan sebagai pelatih Anne Donovan. Usianya sudah sekitar 30 tahun sementara impiannya untuk tampil bermain dalam Olimpiade mewakili AS sudah pupus saat dia menerima surat penolakan dari tim bola basket AS. Untungnya Becky sebelumnya sudah mempersiapkan diri dengan bermain dalam kompetisi antar klub Rusia dan menandatangani kontrak khusus dengan CSKA Moskow yang memungkinkannya untuk bisa bermain bagi tim Rusia. Becky mendapat paspor Rusia awal tahun ini dan memegang dwi-kewarganegaraan AS dan Rusia. Saat tim Rusia kehilangan salah seorang pemain ‘point guard’-nya karena sedang hamil, mereka menawari Becky untuk bermain bagi tim Rusia dalam Olimpiade Beijing 2008 yang tentu saja tawaran ini diterimanya.
Saat Becky menerima tawaran bermain bagi tim Rusia, Anne Donovan menyebutnya sebagai seorang pengkhianat dengan kata-katanya: "If you live in this country and you put on a Russian uniform, you are not a patriotic person." Betapa munafiknya hal ini dan lagi-lagi suatu standar ganda mengingat AS selama ini sudah sangat banyak menampung kepindahan atlit-atlit berbakat dari negara-negara Eropa Timur, Kenya, RRC dan negara-negara lainnya. Dalam bidang olahraga berpindahnya seorang atlit mewakili negara lain tidak mengakibatkan adanya korban jiwa maupun harta bagi orang lain. Adalah suatu impian bagi seorang atlit untuk bisa tampil dalam Olimpiade dan tidak ada satu orangpun yang berhak merampas impian tersebut. Sama halnya bagi setiap orang berhak untuk mengejar impiannya masing-masing, seorang atlit juga berhak melakukan hal yang sama dan dalam hal ini jika perlu bermain bagi negara lain melawan tim negara asalnya. Olimpiade adalah suatu partisipasi di mana para atlit bersaing tanpa dipengaruhi oleh politik maupun ideologi.
Becky Hammon ibaratnya sebuah batu permata yang tidak dibutuhkan oleh negara asalnya. Tak ada salahnya jika batu permata ini dikumpulkan dengan batu-batu permata dari negara lain dalam membentuk suatu untaian kalung berharga. Sang kalung akan tetap indah gemerlap bersinar cemerlang tak perduli siapapun yang menjadi pemiliknya. “One World, One Dream”
-------------------------------------------------------- CATATAN Z: FOTO-FOTO GettyImages
MODERATOR - Penanggungjawab: ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas.co.id ; zeverina.koki@yahoo.co.id
|
advertisement
|
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|
|
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved |