KoKiHumor
Fire - Yogyakarta
Selasa, 23 September 2008 | 09:33 WIB
Dulu ketika sedang berkemah, kok terasa agak susah tidur. Ternyata bukan efek serangan bau kaos kaki (pada tidur pakai kaos kaki biar nggak kedinginan), atau karena tanpa kasur (toh rumputnya juga agak empuk), tapi karena ketiadaan bantal. Bantalnya cuma
|
Selasa, 23 September 2008 | 09:33 WIB Fire - Yogyakarta Dulu ketika sedang berkemah, kok terasa agak susah tidur. Ternyata bukan efek serangan bau kaos kaki (pada tidur pakai kaos kaki biar nggak kedinginan), atau karena tanpa kasur (toh rumputnya juga agak empuk), tapi karena ketiadaan bantal. Bantalnya cuma Selasa, 16 September 2008 | 09:46 WIB Fire - Yogyakarta Meski sudah dipasangi anjuran semacam "Harap diguyur sehabis buang air kecil/besar" (dengan asumsi orang sudah mengerti mana yang harus diguyur, yang jelas bukan dengkulnya sendiri), pada toilet umum, kita akan takjub mendapati keanekaragaman 'spesies' ya Senin, 25 Agustus 2008 | 17:17 WIB Fire - Yogyakarta Sebenarnya sih nggak jadul banget, kurang lebih rentang jamannya beberapa tahun sebelum ada Windows yang tinggal ceklak-ceklik itu. Masanya belum mengenal CD ROM, USB dan flash disk. Hard disk masih jarang, dan belum dengar internet. Yang namanya perubaha Kamis, 7 Agustus 2008 | 22:33 WIB Jejen - Rhode Island Sejak Juli 2007 sampe sekarang saya dan suami naik bis untuk pergi bekerja maupun belanja kebutuhan sehari-hari, gara-garanya mobil yang kami beli waktu itu kemahalan sehingga akhirnya direpo (dikembalikan ke dealer), nah jadilah dimulai petualangan kami Senin, 4 Agustus 2008 | 22:53 WIB Irwan - Makassar Pada malam hari selepas Maghrib, tiba waktunya si Abah harus mengolesi matanya yang sakit itu. Sialnya malam itu PLN memadamkan aliran listrik, di Manado disebut: “Mati Lampu”; sambil mengucek-ucek matanya yang merah itu, si Abah menyuruh salah seorang an
|
|
advertisement
Imran Rusli - Pekanbaru Saya masih ingat *mak itam* itu. Lokomotifnya sungguh angker dan berwibawa. Selalu ada orang dengan sekop di tangan dalam ruang lok. Tugasnya, kata Uci La, nenek saya, adalah menyekop batu bara dan menuangkannya ke dalam tungku pembakaran yang garang meny
|